UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Latar Belakang: Selama masa remaja, terjadi perubahan yang cepat yang memengaruhi kebutuhan nutrisi dari makanan yang mereka makan. Masalah kesehatan sering muncul pada masa ini, termasuk masalah gizi yang timbul selama pertumbuhan dan perkembangan remaja. Uang saku yang diterima remaja dapat memengaruhi seberapa sering mereka memilih makanan cepat saji. Semakin besar jumlah uang saku yang dimiliki, semakin sering mereka cenderung mengonsumsi makanan cepat saji karena biasanya uang itu digunakan untuk membeli makanan tidak sehat yang tinggi lemak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara jumlah uang saku yang dimiliki dengan status gizi siswa di SMPN 1 Karawang Barat. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi yang diuji menggunakan teknik total sampling, yang berarti semua siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat, sebanyak 37 siswa, diikutsertakan dalam penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner melalui Google Form, timbangan berat badan, dan stature meter, Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman. Hasil: Analisis univariat menunjukkan uang saku per hari responden sebagian besar dalam kategori rendah (48,6%), uang saku yang digunakan untuk membeli makanan dan minuman per hari sebagian besar dalam kategori sedang (40,5%), dan status gizi responden sebagian besar dalam kategori gizi baik (62,2%). Analisis statistik diperoleh nilai p-value 0,471 untuk uang saku per hari dan p-value 0,186 untuk uang saku yang digunakan untuk membeli makanan dan minuman per hari. Oleh karena itu, dengan nilai p-value tersebut, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan status gizi siswa SMPN 1 Karawang Barat. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor uang saku tidak berpengaruh terhadap status gizi remaja.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan status gizi siswa SMPN 1 Karawang Barat.Faktor uang saku tidak berpengaruh terhadap status gizi remaja.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh pola konsumsi makanan yang lebih spesifik, seperti konsumsi makanan cepat saji atau makanan bergizi, terhadap status gizi remaja. 2. Penelitian dapat mengembangkan intervensi berbasis sekolah yang menggabungkan edukasi gizi dengan pengawasan lingkungan makanan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pemilihan makanan sehat. 3. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran pengawasan orang tua dan kebijakan sekolah dalam memengaruhi pola makan dan status gizi siswa, terutama dalam konteks uang saku yang diberikan.

Read online
File size252.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test