UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Di Indonesia, angka rawat inap pada pasien anak-anak mencapai 2,3% dari total populasi. Angka rawat inap yang tinggi pada anak-anak disebabkan karena sistem kekebalan tubuh anak-anak masih belum sempurna. Data mengenai pasien anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Aceh Barat masih belum lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien anak-anak yang dirawat di unit perawatan anak Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Aceh Barat pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Data diambil dari aplikasi SIMRS/Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk anak-anak berusia 0 hingga <18 tahun, dari Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian diperoleh 1.952 subjek yang dirawat di unit perawatan anak. Mayoritas subjek adalah perempuan (55,8%) dan berusia di atas 3 tahun (63,5%) dengan penyebab penyakit yang paling umum adalah infeksi virus (31,3%).

Penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien anak-anak yang dirawat di unit perawatan anak Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Aceh Barat pada tahun 2024.952 pasien anak-anak yang dirawat di unit perawatan anak.Mayoritas subjek adalah perempuan berusia di atas 3 tahun dengan penyebab yang paling umum adalah infeksi virus.Penelitian ini memberikan data awal mengenai karakteristik pasien yang dirawat di unit perawatan anak sehingga penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada pasien anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Aceh Barat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan rawat inap pada anak-anak, seperti status sosial ekonomi, akses terhadap layanan kesehatan, dan riwayat penyakit sebelumnya. Hal ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk mencegah rawat inap pada anak-anak. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi anak-anak dan keluarga mereka selama proses rawat inap di rumah sakit. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih ramah anak. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau dampak jangka panjang dari rawat inap terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak. Dengan demikian, dapat diketahui apakah terdapat efek kumulatif dari rawat inap berulang terhadap perkembangan anak-anak, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganan yang lebih tepat.

Read online
File size176.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test