IC MESIC MES

Jurnal ICMESJurnal ICMES

Amerika Serikat pada masa pemerintahan Barack Obama dan Donald Trump menunjukkan perbedaan mencolok dalam pendekatan kebijakan luar negeri terhadap konflik Israel-Palestina. Obama menekankan pendekatan normatif dan persuasif melalui dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution), sementara Trump mengambil langkah agresif dan kontroversial, seperti peluncuran Trumps Peace Plan serta pemindahan kedutaan besar AS ke Yerusalem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan luar negeri kedua presiden AS tersebut dengan menekankan pada bagaimana faktor internal dan karakteristik idiosinkratik memengaruhi perbedaan pengambilan keputusan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka teori idiosinkratik, penelitian ini menganalisis latar belakang, gaya kepemimpinan, dan preferensi kebijakan masing-masing pemimpin. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Obama cenderung mengedepankan multilateralisme dan diplomasi, sementara Trump memprioritaskan pendekatan yang bersifat transaksional. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor idiosinkratik memiliki pengaruh signifikan terhadap pendekatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap konflik Israel-Palestina.

Perbedaan kebijakan luar negeri AS terhadap konflik Israel-Palestina antara era Obama dan Trump dipengaruhi utama oleh faktor internal idiosinkratik, yakni latar belakang psikologis, keluarga, dan kepribadian masing-masing presiden.Obama cenderung mengedepankan multilateralitas, diplomasi, dan solusi dua negara, sedangkan Trump mengadopsi pendekatan transaksional, agresif, dan pro-Israel seperti pengakuan Yerusalem dan Trump Peace Plan.Analisis menunjukkan bahwa perbedaan jaringan sosial dan afiliasi kelompok dekat presiden juga memperkuat perbedaan kebijakan, sehingga idiosinkratik menjadi kunci penjelasan variasi kebijakan luar negeri AS.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap konflik Israel‑Palestina berubah pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, dengan membandingkan peran faktor idiosinkratik presiden baru versus faktor struktural institusional. Selanjutnya, studi empiris dapat menyelidiki pengaruh jaringan sosial dan afiliasi kelompok dekat presiden terhadap keputusan kebijakan, misalnya dengan menganalisis interaksi antara konsultan politik, lobi pro‑Israel, dan media sosial dalam proses pembuatan kebijakan. Terakhir, penelitian kualitatif dapat meneliti persepsi masyarakat Palestina dan Israel terhadap kebijakan AS yang dipengaruhi oleh karakter pribadi pemimpin, guna memahami dampak kebijakan tersebut terhadap legitimasi dan dukungan publik di kedua belah pihak.

  1. The Obama creed in retrospect: Communicative frames and representations from an Afrocentric perspective... journals.sagepub.com/doi/10.1177/20570473231195919The Obama creed in retrospect Communicative frames and representations from an Afrocentric perspective journals sagepub doi 10 1177 20570473231195919
  2. The Political Psychology of Personal Narrative: The Case of Barack Obama - Hammack - 2010 - Analyses... doi.org/10.1111/J.1530-2415.2010.01207.XThe Political Psychology of Personal Narrative The Case of Barack Obama Hammack 2010 Analyses doi 10 1111 J 1530 2415 2010 01207 X
Read online
File size378.23 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test