IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Konflik Israel‑Palestina, yang bermula dari Deklarasi Balfour 1917 dan Resolusi PBB 181 tahun 1947 yang memfasilitasi didirikannya negara Israel pada tahun 1948 dengan menduduki sebagian wilayah Palestina, mencerminkan perjuangan panjang atas sebuah klaim wilayah dan kedaulatan. Keberadaan Israel sebagai kekuatan pendudukan mendorong upaya masyarakat Palestina untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Dari upaya ini hadir Fatah dan Hamas sebagai dua kekuatan politik utama yang menawarkan pendekatan yang saling berlawanan. Riset ini menggunakan metode kualitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa perjuangan Hamas dan Fatah memiliki perbedaan cara: Fatah mengedepankan strategi diplomatik, sementara Hamas memilih pendekatan koersif. Selain itu, kedua pihak memiliki kesamaan kepentingan nasional, yaitu meraih kemerdekaan. Namun, rivalitas internal di antara keduanya memperburuk prospek kemerdekaan Palestina, apapun pilihan pendekatan yang dipakai.

Fatah dan Hamas memiliki visi berbeda namun tujuan nasional sama.Fatah lebih mengedepankan diplomasi dua negara, sementara Hamas menekankan kekuatan paramiliter untuk solusi satu negara.Rivalitas internal menurunkan kesatuan nasional dan memperburuk prospek kemerdekaan.Kerjasama dan dialog yang konstruktif menjadi kunci memperkuat kesatuan nasional.Jika tidak diatasi, ketegangan akan berlanjut, memerlukan kebijakan inklusif yang melibatkan semua kelompok politik.

Pertama, meneliti dampak strategi kolektif antara Fatah dan Hamas terhadap kebijakan diplomatik Palestina, khususnya bagaimana koalisi politik tersebut mempengaruhi posisi tawar negara dalam negosiasi internasional. Kedua, meneliti dinamika peran lembaga lembaga legislatif seperti PNC dan PLC dalam memediasi perselisihan internal, serta memproyeksikan model pembagian kekuasaan yang dapat menjaga stabilitas politik. Ketiga, meneliti perspektif rakyat Palestina terhadap pergeseran strategi militer Hamas pasca 2017 dan dampaknya terhadap persepsi keamanan serta partisipasi politik masyarakat, guna merancang kebijakan keamanan yang lebih inklusif dan mendukung tujuan kemerdekaan Bersama.

Read online
File size309.89 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test