STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaHidrogen sulfida (H₂S) adalah gas yang sangat beracun dan korosif yang sering ditemui dalam operasi pengolahan minyak dan gas, khususnya di fasilitas gas. Karena sifatnya yang berbahaya, bahkan kebocoran minimal dapat menyebabkan konsekuensi fatal bagi personel, kontaminasi lingkungan yang parah, dan gangguan besar terhadap operasi pabrik. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk memeriksa secara sistematis praktik manajemen risiko yang diterapkan untuk mengendalikan kebocoran H₂S di fasilitas pengolahan gas. Tinjauan literatur komprehensif dilakukan pada 30 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan antara 2015 dan 2024, yang diambil dari basis data terpercaya seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Analisis mengungkapkan bahwa metodologi terstruktur, seperti kerangka kerja manajemen risiko ISO 31000, HAZOP (Studi Bahaya dan Operabilitas), HAZID (Identifikasi Bahaya), dan analisis bowtie, efektif dalam mengidentifikasi titik rentan dalam sistem pengolahan dan distribusi H₂S. Selain itu, adopsi sistem deteksi gas H₂S otomatis, latihan respons darurat rutin, program pelatihan keselamatan, dan penggunaan bahan tahan korosi meningkatkan mitigasi risiko secara signifikan. Temuan ini menekankan kebutuhan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan jaminan teknis dengan budaya keselamatan organisasi. Artikel ini memberikan wawasan penting bagi praktisi industri dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan standar keselamatan dan mengurangi kemungkinan dan dampak insiden terkait H₂S di pabrik gas.
Metode HAZOP (Studi Bahaya dan Operabilitas), HAZID (Identifikasi Bahaya), dan analisis bowtie terbukti sangat efektif dalam mengidentifikasi titik rentan kebocoran gas H₂S di fasilitas pabrik gas.Pendekatan ini tidak hanya mampu menggambarkan secara sistematis penyimpangan dan sumber bahaya dari sistem operasional, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang penyebab dan dampak kebocoran serta memungkinkan formulasi hambatan pencegahan dan mitigasi yang ditargetkan.Keunggulan visualisasi diagram bowtie, misalnya, memudahkan penyampaian informasi risiko kepada pekerja dan manajemen.Selain pendekatan analisis risiko, integrasi teknologi seperti sistem deteksi H₂S otomatis yang terhubung dengan alarm dan pemadaman darurat, pelatihan keselamatan kerja berkala, pemilihan bahan konstruksi tahan korosi, dan penggunaan peralatan pelindung diri seperti Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) adalah strategi penting yang mengurangi risiko insiden fatal secara signifikan.Artikel ini juga menekankan pentingnya mengintegrasikan strategi teknis dan prosedural ini ke dalam sistem manajemen keselamatan berbasis ISO 45001 dan ISO 31000, yang terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan memperkuat budaya keselamatan di tempat kerja.Pendekatan ini, yang didasarkan pada literatur ilmiah, merupakan kontribusi nyata untuk pengembangan sistem manajemen risiko H₂S yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan di industri minyak dan gas.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan sistem deteksi kebocoran H₂S yang lebih canggih dan akurat, dengan fokus pada peningkatan sensitivitas dan kemampuan deteksi dini. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi mitigasi yang lebih efektif, seperti penggunaan bahan tahan korosi yang lebih kuat dan pengembangan prosedur operasi standar yang komprehensif. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengukur dampak integrasi sistem manajemen keselamatan berbasis ISO 45001 dan ISO 31000 terhadap penurunan insiden terkait H₂S di fasilitas pabrik gas. Dengan menggabungkan teknologi, prosedur, dan budaya keselamatan yang kuat, industri minyak dan gas dapat meningkatkan keselamatan pekerja dan mengurangi risiko kebocoran H₂S secara signifikan.
