ISI YogyakartaISI Yogyakarta
Resital: Jurnal Seni PertunjukanResital: Jurnal Seni PertunjukanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik musikal Lagu Rakyat Pingxian di Distrik Pingan, Provinsi Qinghai, dengan fokus khusus pada fungsinya sebagai narasi budaya. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan analisis etnomusikologis, observasi lapangan, dan kerangka interpretatif untuk mengkaji empat dimensi utama: struktur lirik dan penggunaan bahasa, pola irama dan ornamen vokal, sistem melodik dan modal, serta simbolisme budaya yang tertanam dalam konteks pertunjukan. Temuan menunjukkan bahwa lagu rakyat Pingxian memiliki bentuk lirik khas yang dikenal sebagai struktur 3,5 baris, yang menggunakan perpaduan antara bahasa Mandarin dan dialek lokal, mencerminkan identitas linguistik regional. Gaya irama yang fleksibel, sering diatur oleh napas dan emosi, didukung oleh penggunaan tradisional Paiban sebagai alat perkusi penanda waktu. Garis melodi mengikuti sistem modal yang mampu modulasi simbolis, seperti transisi antara Bb Gong dan C Shang Qingyue, untuk mengekspresikan perubahan kondisi emosional dan ritual. Secara budaya, lagu-lagu ini menyandikan memori etnis dan nilai-nilai sosial melalui narasi simbolis yang mengacu pada mitos lokal, tokoh leluhur, dan citra alam. Pertunjukan lagu ini terintegrasi erat dalam ritual, festival musiman, dan setting pendidikan informal, sehingga berfungsi sebagai wahana dinamis untuk transmisi warisan budaya takbenda. Karakteristik musikal ini secara kolektif menegaskan peran Lagu Rakyat Pingxian sebagai media untuk memelihara identitas etnis dan keberlanjutan budaya. Penelitian ini menekankan perlunya memahami musik rakyat sebagai bentuk seni sonik sekaligus praktik budaya. Disarankan agar penelitian lanjutan mengeksplorasi sistem modal komparatif di berbagai tradisi rakyat di kawasan budaya Hehuang serta integrasi unsur lagu rakyat Pingxian ke dalam platform pendidikan dan digital kontemporer untuk mendukung pelestarian warisan yang berkelanjutan.
Karakteristik musikal Lagu Rakyat Pingxian, termasuk struktur lirik 3,5 baris, penggunaan dialek lokal, sistem modal yang dinamis, dan konteks pertunjukan ritual, menunjukkan bahwa lagu ini bukan sekadar ekspresi seni melainkan mekanisme budaya untuk mempertahankan identitas etnis dan keberlanjutan budaya.Lagu ini berfungsi sebagai wahana transmisi warisan takbenda melalui narasi simbolis yang mengandung nilai moral, memori kolektif, dan hubungan dengan alam.Pelestariannya perlu difasilitasi melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan, pemanfaatan media digital, dan penguatan partisipasi masyarakat lokal.
Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif sistem modal Lagu Rakyat Pingxian dengan tradisi musik rakyat etnis lain di kawasan Hehuang untuk memahami dinamika adaptasi budaya dan pengaruh saling antaretnis dalam bentuk musikal. Kedua, dapat dikembangkan studi tentang efektivitas integrasi elemen musik Pingxian ke dalam kurikulum sekolah dasar di daerah asalnya, dengan fokus pada bagaimana pembelajaran ini memengaruhi pemahaman budaya dan identitas etnis siswa usia muda. Ketiga, perlu dieksplorasi pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi interaktif atau platform media sosial berbasis lokal untuk mendokumentasikan, menyebarkan, dan mempopulerkan lagu rakyat Pingxian, dengan melibatkan generasi muda sebagai produsen konten budaya agar pelestarian warisan ini menjadi praktik hidup yang relevan di era modern.
