POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Pengembangan anak pada usia balita merupakan proses penting yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, nutrisi, dan rangsangan. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan status gizi dan perkembangan anak berusia 2–5 tahun di wilayah Puskesmas Seyegan. Metode deskriptif kuantitatif dengan desain survei lintas sektoral melibatkan 103 partisipan menggunakan kuesioner KPSP untuk perkembangan dan pengukuran antropometri (berat dan tinggi) untuk status gizi. Analisis spearman menunjukkan hubungan signifikan (p < 0.001) dengan koefisien korrelasi 0.340, berarti status gizi menjelaskan 11,6 % variasi perkembangan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak dengan status gizi normal cenderung mencapai perkembangan normal, sementara anak dengan status gizi abnormal lebih sering mengalami perkembangan mencurigakan atau menurun.
Status gizi berbobot terhadap tinggi (WHZ) berperan signifikan dalam perkembangan anak usia 2–5 tahun di wilayah Puskesmas Seyegan.Hasil menunjukkan kesimpulan bahwa anak dengan status gizi normal lebih cenderung menampilkan perkembangan yang normal, sedangkan anak dengan kondisi gizi abnormal berisiko mengalami keterlambatan perkembangan.Perlu upaya terpadu antara tenaga kesehatan dan keluarga untuk memantau dan meningkatkan status gizi serta rangsangan perkembangan pada balita.
Pertama, kaji keterkaitan antara praktik pemberian ASI eksklusif serta pendekatan pemberian makanan pendamping ASI (MP‑ASI) dengan hasil perkembangan motorik dan kognitif pada balita, sehingga dapat mengidentifikasi faktor intervensi di tingkat pemberian ASI yang optimal. Kedua, lakukan studi longitudinal yang melacak perubahan status gizi dan perkembangan anak dari usia 2 hingga 5 tahun, agar dapat memahami dinamika perkembangan dan menentukan titik kritis intervensi. Ketiga, teliti pengaruh program edukasi dan stimulasi perkembangan di posyandu terhadap perubahan perilaku orang tua, guna menilai efektivitas pelatihan yang melibatkan aspek pelatihan pemberian nutrisi dan rangsangan perkembangan secara bersamaan.
| File size | 385.52 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UWMYUWMY Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan nilai norma sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa di SDTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan nilai norma sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa di SD
UMJ PremiumUMJ Premium Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi fast food, status gizi, dan aktivitas fisik terhadap gangguan menstruasi pada siswi SMANTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi fast food, status gizi, dan aktivitas fisik terhadap gangguan menstruasi pada siswi SMAN
UMJ PremiumUMJ Premium Latar Belakang: Saat ini, hiperglikemia dapat menyerang siapa saja dikarenakan pola hidup individu yang kurang sehat, terutama dalam pengkonsumsian makanan.Latar Belakang: Saat ini, hiperglikemia dapat menyerang siapa saja dikarenakan pola hidup individu yang kurang sehat, terutama dalam pengkonsumsian makanan.
STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (P>0,05), dan tidak terdapat hubungan antara aktivitasHasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (P>0,05), dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas
ILININSTITUTEILININSTITUTE Program pendampingan berbasis sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi remaja, termasuk anemia dan pencegahannya,Program pendampingan berbasis sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi remaja, termasuk anemia dan pencegahannya,
UnmulUnmul Latar Belakang: Selama masa remaja, terjadi perubahan yang cepat yang memengaruhi kebutuhan nutrisi dari makanan yang mereka makan. Masalah kesehatan seringLatar Belakang: Selama masa remaja, terjadi perubahan yang cepat yang memengaruhi kebutuhan nutrisi dari makanan yang mereka makan. Masalah kesehatan sering
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Faktor penyebab meliputi kurangnya pengetahuan gizi orang tua, pola asuh yang kurang optimal, lingkungan tidak higienis, dan infeksi berulang. SimpulanFaktor penyebab meliputi kurangnya pengetahuan gizi orang tua, pola asuh yang kurang optimal, lingkungan tidak higienis, dan infeksi berulang. Simpulan
UWMYUWMY Terdapat pula hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di pesantren tersebut. Kedua faktor, yaitu pola makan danTerdapat pula hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di pesantren tersebut. Kedua faktor, yaitu pola makan dan
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, maupun kelahiran dengan ketepatan kunjungan K1. Oleh karena itu, faktor demografisTidak terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, maupun kelahiran dengan ketepatan kunjungan K1. Oleh karena itu, faktor demografis
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Di Indonesia, kasus IMS menunjukkan peningkatan konsisten. Data nasional menunjukkan kenaikan dari 36.902 kasus pada tahun 2021 menjadi 57.299 kasus padaDi Indonesia, kasus IMS menunjukkan peningkatan konsisten. Data nasional menunjukkan kenaikan dari 36.902 kasus pada tahun 2021 menjadi 57.299 kasus pada
UPNVJUPNVJ Penumpukan kasus di Pengadilan Pajak serta tingginya jumlah permohonan peninjauan kembali menunjukkan adanya masalah struktural yang mendalam. Solusi sepertiPenumpukan kasus di Pengadilan Pajak serta tingginya jumlah permohonan peninjauan kembali menunjukkan adanya masalah struktural yang mendalam. Solusi seperti
UPNVJUPNVJ Salah satu tujuan utama penerapan Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) adalah upaya pemerintah untuk memperkuat sistem desentralisasiSalah satu tujuan utama penerapan Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) adalah upaya pemerintah untuk memperkuat sistem desentralisasi