PENELITIMUDAPENELITIMUDA

JURNAL SOCIAL LIBRARYJURNAL SOCIAL LIBRARY

Penelitian dilakukan untuk menguji hubungan simultan antara persepsi pengembangan karir dan masa kerja dengan kepuasan kerja karyawan. Sampel penelitian adalah 50 karyawan bagian produksi CV Bintang Bersinar Jaya Medan yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala persepsi pengembangan karir dan skala kepuasan kerja yang disusun berdasarkan teori yang relevan dan data dokumentasi terkait masa kerja karyawan. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik korelasi ganda. Analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan simultan antara persepsi pengembangan karir dan masa kerja dengan kepuasan kerja karyawan (sig. F change 0,098 > 0,05). Kontribusi atau kontribusi simultan antara variabel persepsi pengembangan karir dan masa kerja terhadap kepuasan kerja karyawan diketahui sebesar 9,4% (R square = 0,094) dan 90,6% lainnya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sampel penelitian diketahui memiliki persepsi pengembangan karir yang positif dan kepuasan kerja yang tinggi.

Tidak ada hubungan simultan antara persepsi pengembangan karir dan masa kerja dengan kepuasan kerja karyawan (sig.Kontribusi atau sumbangan secara simultan variabel persepsi pengembangan karir dan masa kerja terhadap kepuasan kerja karyawan diketahui sebesar 9,4% dan 90,6% lainnya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Karyawan CV Bintang Bersinar Jaya Medan diketahui memiliki persepsi pengembangan karir yang tergolong positif dan kepuasan kerja yang tergolong tinggi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi pengembangan karir dan masa kerja tidak signifikan memengaruhi kepuasan kerja, yang artinya ada faktor lain yang jauh lebih dominan. Karena itu, penelitian selanjutnya bisa berfokus untuk mengungkap apa saja faktor-faktor misterius tersebut, misalnya dengan melakukan wawancara mendalam kepada karyawan untuk memahami sumber kepuasan mereka secara pribadi. Ide lain yang menarik untuk diteliti adalah mengapa karyawan justru merasa puas tinggi meskipun merasa karirnya stagnan; apakah karena gaji yang cukup, hubungan baik dengan rekan, atau alasan lain di luar naik jabatan? Selain itu, untuk memecah kebuntuan ini, penelitian baru dapat menguji langsung efektivitas dari sebuah program intervensi. Pertanyaannya, apakah pelatihan keterampilan baru atau sistem promosi yang lebih transparan benar-benar dapat meningkatkan kepuasan kerja di masa depan, bukan hanya sekadar mengukur persepsi semata? Dengan meneliti arah ini, kita bisa mendapatkan solusi yang lebih konkret bagi perusahaan.

  1. Hubungan Antara Persepsi Pengembangan Karir Dan Masa Kerja Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Bagian... doi.org/10.51849/sl.v1i2.37Hubungan Antara Persepsi Pengembangan Karir Dan Masa Kerja Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Bagian doi 10 51849 sl v1i2 37
  1. #pengetahuan siswa#pengetahuan siswa
  2. #berat lahir#berat lahir
Read online
File size309.11 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1ct
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test