STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaDi lanskap digital saat ini, norma-norma sopan santun tradisional semakin ditantang oleh sifat cair dan seringkali informal dari komunikasi online, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini berfokus pada cara remaja Sunda menerapkan undak-usuk basa, sistem budaya sopan santun linguistik, dalam interaksi konten mereka di TikTok, sebuah platform yang ditandai dengan pertukaran spontan dan santai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana strategi face-saving dan face-threatening digunakan oleh remaja penutur bahasa Sunda dalam komunikasi antar sejawat digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan analisis wacana dari video TikTok terpilih. Teori Sopan Santun Brown dan Levinson menjadi kerangka kerja utama untuk memeriksa bagaimana strategi sopan santun tradisional disesuaikan dalam interaksi remaja modern. Temuan menunjukkan bahwa remaja Sunda menerapkan undak-usuk basa secara selektif, dipengaruhi oleh konteks sosial, dinamika antar sejawat, dan norma-norma spesifik platform. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun media digital membentuk perilaku komunikasi, norma-norma budaya yang tertanam dalam undak-usuk basa tetap relevan dalam praktik face-saving dan face-threatening.
Penelitian ini menganalisis bagaimana remaja Sunda mengekspresikan sopan santun melalui strategi face-saving dan face-threatening dalam interaksi mereka di TikTok, berdasarkan Teori Sopan Santun Brown dan Levinson.Temuan menunjukkan bahwa mereka sering beralih antara bahasa sopan dan santai tergantung pada konteks dan siapa yang mereka bicarakan.Dalam beberapa kasus, mereka mempertahankan sopan santun tradisional, sementara dalam kasus lain mereka menggunakan ekspresi langsung atau humor bersama sejawat.Ekstraksi pertama menggambarkan bagaimana remaja Sunda menggunakan bahasa sopan dan inklusif untuk menegosiasikan hubungan sosial dengan cara yang mencerminkan komunikasi strategis. dan diikuti dengan frase seperti kadieu tuang., menunjukkan penggunaan strategi sopan santun positif, seperti yang dijelaskan oleh Brown dan Levinson, yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, keterlibatan, dan rasa hormat.Penolakan halus dari pembicara kedua - muhun. - lebih menekankan orientasi face-saving, khas dalam norma interaksi Sunda, yang memprioritaskan menghindari konflik langsung dan menjaga harmoni sosial.Temuan ini selaras dengan Anggraeni et al.(2023), yang menemukan bahwa TikTok mempengaruhi anak-anak untuk mendorong kesopanan melalui kesesuaian dan eksperimen dengan bentuk-bentuk sopan santun.Meskipun penelitian mereka berfokus pada anak-anak yang lebih muda, penelitian ini menunjukkan bahwa remaja juga secara aktif mempertahankan bentuk-bentuk sopan santun, terutama dalam interaksi antar sejawat, mencerminkan pengaruh nilai-nilai tradisional dalam wacana digital.Selain itu, penggunaan basa undak-usuk - seperti yang terlihat dalam ekspresi muhun dan manga - menggambarkan bagaimana remaja Sunda menggunakan bahasa hierarkis bahkan dalam konteks sejawat yang santai.Hal ini mendukung argumen Guo (2022) bahwa platform seperti TikTok membentuk gaya komunikasi dan perilaku sosial remaja.Namun, sementara Guo menekankan pergeseran norma interaksi, penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan digital tidak selalu mengurangi norma-norma sopan santun tradisional, tetapi justru menyediakan ruang di mana nilai-nilai tersebut dinegosiasikan kembali dan diperkuat di antara sejawat.
Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian lanjutan dapat mengusulkan beberapa arah studi. Pertama, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana norma-norma sopan santun tradisional dinegosiasikan dan disesuaikan dalam interaksi antar sejawat di platform media sosial, seperti TikTok. Studi ini dapat mengeksplorasi dinamika antara norma-norma budaya dan perilaku komunikasi remaja di lingkungan digital. Kedua, penelitian dapat memfokuskan pada pengaruh platform media sosial terhadap perkembangan bahasa dan identitas budaya remaja. Dengan menganalisis konten TikTok yang diproduksi oleh remaja Sunda, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana platform ini menjadi ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya, termasuk sistem sopan santun linguistik seperti undak-usuk basa. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran humor dalam strategi face-threatening dan cara humor digunakan untuk menjaga harmoni sosial dalam interaksi antar sejawat. Dengan menganalisis konten TikTok yang mengandung humor, penelitian dapat memberikan wawasan tentang bagaimana remaja menggunakan humor sebagai strategi komunikasi untuk menjaga hubungan sosial yang positif.
