POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Kunjungan pertama perawatan antenatal (K1) merupakan komponen penting layanan kesehatan ibu yang bertujuan mendeteksi risiko kehamilan secara dini dan melakukan intervensi tepat waktu, idealnya sebelum 12 minggu kehamilan. Namun, banyak ibu hamil masih melakukan kunjungan pertama terlambat, yang meningkatkan risiko bagi ibu dan janin. Pada UPTD Puskesmas Klungkung II, cakupan K1 menurun menjadi 58,18% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, pendidikan, pekerjaan, dan kelahiran dengan ketepatan kunjungan K1. Metode penelitian kuantitatif cross‑sectional dilakukan pada periode April–Mei 2025 dengan sampel keseluruhan 82 ibu hamil trimester pertama yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis menggunakan uji Chi‑Square menunjukkan bahwa 82,9% responden melakukan kunjungan K1 tepat waktu. Meskipun proporsi kunjungan tepat waktu lebih tinggi pada usia 20‑35 tahun, pendidikan sekunder, ibu rumah tangga, dan kelahiran ≤3, perbedaan tersebut tidak signifikan (p > 0,05). Faktor demografis tidak menjadi penentu utama ketepatan kunjungan K1. Upaya harus difokuskan pada edukasi kesehatan, akses layanan, dan dukungan keluarga untuk meningkatkan utilitas kunjungan antenatal yang tepat waktu.
Mayoritas ibu hamil di UPTD Puskesmas Klungkung II berada pada usia tidak berisiko (20‑35 tahun), memiliki pendidikan sekunder, tidak bekerja, dan memiliki kelahiran ≤3, serta melakukan kunjungan perawatan antenatal pertama (K1) tepat waktu.Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, maupun kelahiran dengan ketepatan kunjungan K1.Oleh karena itu, faktor demografis tidak menjadi penentu utama, dan perhatian harus diarahkan pada edukasi kesehatan, akses layanan, dan dukungan keluarga.
Perlu dilakukan studi intervensi yang membandingkan efektivitas program edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan program digital (misalnya aplikasi mobile) untuk meningkatkan ketepatan kunjungan K1 di daerah sejenis. Selanjutnya, penelitian longitudinal berlangganan merumuskan faktor psikososial yang mempengaruhi keputusan ibu hamil dalam memilih tempat perawatan antenatal, sehingga dapat mengidentifikasi hambatan yang tidak terselidiki melalui pendekatan kualitatif. Akhirnya, kajian multi‑pusat yang melibatkan beberapa puskesmas di Bali diperlukan untuk mengevaluasi variabilitas layanan dan kebijakan lokal serta menguji generalisasi temuan ini ke konteks daerah lain di Indonesia.
| File size | 313.93 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UWKSUWKS Faktor sosial budaya, adat, dan tradisi berperan penting dalam membentuk pola asuh, perilaku makan, serta akses gizi dalam keluarga, yang secara tidakFaktor sosial budaya, adat, dan tradisi berperan penting dalam membentuk pola asuh, perilaku makan, serta akses gizi dalam keluarga, yang secara tidak
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur naratif untuk mensintesis bukti konseptual dan empiris dari jurnal akademik, artikel ilmiah, danMetode: Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur naratif untuk mensintesis bukti konseptual dan empiris dari jurnal akademik, artikel ilmiah, dan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Metode implementasi meliputi persiapan modul, sosialisasi kepada anak dan orang tua, penggunaan media interaktif seperti Pohon Kehidupan dan Kuis Pesawat,Metode implementasi meliputi persiapan modul, sosialisasi kepada anak dan orang tua, penggunaan media interaktif seperti Pohon Kehidupan dan Kuis Pesawat,
UNTADUNTAD Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkanPenelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan
UNIPMAUNIPMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan tindakan pengusaha UMKM diukur melalui tiga komponen: kognitif, afektif, dan konatif. Namun, jawaban informanHasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan tindakan pengusaha UMKM diukur melalui tiga komponen: kognitif, afektif, dan konatif. Namun, jawaban informan
LASIGOLASIGO Sedangkan tingkat pendidikan formal dan pengalaman investasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga praktik belajar dan sumber informasiSedangkan tingkat pendidikan formal dan pengalaman investasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga praktik belajar dan sumber informasi
SINERGISSINERGIS Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 maka semakin baik juga upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap COVID-19 danSemakin baik tingkat pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 maka semakin baik juga upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap COVID-19 dan
UMAUMA 23 Tahun 2002, sudah sangat baik dan sesuai hukum. Namun, selain sarana penal, upaya non-penal seperti pencegahan melalui moralistik dan abolisionik perlu23 Tahun 2002, sudah sangat baik dan sesuai hukum. Namun, selain sarana penal, upaya non-penal seperti pencegahan melalui moralistik dan abolisionik perlu
Useful /
PUBLINEPUBLINE Faktor-faktor seperti kompensasi, lingkungan kerja, hubungan interpersonal, dan peluang pengembangan karier menjadi komponen krusial. Untuk memaksimalkanFaktor-faktor seperti kompensasi, lingkungan kerja, hubungan interpersonal, dan peluang pengembangan karier menjadi komponen krusial. Untuk memaksimalkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara CED dan insiden BLR di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung. Penelitian ini menyimpulkan bahwaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara CED dan insiden BLR di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
UNMUHUNMUH Berdasarkan hasil analisa data penelitian, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut. (1) Nilai kekerasan tertinggi pada daerah pengelasan logamBerdasarkan hasil analisa data penelitian, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut. (1) Nilai kekerasan tertinggi pada daerah pengelasan logam
UNMUHUNMUH Pengelasan MIG dengan variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 251,25 N/mm2. Secara umum, kekuatan tarik pada pengelasanPengelasan MIG dengan variasi media pendingin air garam menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 251,25 N/mm2. Secara umum, kekuatan tarik pada pengelasan