- Peculiarities of Singing in Chinese Popular and Traditional Music: Influence of Musical Genres on Vocals... doi.org/10.5216/MH.V22.73226Peculiarities of Singing in Chinese Popular and Traditional Music Influence of Musical Genres on Vocals doi 10 5216 MH V22 73226
- The Optimization of Curriculum System for Music Education Professionals in the Inheritance and Transmission... doi.org/10.55014/PIJ.V8I2.801The Optimization of Curriculum System for Music Education Professionals in the Inheritance and Transmission doi 10 55014 PIJ V8I2 801
- Enhancing Education and Literacy through the Transmission of Tibetan Folk Music Performing Art in Qinghai... doi.org/10.7575/aiac.ijels.v.11n.4p.151Enhancing Education and Literacy through the Transmission of Tibetan Folk Music Performing Art in Qinghai doi 10 7575 aiac ijels v 11n 4p 151
| File size | 1.56 MB |
| Pages | 31 |
| DMCA | Report |
Related /
BPKBPK Employing a case study methodology, the research focused on the Jombang regional government, which has a regional tax ratio of 0. 6%, significantly lowerEmploying a case study methodology, the research focused on the Jombang regional government, which has a regional tax ratio of 0. 6%, significantly lower
STAIMUNSTAIMUN Dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peran supervisi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan non-direktif dengan tujuan ingin meningkatkan keterampilanDilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peran supervisi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan non-direktif dengan tujuan ingin meningkatkan keterampilan
UNUDUNUD Teori hermeneutika Ricoeur menjadi landasan analisis, menempatkan teks sebagai fondasi interpretasi konteks sosial dan ideologisnya. Temuan menunjukkanTeori hermeneutika Ricoeur menjadi landasan analisis, menempatkan teks sebagai fondasi interpretasi konteks sosial dan ideologisnya. Temuan menunjukkan
RISETPRESSRISETPRESS Berdasarkan pendekatan kualitatif, pertemuan virtual diadakan dengan tiga anggota LSM Safe Palestine. Pemilihan LSM ini didasarkan pada bantuan khususBerdasarkan pendekatan kualitatif, pertemuan virtual diadakan dengan tiga anggota LSM Safe Palestine. Pemilihan LSM ini didasarkan pada bantuan khusus
ISI YogyakartaISI Yogyakarta The analysis is carried out by reinterpreting the thoughts and experience of the pengrawit through practical reality. The interpretation uses the interpretationThe analysis is carried out by reinterpreting the thoughts and experience of the pengrawit through practical reality. The interpretation uses the interpretation
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi-partisipasi. Penulis mengikuti dalam peristiwa-persitiwaPenelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi-partisipasi. Penulis mengikuti dalam peristiwa-persitiwa
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Berdasarkan analisis matriks strategi grand, pemerintah Kota Serang berada pada kuadran I yang menandakan posisi strategis unggul, sehingga perlu mempertahankanBerdasarkan analisis matriks strategi grand, pemerintah Kota Serang berada pada kuadran I yang menandakan posisi strategis unggul, sehingga perlu mempertahankan
STIE DEWANTARASTIE DEWANTARA Aparat desa diharapkan mampu bekerja dengan cepat, efektif dan efisien agar masyarakat dan terlayani dengan baik. Hal ini perlu ditunjang dengan kemampuanAparat desa diharapkan mampu bekerja dengan cepat, efektif dan efisien agar masyarakat dan terlayani dengan baik. Hal ini perlu ditunjang dengan kemampuan
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sampel dalam penelitian sebanyak 6 orang dengan Teknik Non Probability sampling yaitu Purposive Sampling. Variabel dependennya adalah resiko neuropatik.Sampel dalam penelitian sebanyak 6 orang dengan Teknik Non Probability sampling yaitu Purposive Sampling. Variabel dependennya adalah resiko neuropatik.
UNUDUNUD Dalam konteks pengaruh kuat agama Hindu di Bali, masyarakat Loloan berusaha mempertahankan warisan linguistik dan budaya mereka melalui tradisi lisan sepertiDalam konteks pengaruh kuat agama Hindu di Bali, masyarakat Loloan berusaha mempertahankan warisan linguistik dan budaya mereka melalui tradisi lisan seperti
UNUDUNUD Data wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif oleh Braun & Clarke dan menunjukkan bahwa kehidupan yang bermakna bagi perempuan lajangData wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif oleh Braun & Clarke dan menunjukkan bahwa kehidupan yang bermakna bagi perempuan lajang
UNUDUNUD Tanda atas-bawah dominan dalam kategori museum, sementara tanda bawah-atas paling dominan dalam kategori buatan manusia. Temuan ini menunjukkan peran pentingTanda atas-bawah dominan dalam kategori museum, sementara tanda bawah-atas paling dominan dalam kategori buatan manusia. Temuan ini menunjukkan peran penting