UEUUEU
Lex JurnalicaLex JurnalicaTindak pidana korupsi merupakan perbuatan yang dilakukan oleh tidak sembarang orang, perbuatan pidana yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan. Banyak pelaku tindak pidana korupsi dapat dengan lihai menutupi perbuatannya, yang pada akhirnya aparat penegak hukum kesulitan dalam mencari alat bukti yang dapat menjerat pelaku tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, dengan model pembalikan beban pembuktian diharapkan dapat menjerat para pelaku tindak pidana korupsi yang dengan lihai menyimpan bukti-bukti kejahatannya. Permasalahan dalam penelitian ini berbicara mengenai penerapan beban pembuktian terbalik dalam perkara tindak pidana korupsi sebagai bentuk perluasan dari hukum formil dan keefektifitasan beban pembuktian terbalik.
Penerapan beban pembuktian terbalik dalam tindak pidana korupsi merupakan pembaharuan atau perluasan dalam hukum formil, yang mana saat ini pada beberapa perkara tindak pidana korupsi dalam hal pembuktian dilakukan juga oleh terdakwa sehingga, pembuktian yang pada umumnya dikenal di Indonesia dengan pembuktian negative wettelijk yang mana jaksa penuntut, dengan adanya beban pembuktian terbalik, untuk memberikan pembuktian mengenai asal usul hartanya dikarenakan adanya kejanggalan terhadap harta yang dimilikinya.Dalam sistem peradilan pidana, mengukur ke-efektifitasan beban pembuktian terbalik dapat dipandang dari dua sudut, yakni sudut terdakwa dalam hal keadilan dan sudut negara dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi.Jika dipandang dari sudut terdakwa, maka akan berkaitan terhadap teori hukum khususnya rasa keadilan, bahwa terdakwa memiliki kesempatan untuk dapat membuktikan bahwa perbuatannya bukanlah perbuatan pidana, namun hal ini akan bertolak belakang yang menjadikan tidak efektif dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.Jika berdasarkan sudut pandang negara sebagai korban dari tindak pidana korupsi, maka beban pembuktian terbalik menjadi sangat efektif jika penuntut umum minim akan alat bukti dan terdakwa tidak dapat membuktikan asal usul harta bendanya.
Untuk meningkatkan efektivitas pembalikan beban pembuktian dalam sistem peradilan tindak pidana korupsi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi dan penerapan sistem ini dalam praktik. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi tantangan serta hambatan yang dihadapi dalam penerapan sistem pembalikan beban pembuktian, serta mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada aspek-aspek seperti efektivitas sistem dalam menjerat pelaku korupsi, dampak sistem terhadap proses peradilan, dan bagaimana sistem ini dapat ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam pemberantasan korupsi.
| File size | 184.92 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UEUUEU Jaksa yang membuat surat dakwaan telah melanggar kode etik berupa nilai keutamaan seperti integrtas, profesionalitas dan kebijaksanaan serta tidak menjalankanJaksa yang membuat surat dakwaan telah melanggar kode etik berupa nilai keutamaan seperti integrtas, profesionalitas dan kebijaksanaan serta tidak menjalankan
IKHAFIIKHAFI Selain itu, pelatihan dan sosialisasi pegawai memungkinkan penggunaan aplikasi secara mandiri, sehingga sistem dapat beroperasi secara berkelanjutan. DenganSelain itu, pelatihan dan sosialisasi pegawai memungkinkan penggunaan aplikasi secara mandiri, sehingga sistem dapat beroperasi secara berkelanjutan. Dengan
UEUUEU Impor pakaian bekas ilegal melalui penyelundupan balpres telah menjadi ancaman serius terhadap ketertiban hukum nasional, kesehatan masyarakat, dan stabilitasImpor pakaian bekas ilegal melalui penyelundupan balpres telah menjadi ancaman serius terhadap ketertiban hukum nasional, kesehatan masyarakat, dan stabilitas
UEUUEU Bahan hukum penelitian terdiri dari primer dan sekunder, menggunakan teknik pengumpulan bahan hukum kepustakaan, analisis kualitatif, serta teknik penarikanBahan hukum penelitian terdiri dari primer dan sekunder, menggunakan teknik pengumpulan bahan hukum kepustakaan, analisis kualitatif, serta teknik penarikan
UNPABUNPAB Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya mengelola SDM secara optimal, UD. Kreasi Lutvi perlu memperhatikan beberapa aspek penting, yaitu: (1) KetidakseimbanganHasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya mengelola SDM secara optimal, UD. Kreasi Lutvi perlu memperhatikan beberapa aspek penting, yaitu: (1) Ketidakseimbangan
UMPARUMPAR Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data Laporan Tahunan perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi diPenelitian ini menggunakan data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data Laporan Tahunan perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di
UBHARAUBHARA Berdasarkan hal ini, dilakukan studi untuk menemukan mikrokontroler dengan kemampuan pemrosesan data yang baik. Dalam studi ini menggunakan mikrokontrolerBerdasarkan hal ini, dilakukan studi untuk menemukan mikrokontroler dengan kemampuan pemrosesan data yang baik. Dalam studi ini menggunakan mikrokontroler
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Bahan hukum primer berwujud undang-undang mempergunakan prosedur inventarisasi maupun kategorisasi. Bahan hukum yang didapat setelah dihimpun dan disusun,Bahan hukum primer berwujud undang-undang mempergunakan prosedur inventarisasi maupun kategorisasi. Bahan hukum yang didapat setelah dihimpun dan disusun,
Useful /
UEUUEU Perlindungan fungsi reproduksi ini antaranya ialah menstruasi, mengandung, melahirkan dan menyusui. Perlindungan ini memberikan hal positif bagi pekerjaPerlindungan fungsi reproduksi ini antaranya ialah menstruasi, mengandung, melahirkan dan menyusui. Perlindungan ini memberikan hal positif bagi pekerja
UBHARAUBHARA Metode Logistic Regression dengan SMOTE menunjukkan performa terbaik dengan akurasi 89,28%, presisi rata-rata 89,5%, recall rata-rata 89,75%, dan skorMetode Logistic Regression dengan SMOTE menunjukkan performa terbaik dengan akurasi 89,28%, presisi rata-rata 89,5%, recall rata-rata 89,75%, dan skor
UBHARAUBHARA Prototipe Automatic Transfer Switch (ATS) untuk PLN dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah dirancang dan diimplementasikan. Sistem PLTS terdiriPrototipe Automatic Transfer Switch (ATS) untuk PLN dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah dirancang dan diimplementasikan. Sistem PLTS terdiri
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain satu kelompok pre-test‑post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test sebanyakMetode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain satu kelompok pre-test‑post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test sebanyak