POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Fase aktif tahap pertama persalinan ditandai oleh peningkatan intensitas nyeri akibat kontraksi rahim dan dilatasi serviks. Pengelolaan nyeri yang tidak memadai dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan stres signifikan pada ibu bersalin. Observasi awal di praktik bidan independen menunjukkan sebagian besar ibu mengalami nyeri sedang hingga parah. Intervensi nonfarmakologis, seperti terapi moksibusi pada titik akupresur SP6 (sanyinjiao), dapat mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan intensitas nyeri persalinan sebelum dan sesudah terapi moksibusi pada fase aktif. Dipakai desain eksperimental kuasi dengan kelompok kontrol tidak setara, melibatkan 32 responden (16 intervensi, 16 kontrol) yang dipilih secara kebetulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (0‑10). Hasil menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan signifikan dari 7,88 ± 0,72 menjadi 5,13 ± 0,96 (p < 0,001), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan. Analisis statistik antara kelompok juga signifikan (p < 0,001). Terapi moksibusi pada SP6 dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan dan dianggap sebagai intervensi tambahan yang aman dan mudah diterapkan dalam praktik bidan.

Terapi moksibusi pada titik SP6 (sanyinjiao) secara signifikan mengurangi intensitas nyeri persalinan pada fase aktif tahap pertama.Penurunan median nyeri dari 8,00 menjadi 5,00 pada kelompok intervensi menandakan efek analgeik yang kuat.Hasil ini mendukung penggunaan moksibusi sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan feasibel dalam praktik bidan untuk meningkatkan kenyamanan ibu bersalin.

Pertanyaan penelitian berikut dapat menjadi fokus pengembangan: pertama, bagaimana efektivitas terapi moksibusi berulang (berulang kali) dibandingkan satu kali aplikasi pada SP6 dalam menurunkan nyeri persalinan dan memengaruhi durasi fase aktif? Kedua, apakah kombinasi moksibusi dengan teknik relaksasi atau posisi tubuh (mis. posisi miring kiri) memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan kepuasan ibu bersalin? Ketiga, apa mekanisme biologis yang mendasari efek analgesik moksibusi pada SP6, khususnya peran neurohormon seperti endorfin dan enkephalin, serta pengaruhnya terhadap perubahan fisiologis kontraksi rahim dan sirkulasi fetomaternal? Menelaah pertanyaan-pertanyaan ini secara terintegrasi akan memperluas pemahaman ilmiah tentang intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri persalinan dan membuka peluang bagi praktik klinis yang lebih komprehensif.

  1. Effect of Moxibustion Therapy at SP6 (Sanyinjiao) Acupressure Point on Labor Pain Intensity During First... ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK/article/view/5068Effect of Moxibustion Therapy at SP6 Sanyinjiao Acupressure Point on Labor Pain Intensity During First ejournal poltekkes denpasar ac index php JIK article view 5068
Read online
File size294.6 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test