- Definition of language and linguistics: basic competence | Macrolinguistics and Microlinguistics. definition... mami.nyc/index.php/journal/article/view/1Definition of language and linguistics basic competence Macrolinguistics and Microlinguistics definition mami nyc index php journal article view 1
- Research on the Influence of TikTok on Teenagers | Atlantis Press. research influence tiktok teenagers... atlantis-press.com/proceedings/sdmc-21/125968665Research on the Influence of TikTok on Teenagers Atlantis Press research influence tiktok teenagers atlantis press proceedings sdmc 21 125968665
| File size | 190.86 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Penerapkan pola komunikasi permissive atau membebaskan, disebabkan kurangnya interaksi antara orangtua dengan anak dan pengawasan yang rendah dalam penggunaanPenerapkan pola komunikasi permissive atau membebaskan, disebabkan kurangnya interaksi antara orangtua dengan anak dan pengawasan yang rendah dalam penggunaan
PBSI UPRPBSI UPR Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya interferensi di antaranya, latar belakang bilingualisme penutur, kebiasaan penggunaan bahasa asing dalamFaktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya interferensi di antaranya, latar belakang bilingualisme penutur, kebiasaan penggunaan bahasa asing dalam
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Namun, ia juga memperlihatkan tindakan nyata dan empati sosial yang mendalam. Lebih lanjut, gaya komunikasi politik yang dilakukan olehnya memperlihatkanNamun, ia juga memperlihatkan tindakan nyata dan empati sosial yang mendalam. Lebih lanjut, gaya komunikasi politik yang dilakukan olehnya memperlihatkan
AKRABJUARAAKRABJUARA Perkembangan teknologi komunikasi digital mendorong munculnya media pembelajaran interaktif seperti YouTube yang dimanfaatkan untuk pendidikan anak usiaPerkembangan teknologi komunikasi digital mendorong munculnya media pembelajaran interaktif seperti YouTube yang dimanfaatkan untuk pendidikan anak usia
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka adalah keluarga, pemimpin agama, dan guru. Orang Muda Katolik (OMK) telah berpartisipasi dalam duniaFaktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka adalah keluarga, pemimpin agama, dan guru. Orang Muda Katolik (OMK) telah berpartisipasi dalam dunia
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan prevalensi hipertensi pada lansia tahun 2025 di Panti Sosial Tresna WerdhaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan prevalensi hipertensi pada lansia tahun 2025 di Panti Sosial Tresna Werdha
ALMISHBAHALMISHBAH Dakwah digital tidak hanya memungkinkan penyebaran nilai-nilai Islam secara kreatif dan inovatif, tetapi juga berperan dalam membangun pemahaman yang moderatDakwah digital tidak hanya memungkinkan penyebaran nilai-nilai Islam secara kreatif dan inovatif, tetapi juga berperan dalam membangun pemahaman yang moderat
BUMIGORABUMIGORA Ini mengkaji bagaimana bahasa mendukung dinamika kekuasaan, hierarki sosial, dan ideologi, yang semuanya diekspresikan melalui teks dan pidato dalam konteksIni mengkaji bagaimana bahasa mendukung dinamika kekuasaan, hierarki sosial, dan ideologi, yang semuanya diekspresikan melalui teks dan pidato dalam konteks
Useful /
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Keterampilan petugas gizi cukup baik, namun pelatihan formal belum dilaksanakan di rumah sakit. Kemampuan fisik petugas memadai, tetapi beban kerja yangKeterampilan petugas gizi cukup baik, namun pelatihan formal belum dilaksanakan di rumah sakit. Kemampuan fisik petugas memadai, tetapi beban kerja yang
AKRABJUARAAKRABJUARA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen dan karyawan,Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen dan karyawan,
UNARSUNARS Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar petani benih terung ungu masih berumur produktif dengan tingkat pendidikan yang cukup, yaitu lulusan SMP.Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar petani benih terung ungu masih berumur produktif dengan tingkat pendidikan yang cukup, yaitu lulusan SMP.
UNARSUNARS Perbedaan margin pemasaran antara saluran pemasaran I, II dan III disebabkan oleh perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan pada setiap lembaga pemasaran.Perbedaan margin pemasaran antara saluran pemasaran I, II dan III disebabkan oleh perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan pada setiap lembaga pemasaran.