STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA
Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan PembangunanSalah satu masalah pada masa nifas adalah payudara bengkak atau bendungan ASI. Penyebab terjadinya bendungan ASI adalah ASI yang tidak segera dikeluarkan, menyebabkan payudara bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada ibu nifas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi, yaitu dengan menjelaskan konsep atau fenomena pengalaman pada setiap individu. Penelitian ini dilakukan pada ibu nifas yang mengalami bendungan ASI di BPM Sri Nirmala Palembang sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan memberikan pemahaman yang lebih besar. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti mengenai bendungan ASI ibu nifas yaitu: 1) pembengkakan payudara karena terlambat menyusui 2) terjadi bendungan ASI 3) kebersihan payudara. Perawatan payudara dan puting sangat penting dalam proses laktasi bagi ibu dalam melewati masa-masa awal menyusui yang kadang terasa sangat berat. Simpulan dari wawancara dan observasi pada Ny. Y dan Ny. W adalah tidak sebaiknya melakukan perawatan payudara seperti yang dijelaskan oleh bidan.
W tidak sepemuhnya melakukan payudara yang seperti dijelaskan oleh bidan yaitu perawatan dengan mencuci tangan terlebih dahulu dulu setelah itu dikasih baby oil atau minyak kelapa boleh, diurutkan itu ditotok –totok dulu sesudah itu baru diurut dari pangkal payudara sampai putting susu, sampai semua kena urut, setelah itu sanggah payudara dengan tangan kiri atau kanan boleh terus kedua sisi jari di urut dari pangkal payudara trus dilepas pelan-pelan.Ibu hanya melakukan perawatan payudara menggunakan minyak kelapa dengan mengurut-urut payudara dari pangkal sampai putting susu.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang dampak bendungan ASI pada bayi dan cara-cara praktis untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Selain itu, penelitian tentang efektivitas berbagai metode perawatan payudara dan puting dalam proses laktasi juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Terakhir, studi tentang pengalaman ibu nifas dalam menghadapi bendungan ASI dan strategi mereka dalam mengatasi masalah ini dapat memberikan wawasan yang berharga.
| File size | 411.81 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Kegiatan ini berkontribusi terhadap pemulihan masyarakat tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, keterampilan, dan ketahananKegiatan ini berkontribusi terhadap pemulihan masyarakat tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, keterampilan, dan ketahanan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI kualitas hidup untuk kelompok intervensi terjadi peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan P-Value < 0,005. sedangkan pada kelompok kontrol tidakkualitas hidup untuk kelompok intervensi terjadi peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan P-Value < 0,005. sedangkan pada kelompok kontrol tidak
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode penelitian yang digunakanTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode penelitian yang digunakan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuanApabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI 000>0. 05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Berdasarkan analisis000>0. 05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Berdasarkan analisis
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hasil frekuensi kualitas tidur setelah mendapat intervensi SHM selama 15 hari meningkat dalam kategori baik sebanyak 25 responden (75,8%). Penggunaan ujiHasil frekuensi kualitas tidur setelah mendapat intervensi SHM selama 15 hari meningkat dalam kategori baik sebanyak 25 responden (75,8%). Penggunaan uji
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Penting untuk mengembangkan kesadaran akan tipe kepribadian guna meningkatkan keterampilan interpersonal dan kualitas pelayanan keperawatan. PemahamanPenting untuk mengembangkan kesadaran akan tipe kepribadian guna meningkatkan keterampilan interpersonal dan kualitas pelayanan keperawatan. Pemahaman
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI diperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian inidiperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini
Useful /
IDID Program dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 28 petani jeruk dan perangkat Desa Samar. IntervensiProgram dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 28 petani jeruk dan perangkat Desa Samar. Intervensi
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Ada hubungan antara paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan tahun 2020. Ada hubungan antara pendidikanAda hubungan antara paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan tahun 2020. Ada hubungan antara pendidikan
UNIKAUNIKA Dari hasil perbandingan perhitungan manual dengan model Rodit diperoleh hasil Qu = 1. 195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasiDari hasil perbandingan perhitungan manual dengan model Rodit diperoleh hasil Qu = 1. 195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi
UNIKAUNIKA Hasil perencanaan pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 13 cm. Perencanaan desain balok BI‑A = 350 x 700 mm, BI‑B = 250 x 500 mm, BA = 200 x 300Hasil perencanaan pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 13 cm. Perencanaan desain balok BI‑A = 350 x 700 mm, BI‑B = 250 x 500 mm, BA = 200 x 300