IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Foreign terrorist fighters (FTF) merupakan ancaman keamanan yang kini menjadi perhatian banyak negara, terutama setelah perkembangan ISIS dalam konflik Suriah. Terorisme menjadi taktik kekerasan para FTF bersama organisasi mereka untuk mengutarakan dan mencapai aspirasi dan agenda politik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan keamanan manusia (human security) untuk menjelaskan fenomena FTF. Konsep terorisme dan FTF juga dijelaskan untuk melengkapi analisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada sejumlah narasumber eks-FTF. Temuan penelitian ini adalah ketika para FTF menjadi ancaman bagi keamanan manusia di luar kelompok mereka, di saat yang sama mereka pun merasakan adanya ancaman keamanan bagi diri, pemikiran, dan komunitas mereka. Oleh karena itu, upaya kontraterorisme Indonesia perlu menggunakan pendekatan keamanan manusia dan mengatasi ancaman-ancaman keamanan manusia yang dirasakan oleh para FTF maupun calon FTF.

Keberadaan FTF dalam perspektif keamanan manusia dapat dilihat dari 2 sisi yaitu, sebagai ancaman keamanan yang dirasakan oleh para FTF yang menjadi pendorong mereka bergabung dalam FTF.dan perilaku FTF yang memunculkan ancaman keamanan bagi umat manusia.Ancaman keamanan manusia yang ditimbulkan dari FTF eks-konflik Suriah ada 4 jenis, yaitu (1) ancaman keamanan politik di mana paham ekstremisme akan menyebar lebih luas, (2) ancaman keamanan sosietal di mana orang-orang yang dianggap kafir, termasuk kelompok Muslim sekalipun, menjadi sasaran aksi teror, (3) ancaman keamanan ekonomi di mana pendapatan masyarakat dan investasi asing mengalami penurunan akibat adanya aksi teror eks-FTF sehingga tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat, dan (4) ancaman keamanan personal.Di sisi lain, ancaman keamanan manusia yang dirasakan FTF konflik Suriah ada 3 jenis, yaitu (1) ancaman keamanan politik di mana ideologi Islamis radikal memandang bahwa negara harus bersyariat Islam, sedangkan banyak negara tidak bersyariat Islam, mendorong mereka untuk mencari tempat baru yang mengakomodasi keyakinan mereka, (2) ancaman keamanan sosietal di mana narasi bahwa saudara sesama umat Muslim mengalami ancaman serangan dari orang-orang kafir dan fenomena Islamofobia yang dirasakan oleh calon FTF di lingkungan sekitar, merupakan dorongan utama para FTF untuk berangkat dan ikut berperang di wilayah konflik, dan (3) ancaman keamanan personal sebagai turunan dari ancaman keamanan sosietal di mana persepsi negatif individu terhadap lingkungan sekitar ditambah dengan perasaan atas adanya diskriminasi terhadap Islam yang menjadi bagian dari identitasnya menimbulkan rasa tidak aman.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan sosial dari radikalisasi terhadap keluarga dan komunitas eks-FTF, dengan fokus pada bagaimana mereka dapat diintegrasikan kembali ke masyarakat. Kedua, penelitian kualitatif mendalam mengenai narasi dan propaganda yang digunakan oleh kelompok ekstremis dalam merekrut FTF, serta bagaimana narasi tersebut dapat dilawan dengan pendekatan yang lebih efektif. Ketiga, penelitian komparatif mengenai efektivitas berbagai program deradikalisasi dan rehabilitasi yang telah diterapkan di Indonesia, dengan membandingkan hasil dan dampaknya terhadap mantan FTF dan masyarakat sekitar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena FTF dan bagaimana cara terbaik untuk mencegah dan menangani masalah ini, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih aman dan harmonis.

  1. Exploring Takfir, Its Origins and Contemporary Use: The Case of Takfiri Approach in Daesh’s Media... doi.org/10.1177/2347798920921706Exploring Takfir Its Origins and Contemporary Use The Case of Takfiri Approach in DaeshAos Media doi 10 1177 2347798920921706
  2. Support for interreligious conflict in Indonesia - Tery Setiawan, Edwin B. P. De Jong, Peer L. H. Scheepers,... doi.org/10.1177/1834490921993295Support for interreligious conflict in Indonesia Tery Setiawan Edwin B P De Jong Peer L H Scheepers doi 10 1177 1834490921993295
  3. Online environmental activism and Internet use in the Indonesian environmental movement - Nanang Indra... doi.org/10.1177/0266666913485260Online environmental activism and Internet use in the Indonesian environmental movement Nanang Indra doi 10 1177 0266666913485260
  4. The international system and the Syrian civil war - Christopher Phillips, 2022. system syrian civil war... doi.org/10.1177/00471178221097908The international system and the Syrian civil war Christopher Phillips 2022 system syrian civil war doi 10 1177 00471178221097908
Read online
File size432.96 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test