- Vol 12 No 2 (2025): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika | TEKNOSAINS : Jurnal Sains,... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/tekno/issue/view/49Vol 12 No 2 2025 TEKNOSAINS Jurnal Sains Teknologi dan Informatika TEKNOSAINS Jurnal Sains jurnal sttmcileungsi ac index php tekno issue view 49
- 0. pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group... doi.org/10.30534/ijatcse/2023/0612520230 pdf obj endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group doi 10 30534 ijatcse 2023 061252023
| File size | 200.88 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Disini kebijakan pengurangan kerugian dilakukan jika kerugian ini ditentukan, yang merupakan prinsip yang terkenal dalam ilmu ekonomi yaitu manajemen risikoDisini kebijakan pengurangan kerugian dilakukan jika kerugian ini ditentukan, yang merupakan prinsip yang terkenal dalam ilmu ekonomi yaitu manajemen risiko
UNIBAUNIBA Risiko utama yang ditemukan meliputi debitur kabur, data nasabah yang tidak lengkap atau tidak valid, serta risiko yang timbul akibat karakter debitur.Risiko utama yang ditemukan meliputi debitur kabur, data nasabah yang tidak lengkap atau tidak valid, serta risiko yang timbul akibat karakter debitur.
POLBANPOLBAN Berdasarkan hal tersebut, dukungan dari pemerintah melalui kebijakan regulasi frekuensi khusus untuk kereta cepat menjadi salah satu solusi paling efektifBerdasarkan hal tersebut, dukungan dari pemerintah melalui kebijakan regulasi frekuensi khusus untuk kereta cepat menjadi salah satu solusi paling efektif
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Namun, tantangan utama terkait kualitas data, keamanan, keandalan model, dan bias algoritma harus dikelola dengan baik melalui kebijakan tata kelola, pengamananNamun, tantangan utama terkait kualitas data, keamanan, keandalan model, dan bias algoritma harus dikelola dengan baik melalui kebijakan tata kelola, pengamanan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mensintesis literatur ilmiah terkait yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024 dari database terpercaya sepertiArtikel tinjauan ini bertujuan untuk mensintesis literatur ilmiah terkait yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024 dari database terpercaya seperti
UMJ PremiumUMJ Premium Dengan penerapan strategi mitigasi tersebut, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas, mengurangi ketidakpastian pasokan, dan secara keseluruhan memperkuatDengan penerapan strategi mitigasi tersebut, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas, mengurangi ketidakpastian pasokan, dan secara keseluruhan memperkuat
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Hasil studi menunjukkan bahwa mikroorganisme seperti Escherichia coli dan Saccharomyces cerevisiae mampu mengkonversi crude glycerol menjadi bioetanolHasil studi menunjukkan bahwa mikroorganisme seperti Escherichia coli dan Saccharomyces cerevisiae mampu mengkonversi crude glycerol menjadi bioetanol
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil menunjukkan pentingnya sistem tanggung renteng dan kelompok dalam mengurangi risiko. Koperasi As Sakinah Sidoarjo berhasil mengelola risiko kreditHasil menunjukkan pentingnya sistem tanggung renteng dan kelompok dalam mengurangi risiko. Koperasi As Sakinah Sidoarjo berhasil mengelola risiko kredit
Useful /
UNIPARUNIPAR Uji dilakukan dengan membandingkan dua rata-rata menggunakan Independent Sample T-Test yang memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,004, sebagai ujiUji dilakukan dengan membandingkan dua rata-rata menggunakan Independent Sample T-Test yang memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,004, sebagai uji
IISTRIISTR Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang EDM tidak hanya mengalami perkembangan pesat tetapi juga memiliki dampakKesimpulan yang ditarik dari penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang EDM tidak hanya mengalami perkembangan pesat tetapi juga memiliki dampak
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Sebaliknya, budaya organisasi yang mendorong transparansi, komunikasi terbuka, belajar terus-menerus dari kesalahan, dan kepemimpinan transformasionalSebaliknya, budaya organisasi yang mendorong transparansi, komunikasi terbuka, belajar terus-menerus dari kesalahan, dan kepemimpinan transformasional
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Challenges such as inconsistent implementation, limited training, and weak reporting cultures must be addressed through regular evaluations, external audits,Challenges such as inconsistent implementation, limited training, and weak reporting cultures must be addressed through regular evaluations, external audits,