EBSINAEBSINA
Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaLatar belakang: Ketahanan pangan merupakan isu kritis di daerah pedesaan, dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial ekonomi, praktik diet, dan kepemilikan sumber daya. Memahami faktor-faktor penentu ketahanan pangan dapat membantu dalam merancang intervensi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pedesaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama penentu ketahanan pangan di antara rumah tangga pedesaan, dengan fokus pada keragaman diet, kepemilikan lahan, dan faktor sosial ekonomi lainnya. Metode: Dataset yang digunakan dalam penelitian ini mencakup variabel seperti jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, kepemilikan lahan, budidaya tanaman pangan, frekuensi makan, usia, sumber pangan, Indeks Ketahanan Pangan (FSI), dan Skor Keragaman Diet Rumah Tangga (HDDS). Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel-variabel ini dengan FSI. Selain itu, model Random Forest Regressor digunakan untuk memprediksi FSI dan menentukan tingkat kepentingan masing-masing fitur. Hasil: Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa HDDS memiliki hubungan positif yang signifikan dengan FSI (p<0,001), menunjukkan bahwa keragaman diet yang lebih tinggi terkait dengan tingkat ketahanan pangan yang lebih tinggi. Variabel lain, seperti pendidikan dan sumber pangan, menunjukkan korelasi yang lebih lemah dengan ketahanan pangan. Model Random Forest Regressor mencapai nilai R-squared sebesar 0,495, dengan analisis tingkat kepentingan fitur yang menunjukkan bahwa HDDS, sumber pangan, dan usia merupakan faktor-faktor paling berpengaruh dalam menentukan ketahanan pangan. Nilai Mean Squared Error (MSE) dari model adalah 10,743. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti peran penting keragaman diet dan kondisi sosial ekonomi dalam membentuk hasil ketahanan pangan di daerah pedesaan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas diet di komunitas pedesaan. Dianjurkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna mengeksplorasi interaksi kompleks antara variabel-variabel tersebut dan mengembangkan intervensi terarah untuk memperbaiki ketahanan pangan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman diet dan kondisi sosial ekonomi merupakan faktor krusial dalam menentukan ketahanan pangan di daerah pedesaan.Skor Keragaman Diet Rumah Tangga (HDDS) menjadi penentu utama, disusul oleh sumber pangan dan usia sebagai faktor penting lainnya.Temuan ini menyarankan perlunya pendekatan komprehensif dalam merancang kebijakan yang mempertimbangkan interaksi berbagai faktor untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pedesaan.
Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengapa keragaman diet yang lebih tinggi justru dikaitkan dengan tingkat ketahanan pangan yang lebih rendah, melalui studi etnografis yang mengeksplorasi pola belanja, sumber pangan, dan tekanan ekonomi rumah tangga yang menerapkan diet bervariasi. Kedua, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami bagaimana perubahan dalam kepemilikan lahan dan akses terhadap input pertanian memengaruhi produktivitas pangan dan ketahanan pangan seiring waktu, termasuk pengaruhnya terhadap keragaman konsumsi pangan. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi komparatif antar wilayah pedesaan untuk mengidentifikasi faktor lokal—seperti akses pasar, sistem irigasi, atau kebijakan daerah—yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara pendidikan, sumber pangan, dan ketahanan pangan, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih kontekstual dan efektif.
- "Eksplorasi Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mengonsumsi Pangan Sumber Z" by Farida Wahyu Ningtyas,... doi.org/10.21109/kesmas.v0i0.370Eksplorasi Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mengonsumsi Pangan Sumber Z by Farida Wahyu Ningtyas doi 10 21109 kesmas v0i0 370
- A System Dynamics Model for Subsistence Farmers' Food Security Resilience in Sub-Saharan Africa... services.igi-global.com/resolvedoi/resolve.aspx?doi=10.4018/IJSDA.2016010102A System Dynamics Model for Subsistence Farmers Food Security Resilience in Sub Saharan Africa services igi global resolvedoi resolve aspx doi 10 4018 IJSDA 2016010102
- Gizi Indonesia (Journal of the Indonesian Nutrition Association). deprecated passing null parameter string... persagi.org/ejournal/index.php/Gizi_Indon/article/view/168Gizi Indonesia Journal of the Indonesian Nutrition Association deprecated passing null parameter string persagi ejournal index php Gizi Indon article view 168
| File size | 424.86 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIGMUIGM Temuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, edukasi giziTemuan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, edukasi gizi
NEWINERANEWINERA Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735 mengindikasikan bahwa 73,5% variasi keberhasilan PKH dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. TemuanNilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735 mengindikasikan bahwa 73,5% variasi keberhasilan PKH dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan
LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA Implementasi tersebut meningkatkan perlindungan sosial dan ketahanan komunitas perempuan, meskipun dihadapkan pada kendala pembatasan mobilitas, hoaksImplementasi tersebut meningkatkan perlindungan sosial dan ketahanan komunitas perempuan, meskipun dihadapkan pada kendala pembatasan mobilitas, hoaks
ILININSTITUTEILININSTITUTE Peningkatan pemahaman terkait PHBS dan Sanitasi pengolahan makanan dengan rata-rata pengetahuan dari 39,4% menjadi 87,6%. Program edukasi dan pelatihanPeningkatan pemahaman terkait PHBS dan Sanitasi pengolahan makanan dengan rata-rata pengetahuan dari 39,4% menjadi 87,6%. Program edukasi dan pelatihan
UBUB Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan konsumsi minyak goreng dalam negeri meningkat 2,32 % per tahun pada sektor rumah tangga dari 2015 hingga 2020.Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan konsumsi minyak goreng dalam negeri meningkat 2,32 % per tahun pada sektor rumah tangga dari 2015 hingga 2020.
LENTERANUSALENTERANUSA Saran penanggulangan meliputi pelatihan keterampilan untuk mengolah hasil bumi seperti bambu atau madu, pembangunan fasilitas kesehatan dan renovasi rumahSaran penanggulangan meliputi pelatihan keterampilan untuk mengolah hasil bumi seperti bambu atau madu, pembangunan fasilitas kesehatan dan renovasi rumah
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi yang dilakukan dengan menggunakan lembar instrument matrik analisis, penelitian ini menggunakanTeknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi yang dilakukan dengan menggunakan lembar instrument matrik analisis, penelitian ini menggunakan
UYPUYP Food waste menjadi faktor utama dalam penurunan tingkat ketahanan pangan. Rata-rata food waste yang didapat dari per rumah tangga per bulan sebesar 108,47Food waste menjadi faktor utama dalam penurunan tingkat ketahanan pangan. Rata-rata food waste yang didapat dari per rumah tangga per bulan sebesar 108,47
Useful /
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS This study investigates the enforcement of Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management, with a specific focus on addressingThis study investigates the enforcement of Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management, with a specific focus on addressing
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Using a normative juridical approach, the research analyzes the legal framework, guiding principles, and mechanisms of accountability associated with theUsing a normative juridical approach, the research analyzes the legal framework, guiding principles, and mechanisms of accountability associated with the
LENTERANUSALENTERANUSA Lokasi ini memiliki keunggulan aksesibilitas, visibilitas, dan dekat dengan universitas serta perumahan mahasiswa. Hasil analisis AHP menegaskan pentingnyaLokasi ini memiliki keunggulan aksesibilitas, visibilitas, dan dekat dengan universitas serta perumahan mahasiswa. Hasil analisis AHP menegaskan pentingnya
LENTERANUSALENTERANUSA Kuliah kerja nyata adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerahKuliah kerja nyata adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah