POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Tingginya berat lahir rendah (BLA) pada bayi merupakan risiko utama untuk stunting dan masalah kesehatan kronis. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara lingkar lengan atas (MUAC), kadar hemoglobin (Hb), dan indeks massa tubuh (BMI) pada wanita hamil dengan kejadian BLA di Puskesmas Sukasada 1, Bali. Metode penelitian bersifat cross‑sectional dengan data sekunder 104 ibu hamil (Juli‑Oktober 2025). Hasil analisis Fishers Exact menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara MUAC, Hb, maupun BMI dengan BLA (p > 0,05). Meski demikian, prevalensi BLA adalah 8,7 % dan 41,3 % ibu mengalami BMI abnormal. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi nutrisi berkelanjutan sebelum dan selama kehamilan untuk menurunkan angka BLA.

Analisis data 104 ibu hamil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara lingkar lengan atas, kadar hemoglobin, dan indeks massa tubuh dengan kejadian berat lahir rendah.Meskipun demikian prevalensi BLA mencapai 8,7 % dan sebagian besar ibu mengalami kondisi nutrisi yang kurang optimal, terutama BMI abnormal.Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan intervensi nutrisi berkelanjutan bagi ibu hamil untuk menurunkan angka BLA.

Dengan memperhatikan bahwa penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara parameter nutrisi di trimester pertama dengan berat lahir rendah, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang melacak perubahan MUAC, Hb, dan BMI sepanjang ketiga trimester untuk menilai dinamika nutrisi yang lebih lengkap. Selanjutnya, perlu dieksplorasi efek intervensi multienzimatik (misalnya suplementasi gizi beragam dan program pelatihan diet) pada ibu hamil di daerah ini, sehingga data kuantitatif mengenai perubahan berat lahir dapat diperoleh. Akhirnya, direncanakan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas program suplementasi gizi di tingkat puskesmas dengan program berbasis rumah sakit di wilayah sejenis, guna menentukan model terbaik yang dapat diadopsi secara luas untuk meminimalisir berat lahir rendah di Indonesia.

  1. Maternal Nutritional Status and Hemoglobin Level as Predictors of Low Birth Weight | Jurnal Ilmiah Kebidanan... doi.org/10.33992/jik.v14i1.5073Maternal Nutritional Status and Hemoglobin Level as Predictors of Low Birth Weight Jurnal Ilmiah Kebidanan doi 10 33992 jik v14i1 5073
Read online
File size448.14 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test