POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Para ibu hamil yang mengalami mual dan muntah pada trimester pertama sering mengalami emesis gravidarum, disebabkan oleh perubahan hormon. Terapi komplementer seperti akupresur perikardium dan aromaterapi peppermint dapat digunakan untuk meredakan gejala tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan dua kelompok pre‑test post‑test pada 32 responden di Desa Ciadeg. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan penurunan skor emesis secara signifikan (p < 0,05) baik pada aromaterapi peppermint (rata‑rata skor turun dari 8,81 menjadi 4,63) maupun akupresur titik P6 (rata‑rata skor turun dari 7,87 menjadi 5,12). Perbandingan antara kedua metode tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,376).

Peppermint aromatherapy dan akupressure pada titik P6 secara signifikan mengurangi gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di Desa Ciadeg.Kedua metode ini memiliki efektivitas yang serupa, sehingga dapat diterapkan sebagai terapi non‑farmakologis untuk mengelola mual dan muntah selama kehamilan.

Berikut beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:. 1. Menyelidiki mekanisme fisiologis terperinci melalui pengukuran biokimia, seperti kadar hormon anti‑nausea (serotonin, dopamin) sebelum dan sesudah intervensi aromaterapi dan akupresur, guna memahami jalur pemicu dan penghambatnya.. 2. Membandingkan efektivitas terapi terpadu (peppermint aromatherapy akupresur P6) secara bersamaan dengan masing-masing terapi tunggal, serta menilai potensi sinergi atau interaksi negatifnya.. 3. Mengkaji keberlanjutan dan keamanan jangka panjang intervensi non‑farmakologis ini pada populasi ibu hamil multigravida dan pada trimester kedua serta ketiga, sekaligus memantau dampaknya terhadap perkembangan janin dan hasil kelahiran.. Penelitian ini dapat disajikan dalam satu paragraf naratif, dengan penjelasan alur, tujuan, metode, dan manfaat praktis yang dapat diterapkan pada program kesehatan ibu hamil di tingkat posyandu atau puskesmas, sehingga mudah dipahami bagi pembaca awam.

  1. The Effect of Peppermint Aromatherapy and Acupressure on Point P6 to Reduce the Incidence of Emesis Gravidarum... ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK/article/view/5061The Effect of Peppermint Aromatherapy and Acupressure on Point P6 to Reduce the Incidence of Emesis Gravidarum ejournal poltekkes denpasar ac index php JIK article view 5061
Read online
File size293.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test