PERNUSPERNUS
Jurnal Ilmiah Kesehatan PernusJurnal Ilmiah Kesehatan PernusPermasalahan yang dihadapi remaja putri, khususnya di negara berkembang, adalah kurangnya pengetahuan tentang menstruasi dan menarche. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan menstruasi dengan perilaku kesehatan menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Mande Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% siswi memiliki pengetahuan cukup tentang menstruasi dan 68,3% mempunyai perilaku kesehatan menstruasi yang baik, serta terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku kesehatan remaja putri dengan nilai p-value sebesar 0,000.
Gambaran pengetahuan menstruasi pada 60 responden di SMPN 1 Mande Kabupaten Cianjur menunjukkan lebih dari setengah responden memiliki tingkat pengetahuan tentang menstruasi yang baik, dan semakin banyak umurnya, pengetahuan tentang menstruasi juga semakin tinggi.Gambaran perilaku kesehatan tentang menstruasi menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki perilaku kesehatan yang baik tentang menstruasi, dan responden mengatasi dampak menstruasi dengan baik.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada 60 responden terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku kesehatan remaja putri dengan p-value 0,000.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan menstruasi pada remaja putri, seperti budaya, dukungan sosial, dan kondisi fisik maupun psikis. Selain itu, dapat juga dilakukan intervensi pendidikan kesehatan yang spesifik untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan menstruasi pada remaja putri, serta mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan perilaku kebersihan saat menstruasi pada remaja putri, dan mengeksplorasi peran petugas kesehatan dalam mendukung dan memperkuat perilaku kesehatan menstruasi.
| File size | 212.8 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran tokoh agama dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan di Desa Tongas Wetan KecamatanTujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran tokoh agama dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan di Desa Tongas Wetan Kecamatan
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media edukasi gizi dalam mencegah anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Jayapura. Metode:Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media edukasi gizi dalam mencegah anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Jayapura. Metode:
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kelainan refraksi pada remaja melalui literature review sistematis denganPenelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kelainan refraksi pada remaja melalui literature review sistematis dengan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Rendahnya pengetahuan remaja tentang keputihan dapat berdampak pada kurangnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. TujuanRendahnya pengetahuan remaja tentang keputihan dapat berdampak pada kurangnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. Tujuan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Dari hasil beberapa survei tersebut pada umumnya memaparkan bahwa remaja perempuan tidak pernah tahu masalah haid, dan menstruasi merupakan pengalamanDari hasil beberapa survei tersebut pada umumnya memaparkan bahwa remaja perempuan tidak pernah tahu masalah haid, dan menstruasi merupakan pengalaman
UMSBUMSB Pemeriksaan SADARI direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisisPemeriksaan SADARI direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis
UMSBUMSB Penelitian ini akan dilakukan di salah satu SMP Islam di wilayah kabupaten tangerang. Intervensi menggunakan video edukasi. Analisa data secara univariatPenelitian ini akan dilakukan di salah satu SMP Islam di wilayah kabupaten tangerang. Intervensi menggunakan video edukasi. Analisa data secara univariat
UNTAGUNTAG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan prinsip-prinsip Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan self-esteem pada remajaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan prinsip-prinsip Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan self-esteem pada remaja
Useful /
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan dilakukan di Praktik Dokter PKU Muhammadiyah Zam-Zam Cilongkok Banyumas Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan tentang materiKegiatan dilakukan di Praktik Dokter PKU Muhammadiyah Zam-Zam Cilongkok Banyumas Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan tentang materi
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Adapun bentuk upaya yang dilakukan yaitu melatih dan mengajarkan play therapy kepada anak seperti melakukan outbound dengan beberapa permainan dan perlombaanAdapun bentuk upaya yang dilakukan yaitu melatih dan mengajarkan play therapy kepada anak seperti melakukan outbound dengan beberapa permainan dan perlombaan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Sebanyak 75% ibu berhenti menggunakan dot, dan mulai rutin melakukan kontak kulit-ke-kulit. Wawancara menunjukkan bahwa 90% peserta merasa lebih percayaSebanyak 75% ibu berhenti menggunakan dot, dan mulai rutin melakukan kontak kulit-ke-kulit. Wawancara menunjukkan bahwa 90% peserta merasa lebih percaya
PERNUSPERNUS diperoleh hasil bahwa responden berusia sebagian besar berusia 19-30 tahun sebanyak 35 orang (35,7%), berdasarkan usia balita 1-3 tahun sebanyak 63 (67,8%).diperoleh hasil bahwa responden berusia sebagian besar berusia 19-30 tahun sebanyak 35 orang (35,7%), berdasarkan usia balita 1-3 tahun sebanyak 63 (67,8%).