UNISMUHUNISMUH

Kolaborasi : Jurnal Administrasi PublikKolaborasi : Jurnal Administrasi Publik

Penelitian ini membahas inefektivitas pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Banjarmasin, yang ditandai dengan penumpukan sampah yang semakin meningkat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih dan di sepanjang jalan perkotaan setelah sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Meskipun produksi sampah harian mencapai sekitar 600 ton, fasilitas regional saat ini hanya menangani 105 ton, menandakan kesenjangan tata kelola yang kritis. Penelitian ini menggunakan desain campuran metode sekuensial penjelasan, menganalisis pengelolaan sampah melalui lensa Tata Kelola Jaringan dan Tata Kelola Kolaboratif. Data kuantitatif dikumpulkan dari 107 pemangku kepentingan yang beragam, diikuti dengan wawancara mendalam dengan informan kunci dan sesi Aksi Pembangunan Partisipatif Sampah (PDWA). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kesiapan kognitif yang tinggi untuk kolaborasi, implementasi aktual masih berada pada tingkat sedang, yang ditandai dengan model kuat di bagian bawah, rapuh di tengah. Jaringan tata kelola saat ini terfragmentasi, dengan interaksi yang sebagian besar bersifat ad-hoc dan seremonial daripada kelembagaan. Hambatan utama meliputi ketidakseimbangan kekuasaan yang didominasi oleh negara, kurangnya desain institusional formal, dan tidak adanya peran metagovernor untuk menyinkronkan inisiatif komunitas dari bawah ke atas dengan sumber daya sektor swasta. Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Banjarmasin bertransisi dari operator teknis menjadi pengarah jaringan dengan membentuk forum kolaboratif permanen, melembagakan MOUs jangka panjang, dan mengadopsi model pentahelix adaptif untuk menjembatani kesenjangan kolaborasi saat ini dan memastikan keberlanjutan sistemik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola sampah di Kota Banjarmasin berada pada level efektivitas menengah yang dicirikan oleh model kolaborasi kuat di bawah, namun rapuh di tengah.Secara struktural, ekosistem tata kelola sampah masih menunjukkan fragmentasi jaringan di mana interaksi antaraktor bersifat insidental dan belum terinstitusionalisasi secara mapan.Meskipun terdapat kesiapan kognitif dan interdependensi sumber daya yang tinggi antara pemerintah dan komunitas lokal, ketimpangan kekuasaan masih menempatkan aktor negara sebagai dominan, sementara sektor swasta belum terintegrasi secara fungsional ke dalam sistem.Pemerintah Kota Banjarmasin perlu memperkuat desain kelembagaan melalui kemitraan strategis dengan sektor swasta berbasis paradigma ekonomi sirkular, dan perlu dibentuk forum kolaboratif lintas aktor yang secara khusus memfasilitasi koordinasi dan mengurangi ego sektoral.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang tata kelola sampah di Kota Banjarmasin. Pertama, penelitian kuantitatif lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak dari berbagai intervensi kebijakan, seperti pembentukan forum kolaboratif atau implementasi model pentahelix, terhadap efektivitas pengelolaan sampah. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dinamika relasi kekuasaan antara berbagai aktor dalam jaringan tata kelola sampah, serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepercayaan dan komitmen mereka terhadap tujuan bersama. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan dalam praktik kolaborasi dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan upaya kolaborasi. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam tata kelola sampah di Kota Banjarmasin, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

  1. Public servant stereotypes: It is not (at) all about being lazy, greedy and corrupt - Willems - 2020... doi.org/10.1111/padm.12686Public servant stereotypes It is not at all about being lazy greedy and corrupt Willems 2020 doi 10 1111 padm 12686
  2. The 2020 Public Policy Yearbook - Jenkins‐Smith - 2020 - Policy Studies Journal - Wiley Online... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/psj.12384The 2020 Public Policy Yearbook JenkinsyAAAaSmith 2020 Policy Studies Journal Wiley Online onlinelibrary wiley doi 10 1111 psj 12384
  3. Collaborative environmental governance: Achieving collective action in social-ecological systems | Science.... doi.org/10.1126/science.aan1114Collaborative environmental governance Achieving collective action in social ecological systems Science doi 10 1126 science aan1114
Read online
File size2.06 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test