LITERASISAINSLITERASISAINS

ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan TeknologiABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi

Disparitas akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera di Indonesia memperpanjang siklus kemiskinan antargenerasi. Sebagai respon, Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program “Satu Keluarga Satu Sarjana melalui pembiayaan penuh dan akomodasi di Asrama Bibit Unggul. Observasi tim pengabdian masyarakat dan FGD bersama Dinas Sosial Kota Surabaya menunjukkan bahwa kompetensi akademik tanpa penguatan keterampilan komunikasi efektif berpotensi menghambat daya saing mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Berdasarkan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR), tim merancang intervensi pelatihan public speaking berbasis visual learning dan gamifikasi. Metode mencakup survei tingkat kecemasan, workshop teknik public speaking dan visual-based presentation, praktik langsung, gamifikasi role‑playing, serta umpan balik kolaboratif. Partisipasi aktif mahasiswa menjamin relevansi solusi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri (pre‑test – post‑test) dan kemampuan artikulasi ide. Program ini tidak hanya mengatasi hambatan psikologis, tetapi juga menciptakan model pengembangan soft skills berkelanjutan bagi komunitas marginal, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam mengurangi ketimpangan pendidikan.

Pelatihan public speaking yang dilaksanakan di Asrama Bibit Unggul berhasil meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara mahasiswa.Penurunan rata‑rata skor kecemasan berbicara dari 3,86 menjadi 2,91 pada skala Likert menunjukkan pergeseran dari tingkat kecemasan tinggi ke tingkat sedang atau rendah.Observasi performa menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek artikulasi, struktur penyampaian, dan kontak mata.Secara kuantitatif dan kualitatif, indikator hasil menunjukkan bahwa pendekatan visual learning dan gamifikasi efektif dalam membangun keberanian dan kesiapan mental mahasiswa untuk tampil di ruang publik.

Pertimbangkan pengembangan modul pelatihan berkelanjutan dengan fokus pada pencatatan progress mahasiswa melalui video presentasi setiap tiga bulan, sehingga dapat memantau perkembangan kepercayaan diri secara real‑time; laksanakan program mentor netral, di mana mahasiswa senior atau alumni mentransfer keterampilan public speaking secara bertahap ke mahasiswa baru, memfasilitasi pembentukan komunitas belajar yang saling mendukung; serta lakukan evaluasi kombinasi kuantitatif‑kualitatif secara periodik untuk memastikan bahwa aspek emosional dan psikologis mahasiswa yang berasal dari latar belakang marginal terpenuhi, sehingga program ini dapat diadaptasi dan ditingkatkan di asrama atau institusi sejenis di daerah lain.

  1. Not Another Inventory, Rather a Catalyst for Reflection - Fleming - 1992 - To Improve the Academy - Wiley... doi.wiley.com/10.1002/j.2334-4822.1992.tb00213.xNot Another Inventory Rather a Catalyst for Reflection Fleming 1992 To Improve the Academy Wiley doi wiley 10 1002 j 2334 4822 1992 tb00213 x
  2. From game design elements to gamefulness | Proceedings of the 15th International Academic MindTrek Conference:... dl.acm.org/doi/10.1145/2181037.2181040From game design elements to gamefulness Proceedings of the 15th International Academic MindTrek Conference dl acm doi 10 1145 2181037 2181040
  3. Not Another Inventory, Rather a Catalyst for Reflection - Fleming - 1992 - To Improve the Academy - Wiley... doi.wiley.com/10.1002/j.2334-4822.1992.tb00213.xNot Another Inventory Rather a Catalyst for Reflection Fleming 1992 To Improve the Academy Wiley doi wiley 10 1002 j 2334 4822 1992 tb00213 x
Read online
File size714.32 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test