STKIP MELAWISTKIP MELAWI

Bestari: Jurnal Pendidikan dan KebudayaanBestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan

Perilaku sosial emosional anak usia dini memegang peranan penting dalam perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengendalian perilaku sosial emosional anak usia dini serta bentuk-bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian perilaku sosial emosional anak dilakukan melalui kolaborasi sinergis antara guru yang menerapkan fungsi kognitif (literasi emosi) dan orang tua yang menerapkan fungsi afektif (penenangan dan kasih sayang). Kolaborasi diwujudkan melalui komunikasi rutin saat antar-jemput anak, penyelarasan aturan antara sekolah dan rumah untuk mencegah kebingungan nilai, serta pertemuan berkala sebagai sistem pemantauan terstruktur. Intervensi ini terbukti efektif mengubah perilaku negatif anak menjadi kemampuan sosial emosional yang positif. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa strategi praktis kolaborasi sekolah-keluarga dalam pendidikan anak usia dini, sekaligus meningkatkan kesadaran akan peran penting orang tua sebagai pendamping emosional utama anak.

Pengendalian perilaku sosial emosional anak di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu dilakukan melalui integrasi dua pendekatan yang saling melengkapi.guru menjalankan fungsi kognitif (literasi emosi dan bimbingan) sementara orang tua menjalankan fungsi afektif (penenangan dan kasih sayang).Keterpaduan dua fungsi ini memastikan anak tidak hanya memahami emosinya, tetapi juga merasa aman secara emosional.Kolaborasi antara guru dan orang tua terwujud melalui ekosistem pendukung yang sistematis, mencakup komunikasi rutin saat antar-jemput, penyelarasan aturan sekolah dan rumah, serta pertemuan berkala.Konsistensi penanganan ini terbukti mencegah kebingungan nilai pada anak.Intervensi kolaboratif yang terjalin terbukti efektif mengubah perilaku negatif anak, seperti tantrum dan sulit berbagi, menjadi kemampuan sosial emosional yang positif, di mana anak menjadi lebih sabar, mampu bekerja sama, dan memiliki regulasi diri yang lebih baik.Implikasi praktis penelitian ini bagi guru adalah pentingnya menginisiasi komunikasi dua arah yang konsisten dengan orang tua sebagai bagian dari strategi pengelolaan perilaku anak.Bagi orang tua, hasil ini menegaskan bahwa melanjutkan pembiasaan dari sekolah di rumah merupakan kunci keberhasilan perkembangan sosial emosional anak.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji efektivitas kolaborasi guru-orang tua dalam konteks yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian, atau mengembangkan model kolaborasi yang dapat diterapkan secara formal di satuan PAUD lainnya. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua dalam pengendalian perilaku sosial emosional anak, serta dampak jangka panjang dari kolaborasi ini terhadap perkembangan anak secara keseluruhan.

  1. Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through Teacher–Parent Collaboration at... doi.org/10.46368/bjpd.v7i1.4983Regulation of Early Childhood Socio Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at doi 10 46368 bjpd v7i1 4983
  2. Beyond Academic Learning | OECD. beyond academic learning oecd skip main content first results survey... doi.org/10.1787/92a11084-enBeyond Academic Learning OECD beyond academic learning oecd skip main content first results survey doi 10 1787 92a11084 en
Read online
File size399.96 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test