YAYASANBHZYAYASANBHZ

Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan KeguruanAhsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Era digital menghadirkan tantangan moral yang semakin kompleks bagi peserta didik, terutama terkait maraknya informasi tanpa filter, meningkatnya budaya instan, serta melemahnya kontrol sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter menjadi pendekatan strategis untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam memperkuat ketahanan moral siswa serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam proses implementasinya di lingkungan pendidikan. Metode studi literatur digunakan untuk menelaah berbagai sumber akademik terkait penguatan karakter pada era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, integritas, tanggung jawab, dan disiplin siswa dalam menyikapi konten digital. Namun, penerapan pendidikan karakter menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya keteladanan, minimnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi oleh pendidik. Oleh karena itu, strategi menyeluruh diperlukan yang mengintegrasikan nilai moral ke dalam pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia di tengah tantangan moral era digital.

Pendidikan karakter di era digital menjadi kebutuhan penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi perilaku, moral, dan interaksi sosial peserta didik.Pendidikan Agama Islam berperan strategis dalam membangun fondasi akhlak melalui integrasi nilai-nilai Islami, keteladanan guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif.Pendidikan karakter perlu dilaksanakan secara holistik melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta memadukannya dengan literasi digital agar peserta didik mampu memilah informasi dan beretika di dunia maya.

Pertama, perlu dikaji bagaimana model pendidikan karakter berbasis pembelajaran tematik terpadu dapat diterapkan secara efektif dalam kurikulum sekolah menengah di Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan nilai moral dengan konten pelajaran digital. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas program pelibatan orang tua secara daring dalam penguatan pendidikan karakter, khususnya melalui platform komunikasi sekolah yang dirancang khusus untuk membimbing penggunaan teknologi oleh siswa di rumah. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang desain modul literasi digital bernuansa nilai keislaman yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, untuk membentuk siswa yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga memiliki filter moral dalam berselancar di dunia maya. Ketiga ide ini saling melengkapi dan berfokus pada integrasi pendidikan karakter dengan realitas digital, baik dari sisi kurikulum, keterlibatan keluarga, maupun konten pembelajaran. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan solusi konkret dalam membangun ketahanan moral peserta didik di tengah arus informasi yang deras dan tidak terfilter. Pendekatan holistik yang menyertakan sekolah, keluarga, dan nilai agama akan memperkuat efektivitas pendidikan karakter. Model yang dihasilkan dari penelitian ini dapat diadaptasi di berbagai satuan pendidikan dengan konteks berbeda. Fokus pada generasi muda sebagai pengguna aktif teknologi menjadikan penelitian ini sangat relevan. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya menjadi teori, tetapi juga praktik yang menyentuh aspek kehidupan nyata siswa di era digital.

Read online
File size227.22 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test