STKIP MELAWISTKIP MELAWI

Bestari: Jurnal Pendidikan dan KebudayaanBestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan

Artikel ini membahas bagaimana masyarakat Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menempatkan dan memperlakukan bak air secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka. Perlakuan ini terungkap dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, pembuatan bak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikannya. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu studi literatur, observasi, dan wawancara pada periode September 2024 menghasilkan satu temuan utama bahwa tahapan ritual dalam upacara Tula Bak itu sama seperti tahapan ritual dalam pembangunan uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot. Demikianlah bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah. Sebab bagi masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya sebagai tempat berdiam, tetapi juga sebagai tempat berlindung, tempat menimbah kekuatan dan spirit kehidupan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk melestarikan budayanya serentak membangun pola hidup yang menghargai air (pola hidup hemat) di tengah krisis kelangkaan air bersih yang semakin signifikan.

Pembangunan bak penampung air hujan adalah solusi strategis bagi daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.Antusiasme masyarakat atasnya begitu dirasakan karena sejak diperkenalkan banyak orang yang berinisiatif membangun bak, baik itu untuk kepemilikan pribadi maupun untuk kepemilikan umum.Biaya bahan dan material bak yang cukup terjangkau dan daya tahan bak untuk waktu yang cukup lama menjadikan bak sebagai jawaban bagi masyarakat dalam mengatasi kelangkaan dan ketiadaan air bersih.Fungsinya yang urgentif untuk menampung air bersih sebagai kebutuhan fundamental manusia membuat bak ditempatkan secara istimewa dalam hidup masyarakat.Fenomena ini sangat dirasakan di wilayah Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, NTT yang menempatkan dan memperlakukan bak secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka.Fakta ini terlihat dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, yang mencakupi tahap persiapan, pengerjaan dan pemakaian.Tahapan ritual itu dilaksanakan secara cermat dan teliti agar bak bisa kokoh dan bertahan lama.Apabila dicermati, tahapan ritual dalam upacara Tula Bak di wilayah ini menyerupai tahapan ritual dalam pembangun uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot.Tahapan ritual itu mentransformasikan bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah.Sebab dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya sekadar sebagai tempat berdiam, tetapi juga sebagai tempat berlindung dan menimbah kekuatan serta spirit kehidupan.Konteks ini didukung dengan fungsi bak sebagai wadah penampung air yang dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot adalah personifikasi seorang perempuan (ibu) yang berkorban memberi kehidupan bagi banyak orang.Dengan demikian, bagi masyarakat Ile Boleng, bak air juga adalah tempat untuk memperoleh perlindungan, menimbah kekuatan dan spirit kehidupan.Bak adalah “Rumah yang Lain bagi mereka.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang makna dan fungsi bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng, khususnya dalam konteks budaya dan spiritual mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek-aspek sosial dan ekonomi yang terkait dengan pembangunan bak, seperti bagaimana masyarakat Ile Boleng mengelola dan memanfaatkan air yang ditampung dalam bak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran bak dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam konteks krisis air bersih yang semakin signifikan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng dan kontribusinya dalam melestarikan budaya serta membangun pola hidup yang lebih berkelanjutan.

  1. Access to Safe Drinking Water and Sanitation in Indonesia - Patunru - 2015 - Asia & the Pacific Policy... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/app5.81Access to Safe Drinking Water and Sanitation in Indonesia Patunru 2015 Asia the Pacific Policy onlinelibrary wiley doi 10 1002 app5 81
  2. PERAN PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA TERHADAP PENGUATAN KARAKTER MULTIKULTURAL SISWA : KAJIAN LITERATUR | Bestari:... jurnalstkipmelawi.ac.id/index.php/JBPK/article/view/4660PERAN PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA TERHADAP PENGUATAN KARAKTER MULTIKULTURAL SISWA KAJIAN LITERATUR Bestari jurnalstkipmelawi ac index php JBPK article view 4660
  3. Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as “the Other Home” among the Ile Boleng... jurnalstkipmelawi.ac.id/index.php/JBPK/article/view/5004Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng jurnalstkipmelawi ac index php JBPK article view 5004
Read online
File size1.28 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test