CAHAYA ICCAHAYA IC

Integrated Science Education JournalIntegrated Science Education Journal

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan taksonomi pertanyaan spesifik berdasarkan kekurangan dalam tiga jenis penalaran logis: induktif, deduktif, dan hipotetis. Penelitian ini juga bertujuan untuk memvalidasi kualitas taksonomi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan yang menggabungkan pendekatan deduktif dengan analisis data empiris untuk mengembangkan dan memvalidasi taksonomi pertanyaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode pengambilan sampel yang nyaman, di mana 57 pertanyaan dipilih dari 1.164 pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pascasarjana di sebuah universitas di Jepang. Data pertanyaan dikategorikan oleh dua penilai. Statistik deskriptif dan metode koefisien kappa digunakan untuk memverifikasi kualitas pengkategorian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taksonomi pertanyaan spesifik terdiri dari sembilan kategori, dengan tiga kategori untuk setiap jenis penalaran logis. Hasil penilaian komprehensivitas menunjukkan bahwa semua pertanyaan dimasukkan ke dalam satu kategori, dengan setidaknya satu pertanyaan dalam setiap kategori. Hasil untuk eksklusivitas dan obyektivitas menunjukkan koefisien kappa yang tinggi, menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi antara penilai. Namun, ada beberapa kebingungan di antara kategori pertanyaan dalam metode penalaran yang sama selama proses pengkategorian. Keunikan penelitian ini adalah pengembangan taksonomi pertanyaan spesifik berdasarkan kekurangan penalaran logis. Kerangka kerja ini memfasilitasi desain strategi yang memungkinkan pembelajar menghasilkan pertanyaan spesifik. Metode penugasan pertanyaan yang diusulkan memungkinkan penilaian obyektif kemampuan pembelajar dalam merumuskan pertanyaan spesifik dan diharapkan dapat lebih efektif dalam memandu proses dukungan.

Penelitian ini berhasil mengembangkan dan memvalidasi taksonomi pertanyaan spesifik yang menargetkan kekurangan dalam tiga jenis penalaran logis.Taksonomi ini terdiri dari sembilan kategori, dengan tiga kategori yang didedikasikan untuk setiap jenis penalaran, memberikan kerangka kerja terstruktur untuk mendukung pengembangan keterampilan penanya yang penting untuk merumuskan pertanyaan penelitian dalam penyelidikan ilmiah.Temuan menunjukkan kualitas taksonomi yang tinggi, karena efektif mengatasi kesenjangan dalam penalaran dan selaras dengan tujuan pendidikan untuk meningkatkan pembelajaran berbasis penyelidikan.Taksonomi yang divalidasi memiliki implikasi yang signifikan untuk pendidikan, khususnya dalam mendukung pemikiran kritis dan keterampilan penyelidikan siswa.Dengan memberikan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan dalam penalaran logis, taksonomi dapat berfungsi sebagai alat yang berharga bagi guru untuk membimbing siswa dalam mengembangkan pertanyaan penelitian berkualitas tinggi.Kerangka kerja ini sangat relevan dalam lingkungan pembelajaran berbasis penyelidikan, di mana kemampuan untuk bertanya secara efektif sangat penting.Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penerapan praktis taksonomi ini dalam konteks pendidikan yang beragam, termasuk kelompok usia yang berbeda, disiplin ilmu, dan pengaturan budaya.Selain itu, studi kualitatif dapat memeriksa bagaimana siswa dan pendidik berinteraksi dengan taksonomi secara real-time, menyoroti tantangan dan potensi perbaikan.Memasukkan taksonomi ke dalam program pelatihan guru juga dapat meningkatkan kemampuan pendidik untuk memfasilitasi pelajaran berbasis penyelidikan.Secara keseluruhan, taksonomi menawarkan fondasi yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan penyelidikan ilmiah dan mempromosikan keterlibatan yang lebih dalam dengan proses penalaran dalam pendidikan.

Untuk penelitian lanjutan, taksonomi ini dapat diterapkan pada kursus di berbagai disiplin ilmu ilmiah, mengumpulkan pertanyaan yang menyelidiki kekurangan penalaran logis, dan lebih lanjut memvalidasi kualitas taksonomi melalui penugasan yang dibuat oleh guru mata pelajaran untuk mengevaluasi kegunaannya. Menilai kegunaan taksonomi harus mempertimbangkan atribut seperti pengalaman guru, dan mengumpulkan umpan balik dari guru yang beragam untuk mengidentifikasi perbaikan potensial, sehingga memenuhi kebutuhan pengguna yang lebih luas dan meningkatkan kegunaannya. Selain itu, kriteria penugasan di antara kategori pertanyaan menggunakan penalaran logis yang sama harus diperkjelas untuk mencapai penilaian yang lebih objektif. Misalnya, menambahkan informasi yang menekankan hubungan berurutan antara kategori pertanyaan ini dalam kriteria dapat memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang membedakan kategori saat menugaskan pertanyaan.

  1. Perspective—Discovery Within Validation Logic: Deliberately Surfacing, Complementing, and Substituting... pubsonline.informs.org/doi/10.1287/orsc.2017.1193PerspectiveAiDiscovery Within Validation Logic Deliberately Surfacing Complementing and Substituting pubsonlinerms doi 10 1287 orsc 2017 1193
  2. Development and Validation of a Taxonomy for Specific Questions Based on Deficiencies in Logical Reasoning... doi.org/10.37251/isej.v6i1.1102Development and Validation of a Taxonomy for Specific Questions Based on Deficiencies in Logical Reasoning doi 10 37251 isej v6i1 1102
Read online
File size362.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test