BIARJOURNALBIARJOURNAL

Lakhomi Journal Scientific Journal of CultureLakhomi Journal Scientific Journal of Culture

Doro Wet, sup ayam pedas khas Ethiopia, merupakan pusat budaya Gereja Ortodoks Ethiopia namun simbolisme spiritual dan sejarahnya masih jarang diteliti. Penelitian ini menggunakan sampel etnografis bertingkat 250 orang Ortodoks (125 pria, 125 wanita) dari lima kota di Ethiopia untuk menggali makna simbolis secara biblikal, komunitas, dan regional. Hasil temuan menunjukkan bahwa dua belas potongan ayam melambangkan para rasul atau suku Israel (94,8 %), telur rebus melambangkan kebangkitan (100 %), berbere menunjukkan semangat rohaniah (91,2 %), dan injera menjadi “Roti Hidup (100 %). Doro Wet juga mempererat hubungan sosial melalui gursha (98,4 %) dan persiapan devosional (91,6 %). Variasi regional di Ethiopia Timur tidak signifikan, namun penggunaannya disesuaikan secara praktis (misalnya injera sorgum). Erosi generasi muncul; peserta usia 20‑30 tahun menurunkan penyampaian narasi leluhur setengah dibandingkan yang >45 tahun (41 % vs. 98 %). Sebagian kecil (11,6 %) menolak kebenaran historis Solomon namun tetap memelihara praktik. Kesimpulan menyoroti pentingnya dokumentasi lisan, bengkel dapur antar generasi, dan penelitian diaspora untuk melestarikan warisan tak ternilai.

Doro Wet berfungsi sebagai artefak teologi dan budaya yang menyatukan identitas Kristen Ethiopia melalui simbol biblikal, praktik komunitas, dan tradisi lisan.Meskipun makna simbolisnya masih kuat, penetrasi generasi menurunkan pengetahuan teknis dan narasi lisan, sementara skeptisisme minoritas menolak narasi historis Meja.Oleh karena itu, upaya pelestarian harus difokuskan pada dokumentasi oral dan pendidikan intergenerasi.

Pertanyaan penelitian baru yang dapat diajukan meliputi: (1) Bagaimana perubahan pola diet urban dan penggunaan bahan teknologi modern memengaruhi persepsi simbolik Doro Wet di kalangan generasi muda? (2) Apakah bentuk adaptasi kuliner Doro Wet di komunitas diaspora Ethiopia tetap mempertahankan elemen keagamaan, dan faktor-faktor apa yang mendorong perubahan makna tersebut? (3) Bagaimana peran kue tradisional lokal di wilayah Muslim di Ethiopia Timur dapat dipertukarkan ke dalam praktik Doro Wet untuk memperkuat identitas keagamaan sekaligus membuka dialog interfaith?.

  1. Structural anthropology. By Claude Levi‐Strauss. xxii 410 pp. Basic Books, New York, 1963.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ajpa.1330220329Structural anthropology By Claude LeviyAAAaStrauss xxii 410 pp Basic Books New York 1963 onlinelibrary wiley doi 10 1002 ajpa 1330220329
Read online
File size825.71 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test