UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan prinsip-prinsip Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan self-esteem pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan single-subject research design. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 13 tahun 8 bulan yang memiliki self-esteem rendah. Self-esteem diukur dengan menggunakan skala Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) dari Coopersmith (1967), perilaku remaja diukur dengan menggunakan kuesioner Child Behavioral Checklist (CBCL), dan didukung dari hasil wawancara dengan remaja dan orang tua. Intervensi ini terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama yaitu pre-intervensi yang dilakukan sebanyak satu sesi, tahap kedua yaitu tahap intervensi yang terdiri dari 8 sesi, dan tahap ketiga yaitu post-intervensi yang dilakukan sebanyak satu sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-esteem pada domain sekolah dan general self. Sementara itu, remaja juga mengalami perubahan perilaku, terutama pada aspek thought problem. Akan tetapi, adanya masalah lain yang dialami remaja dapat menjadi hambatan terhadap efektivitas penerapan prinsip-prinsip Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan self-esteem.

Intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang dilakukan pada penelitian ini terbukti efektif untuk meningkatkan self-esteem pada remaja yang menjadi subjek penelitian ini (inisial D, usia 13 tahun 8 bulan).Hal tersebut spesifik pada sasaran CBT yang diberikan, yaitu self-esteem mengenai penampilan dan kemampuan akademik.Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada skor Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI), yaitu pada domain sekolah dan general self-esteem.Terdapat beberapa hal yang mendukung proses intervensi ini, seperti terapis yang sudah memeriksa klien secara lebih mendalam, sikap kooperatif yang ditunjukkan klien, klien yang menyadari masalahnya, dan modul yang sesuai untuk D.Sementara itu, terdapat faktor penting yang menghambat meningkatnya global self-esteem D yaitu hubungan D dengan orang tuanya yang sedang mengalami masalah.Rekomendasi terhadap penelitian selanjutnya adalah sebaiknya intervensi CBT diberikan saat anak sedang tidak mengalami masalah lain di luar dari masalah/target CBT yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan intervensi CBT yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor penghambat, seperti hubungan orang tua dan anak. 2. Melakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar untuk menguji efektivitas CBT dalam meningkatkan self-esteem pada remaja perempuan dengan latar belakang dan masalah yang beragam. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari intervensi CBT terhadap self-esteem dan perilaku remaja, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberlanjutan peningkatan self-esteem.

Read online
File size371.51 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test