IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Artikel ini membahas tentang relasi Turki dengan media massa serta peranan pers terhadap wacana keislaman. Tulisan ini berangkat dari krisis kebebasan pers di Turki dan meningkatnya wacana keislaman di media-media nasional Turki kontemporer. Penulis menggunakan teori fungsi normatif pers dan teori media dan konstruksi wacana sebagai pisau analisis. Artikel ini menemukan bahwa dari sudut pandang teori fungsi normatif pers, media di Turki cenderung didominasi oleh sistem otoritarian, meskipun ada sedikit yang mengadopsi sistem tanggung jawab sosial. Sedangkan dalam konteks peran media terhadap wacana keislaman di Turki dari sudut pandang media dan konstruksi wacana, proses signing media Turki cenderung didominasi oleh penyandingan bahasa Islam dan aspek nasional. Dalam proses framing, media memunculkan wacana eksistensi Turki di dunia Islam. Citra yang dihasilkan dari proses signing dan framing tersebut berorientasi terhadap kepentingan nasional dan kampanye Islam atau Muslim Turki di kancah lokal dan global.

Media massa di Turki memiliki sejarah relasi yang sangat panjang, mulai dari masa Ottoman hingga era sekuler Abdulmecid, kemudian menjelang era Kemal Atatürk, dan pada akhirnya berkombinasi dengan pengaruh ekonomi dan politik yang terus berubah.Sistem pers di Turki secara mayoritas menerapkan pola otoritarian, diikuti dompet sosial sekitar 20 %, sehingga menghasilkan kontrol yang kuat terhadap agenda media.Sementara itu, wacana keislaman di media nasional Turki mengalami peningkatan signifikan, memanfaatkan simbolis Islam dan nasionalisme untuk menciptakan citra negara Islam yang saling menguatkan.

Sebuah penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana peran media digital, khususnya platform media sosial, memengaruhi konstruksi wacana keislaman di kalangan generasi muda Turki, dengan fokus pada algoritma penyesuaian konten dan dampaknya terhadap persepsi identitas nasional. Selain itu, perlu dilakukan analisis perbandingan antara media massa tradisional dengan media online dalam penyebaran narasi keislaman, untuk memahami perbedaan dalam framing dan framing effect terhadap audiens. Terakhir, studi terkait hubungan antara kebijakan pemerintah, regu ekonomi, dan kontrol media dapat menggali lebih dalam tentang mekanisme pengawasan dan adaptasi media saat krisis kebebasan pers, sehingga dapat menginformasikan rekomendasi kebijakan yang mendukung kebebasan berpendapat sekaligus menjaga stabilitas sosial-politik.

Read online
File size302.15 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test