IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Pada tanggal 15 Agustus 2021, tentara Amerika Serikat dan sekutunya menarik diri dari Afghanistan, disusul dengan kembali berkuasanya Taliban. Penarikan tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Doha yang merupakan hasil perundingan AS‑Taliban dengan Qatar sebagai mediator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan luar negeri Qatar dan menjelaskan goals, objectives, options, consequences, dan choices di balik keputusan Qatar untuk menengahi perundingan AS‑Taliban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa goals and objectives kebijakan luar negeri Qatar adalah mengamankan diri dari ancaman negara-negara Teluk dan memperkuat eksistensi politiknya. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan options berikut consequences-nya. Options pertama: memutuskan hubungan dengan Taliban agar Taliban tidak menyetujui negosiasi dengan AS. Options kedua: menjadi mediator untuk AS‑Taliban, sehingga Qatar meningkatkan presensi regionalnya dan mendapat perlindungan Amerika Serikat.

Kebijakan luar negeri Qatar sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Taliban merupakan keputusan rasional yang mempertimbangkan tujuan keamanan nasional dan kepentingan politik.Qatar memilih opsi menjadi mediator karena dapat meningkatkan posisi regional dan memperoleh perlindungan AS, sementara opsi memutuskan hubungan dengan Taliban dianggap menimbulkan risiko ketidakcocokan dan konflik.Keputusan ini menghasilkan kedaulatan yang lebih kuat bagi Qatar dan memperkuat eksistensinya di tingkat regional dan global.

Pertanyaan penelitian baru: (1) Bagaimana peran Qatar sebagai mediator mempengaruhi dinamika hubungan dengan negara-negara tetangga di Teluk setelah blokade 2017, dan apakah pemerintah Qatar dapat memanfaatkan pengaruhnya untuk memperkuat posisi diplomatik di kawasan? (2) Bagaimana penggunaan Qatar sebagai mediator memengaruhi persepsi internasional terhadap legitimasi pemerintah Taliban, dan apa implikasinya terhadap proses pembangunan negara Afghanistan pasca konflik? (3) Apakah keberhasilan Qatar dalam mediasi dapat dijadikan model bagi negara kecil lainnya untuk memperluas pengaruhnya melalui peran multilateral, dan hal ini dapat membantu Qatar dalam negosiasi isu-isu regional seperti keamanan teritorial dan perdagangan?.

  1. Reluctant or Pragmatic? The GCC’s Policy towards Taliban-Led Afghanistan - B Poornima, 2022. reluctant... journals.sagepub.com/doi/10.1177/23477970221130654Reluctant or Pragmatic The GCCAos Policy towards Taliban Led Afghanistan B Poornima 2022 reluctant journals sagepub doi 10 1177 23477970221130654
  2. "Qatar Foreign Policy in Middle East Conflict Mediation" by Kresna Kusumawijaya and Yon Machmudi.... scholarhub.ui.ac.id/meis/vol9/iss2/2Qatar Foreign Policy in Middle East Conflict Mediation by Kresna Kusumawijaya and Yon Machmudi scholarhub ui ac meis vol9 iss2 2
  3. Mediation and Qatari Foreign policy | The Middle East Journal. mediation qatari foreign policy middle... mej.mei.edu/lookup/doi/10.3751/65.4.11Mediation and Qatari Foreign policy The Middle East Journal mediation qatari foreign policy middle mej mei edu lookup doi 10 3751 65 4 11
  4. Mediation and Qatari Foreign policy | The Middle East Journal. mediation qatari foreign policy middle... doi.org/10.3751/65.4.11Mediation and Qatari Foreign policy The Middle East Journal mediation qatari foreign policy middle doi 10 3751 65 4 11
Read online
File size344.27 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test