EBSINAEBSINA
Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaDiabetes militus merupakan penyakit metabolik yang sering ditemukan pada lansia akibat proses degeneratif. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi non-farmakologis untuk menurunkan kadar gula darah pada diabetes militus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap permasalahan ketidakstabilan kadar gula darah pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu subjek lansia penderita diabetes militus tipe 2. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan dua kali sehari selama 20 menit selama 5 hari. Hasil menunjukkan bahwa pemberian teknik relaksasi otot progresif berdampak signifikan pada penurunan kadar gula darah dengan nilai p 0,005. Penelitian ini mengindentifikasi efektivitas teknik ini sebagai alternatif non-farmakologis dalam pengelolaan diabetes.
Ada perbedaan signifikan nilai kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi teknik relaksasi otot progresif pada lansia dengan nilai p 0,005 (<0,05).Terapan teknik ini mampu menurunkan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes tipe 2.Hasil ini dapat menjadi rujukan pengembangan penelitian tentang intervensi teknik relaksasi otot progresif untuk mengatasi ketidakstabilan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes tipe 2.
1) Perlu penelitian longitudinal dengan sampel lebih besar untuk mengkonfirmasi efek jangka panjang teknik relaksasi otot progresif pada kadar gula darah lansia. 2) Studi banding antara teknik relaksasi otot progresif dengan metode non-farmakologis lainnya dalam pengelolaan diabetes. 3) Penelitian tentang mekanisme fisiologi spesifik yang mendasari efek penurunan kadar gula oleh teknik relaksasi otot progresif.
- 0. djy knd ex i8 qy p3z yxr xg hm 4k nvyw pv oyr nj dh5 hg dy 7vzuz 8a cz kl zsu doi.org/10.3389/fendo.2019.000450 djy knd ex i8 qy p3z yxr xg hm 4k nvyw pv oyr nj dh5 hg dy 7vzuz 8a cz kl zsu doi 10 3389 fendo 2019 00045
- Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia di Indonesia (Analisis Riskesdas 2018) | Jurnal Kedokteran... jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK/article/view/6244Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia di Indonesia Analisis Riskesdas 2018 Jurnal Kedokteran jurnal umj ac index php JKK article view 6244
- THE EFFECTIVENESS OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION ON BLOOD SUGAR LEVELS OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS... nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/article/view/671THE EFFECTIVENESS OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION ON BLOOD SUGAR LEVELS OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS nursingjurnal respati ac index php JKRY article view 671
| File size | 286.45 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Labu kuning dan wortel mengandung serat larut, beta‑karoten, serta antioksidan yang berpotensi menstabilkan glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruhLabu kuning dan wortel mengandung serat larut, beta‑karoten, serta antioksidan yang berpotensi menstabilkan glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh
SPPSPP Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah LCD, proyektor, dan sound system. Metode yang digunakan yaitu latihan dengan melihat video senam bugar.Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah LCD, proyektor, dan sound system. Metode yang digunakan yaitu latihan dengan melihat video senam bugar.
EBSINAEBSINA Salah satu terapi non-farmakologis untuk mengatasi pola pernapasan yang tidak efektif adalah Pursed Lips Breathing (PLB), yang dapat meningkatkan ekspansiSalah satu terapi non-farmakologis untuk mengatasi pola pernapasan yang tidak efektif adalah Pursed Lips Breathing (PLB), yang dapat meningkatkan ekspansi
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Design penelitian: menggunakan design observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Jumlah responden 70 menggunakan total sampling. TeknikDesign penelitian: menggunakan design observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Jumlah responden 70 menggunakan total sampling. Teknik
AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI Latar Belakang:Diabetes Melitus merupakan penyakit yang kronis yang ditandai dengan adanya peningakatan kadar gula darah atau hiperglikemia. Kadar gulaLatar Belakang:Diabetes Melitus merupakan penyakit yang kronis yang ditandai dengan adanya peningakatan kadar gula darah atau hiperglikemia. Kadar gula
AHMAREDUCAHMAREDUC Program kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam satu kali pertemuan ini diperoleh hasil bahwa status kesehatan lansia mayoritas sehat optimal.Program kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam satu kali pertemuan ini diperoleh hasil bahwa status kesehatan lansia mayoritas sehat optimal.
STIKES KESDAM UDAYANASTIKES KESDAM UDAYANA Hasil: Hasil evaluasi menunjukan hasil 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Nilai gula darah sewaktu peserta sebelum kegiatan menunjukanHasil: Hasil evaluasi menunjukan hasil 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Nilai gula darah sewaktu peserta sebelum kegiatan menunjukan
INSPIRAINSPIRA Penerapan teknik relaksasi otot progresif menunjukkan pengaruh signifikan dalam penurunan gula darah (persentase hasil 60% dengan p value 0,291), karenaPenerapan teknik relaksasi otot progresif menunjukkan pengaruh signifikan dalam penurunan gula darah (persentase hasil 60% dengan p value 0,291), karena
Useful /
UNIDAYANUNIDAYAN Kendala yang sering dihadapi salah satunya, mahasiswa dan dosen tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengadakan pertemuan. Penelitian ini bertujuan untukKendala yang sering dihadapi salah satunya, mahasiswa dan dosen tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengadakan pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk
JOURNAL LAAROIBAJOURNAL LAAROIBA Variabel moderasi tipe bank terbukti memoderasi hubungan antara CAR, BOPO, dan NPL dengan ROA, namun tidak memoderasi pengaruh LDR terhadap ROA. EmpatVariabel moderasi tipe bank terbukti memoderasi hubungan antara CAR, BOPO, dan NPL dengan ROA, namun tidak memoderasi pengaruh LDR terhadap ROA. Empat
INSPIRAINSPIRA Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakanInstrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakan
INSPIRAINSPIRA Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita stroke yang berada di Daerah Ciamis yaitu sebanyak 44 orang. Penelitian dilaksanakan padaPopulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita stroke yang berada di Daerah Ciamis yaitu sebanyak 44 orang. Penelitian dilaksanakan pada