UNKRISUNKRIS
Journal of Urban and Regional Development StudiesJournal of Urban and Regional Development StudiesPerkembangan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat industri mempunyai keunggulan komparatif dan daya tarik untuk melakukan migrasi. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi mencapai 147.200 jiwa. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bekasi menjadi wilayah tertinggi di Jawa Barat dengan pertumbuhan penduduk sebesar 4,7 persen. Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi didominasi oleh kaum urban. Setidaknya ada 64 ribu pendatang baru yang mencari pekerjaan dan tinggal di Kabupaten Bekasi setiap tahunnya. Kurangnya kesiapan Kabupaten Bekasi dalam mengantisipasi pertumbuhan penduduk dengan berbagai motif dan keberagaman menjadi penyebab utama pemicu permasalahan perumahan dan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik pekerja industri di Kawasan Industri Jababeka V Kabupaten Bekasi serta mengetahui peran pemangku kepentingan dalam penyediaan perumahan bagi pekerja industri. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif naratif dan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis karakteristik pekerja industri, analisis kebijakan, analisis partisipasi pemangku kepentingan, dan analisis potensi dan hambatan penyediaan perumahan bagi pekerja industri, sehingga diperoleh hasil akhir. Hasilnya adalah strategi penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi pekerja industri. Dari hasil penelitian diketahui bahwa strategi penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi pekerja industri adalah melalui penyediaan rumah milik dengan menggunakan fasilitas MBR dan rumah susun sewa/milik di lokasi Kawasan Industri dengan mengoptimalkan alokasi lahan perumahan di Kawasan Industri. Perkebunan. Selain itu, tingginya harga tanah di sekitar lokasi Kawasan Industri memerlukan upaya integralistik mulai dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat dengan peningkatan kapasitas dan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Berkembangnya kegiatan industri di Kabupaten Bekasi mengakibatkan peningkatan jumlah tenaga kerja industri yang memerlukan tempat tinggal.Belum optimalnya realisasi penyediaan tempat tinggal bagi pekerja industri menyebabkan munculnya kawasan kumuh di sekitar kawasan industri.Perlu optimalisasi peran stakeholder dalam penyediaan rumah tinggal yang layak dan terjangkau bagi pekerja industri.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model integrasi pembangunan hunian vertikal dengan simpul transportasi publik untuk meningkatkan aksesibilitas pekerja industri. Selain itu, perlu eksplorasi lebih mendalam mengenai mekanisme insentif bagi pengembang swasta dalam penyediaan perumahan terjangkau, serta studi komparatif efektivitas berbagai skema pembiayaan perumahan seperti PUMP dan PPKSB untuk pekerja industri. Pengembangan penelitian juga dapat fokus pada analisis dampak sosial-ekonomi dari penyediaan perumahan terpadu bagi pekerja industri terhadap pengurangan kawasan kumuh di sekitar kawasan industri.
| File size | 520.88 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IKHACIKHAC Temuan ini memperkaya kerangka kerja Islam Behavioral Finance dengan menunjukkan bahwa di konteks homogenitas religius tinggi, nilai-nilai Islam membentukTemuan ini memperkaya kerangka kerja Islam Behavioral Finance dengan menunjukkan bahwa di konteks homogenitas religius tinggi, nilai-nilai Islam membentuk
ARIMSIARIMSI Visualisasi 3D melalui GeoGebra mampu menggambarkan distribusi kepadatan penduduk dalam bentuk geometri yang interaktif, sehingga mempermudah pemahamanVisualisasi 3D melalui GeoGebra mampu menggambarkan distribusi kepadatan penduduk dalam bentuk geometri yang interaktif, sehingga mempermudah pemahaman
UNILAUNILA Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu primata endemik Pulau Jawa yang berstatus rentan dan termasuk salah satu jenis satwa yang terdaftarLutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu primata endemik Pulau Jawa yang berstatus rentan dan termasuk salah satu jenis satwa yang terdaftar
ITBMITBM Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu konsentrasi fermentasi singkong 10 ml, 15 ml, dan 20 ml dalamPenelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu konsentrasi fermentasi singkong 10 ml, 15 ml, dan 20 ml dalam
HABIHABI Internet memungkinkan pemasaran tanpa batasan waktu dan tempat, serta penyampaian informasi yang tepat sasaran. Pentingnya membangun media promosi modern,Internet memungkinkan pemasaran tanpa batasan waktu dan tempat, serta penyampaian informasi yang tepat sasaran. Pentingnya membangun media promosi modern,
UNIMALUNIMAL Ikan diberi perlakuan dengan konsentrasi deterjen yang berbeda, perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (deterjen 3 %), C (KonsentrasiIkan diberi perlakuan dengan konsentrasi deterjen yang berbeda, perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (deterjen 3 %), C (Konsentrasi
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil: Ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,012), pemberian ASI eksklusif (p=0,039), serta pola waktu pemberian makanan pendampingHasil: Ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,012), pemberian ASI eksklusif (p=0,039), serta pola waktu pemberian makanan pendamping
KKPKKP Seleksi bertingkat untuk menghasilkan strain baru dengan persyaratan pemeliharaan rendah merupakan salah satu solusi potensial yang dapat mengatasi masalahSeleksi bertingkat untuk menghasilkan strain baru dengan persyaratan pemeliharaan rendah merupakan salah satu solusi potensial yang dapat mengatasi masalah
Useful /
ARIMSIARIMSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tebar ideal ikan lele dengan menggunakan metode integral lipat tiga. Metode matematis ini diterapkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tebar ideal ikan lele dengan menggunakan metode integral lipat tiga. Metode matematis ini diterapkan
UNILAUNILA Pada pola monokultur petani menanam tanaman akasia (Acacia mangium), pada pola polikultur petani menanam tanaman akasia (Acacia mangium) dan karet (HeveaPada pola monokultur petani menanam tanaman akasia (Acacia mangium), pada pola polikultur petani menanam tanaman akasia (Acacia mangium) dan karet (Hevea
UNILAUNILA Terdapat 9 spesies pohon yang teridentifikasi sebagai pohon plus, antara lain 7 spesies pohon berkayu yaitu 3 pohon tabu, 1 pohon dadap, 1 pohon bayur,Terdapat 9 spesies pohon yang teridentifikasi sebagai pohon plus, antara lain 7 spesies pohon berkayu yaitu 3 pohon tabu, 1 pohon dadap, 1 pohon bayur,
UNILAUNILA Untuk itu perlu dilakukan analisis finansial terhadap pola tanam agroforestri pada beberapa jenis tanaman yang dominan di lahan agroforestri petani. PenelitianUntuk itu perlu dilakukan analisis finansial terhadap pola tanam agroforestri pada beberapa jenis tanaman yang dominan di lahan agroforestri petani. Penelitian