IIESECOREIIESECORE
EDUCATIONEEDUCATIONERendahnya partisipasi anggota sekolah dalam pengelolaan sampah dan integrasi terbatas pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum sekolah menjadi tantangan utama dalam menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) di SMP Al-Fattah Tambakrejo, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain partisipatif berbasis masyarakat yang melibatkan guru, siswa, dan kader Adiwiyata sebagai mitra aktif. Program ini dilaksanakan selama delapan bulan melalui empat tahap utama: (1) penilaian kebutuhan dan koordinasi awal, (2) pembangunan kapasitas melalui pelatihan dan workshop tentang literasi lingkungan, kepemimpinan, dan pengelolaan sampah, (3) penyediaan fasilitas ramah lingkungan termasuk peralatan makan-minum yang dapat digunakan kembali dan unit pembudidayaan cacing untuk pengolahan sampah organik, dan (4) bimbingan dan evaluasi perubahan perilaku. Data dikumpulkan melalui kuesioner pra-tes dan pascates, pengamatan produksi sampah, dan dokumentasi integrasi rencana pembelajaran (RPP). Temuan menunjukkan peningkatan jumlah guru yang memasukkan topik lingkungan ke dalam RPP, kenaikan 50% partisipasi siswa dalam kegiatan pengurangan sampah, dan penurunan yang dapat diukur dalam penggunaan plastik sekali pakai dan sampah makanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi integrasi kurikulum, pemberdayaan kepemimpinan siswa, dan teknologi pengolahan sampah sederhana dapat memperkuat literasi lingkungan dan mendorong budaya sekolah yang berkelanjutan.
Temuan penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan konten pendidikan, pengembangan kepemimpinan, dan infrastruktur yang memungkinkan untuk mengatasi tantangan lingkungan di sekolah, khususnya di daerah pesisir perkotaan yang padat dan rawan banjir.Dengan mendorong partisipasi aktif dan membangun rasa tanggung jawab bersama di antara siswa, guru, dan pemangku kepentingan masyarakat, program-program seperti ini dapat menciptakan pergeseran budaya yang berkelanjutan menuju keberlanjutan dan berfungsi sebagai model yang dapat ditiru oleh sekolah-sekolah lain yang menghadapi kondisi serupa.Intervensi terbatas pada satu sekolah, yang mungkin membatasi generalisasi hasil ke konteks sosio-ekonomi atau geografis yang berbeda.Periode pemantauan, meskipun cukup untuk menangkap perubahan perilaku segera, relatif singkat untuk menilai keberlanjutan jangka panjang intervensi.Selain itu, faktor eksternal seperti banjir musiman atau perubahan dalam program makan sekolah pemerintah dapat mempengaruhi pola produksi sampah dan tidak dikendalikan dalam desain studi.Penelitian masa depan harus memperluas cakupan untuk mencakup sekolah-sekolah yang beragam untuk memvalidasi adaptabilitas dan skalabilitas model.Studi longitudinal direkomendasikan untuk menilai persistensi perubahan perilaku dan dampak lingkungan jangka panjang dari program-program seperti ini.Penyelidikan lebih lanjut tentang integrasi alat digital untuk pemantauan lingkungan, model pendidikan lingkungan antar-siswa, dan hubungan pengelolaan sampah di seluruh komunitas dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan intervensi di masa depan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan penelitian ke sekolah-sekolah yang beragam di berbagai setting, untuk memvalidasi model dan menguji skalabilitasnya. Studi longitudinal juga direkomendasikan untuk menilai dampak jangka panjang dari intervensi ini terhadap perilaku dan lingkungan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi alat digital untuk pemantauan lingkungan, seperti aplikasi atau platform online yang dapat membantu siswa dan guru dalam melacak dan menganalisis perilaku mereka terkait pengelolaan sampah. Model pendidikan lingkungan antar-siswa juga dapat dikembangkan, di mana siswa yang lebih tua dapat menjadi mentor bagi siswa yang lebih muda, menciptakan budaya belajar dan berbagi pengetahuan tentang praktik berkelanjutan. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki cara-cara untuk menghubungkan pengelolaan sampah di sekolah dengan komunitas yang lebih luas, seperti bekerja sama dengan organisasi lingkungan lokal atau pemerintah kota untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
- Mensinergikan Pengembangan Green House sebagai Media Pembelajaran dan Program Adiwiyata di MIN 2 Jember... doi.org/10.32528/mujtama.v2i2.7586Mensinergikan Pengembangan Green House sebagai Media Pembelajaran dan Program Adiwiyata di MIN 2 Jember doi 10 32528 mujtama v2i2 7586
- Increasing the Effectiveness of the Implementation of the Green School Program in the Context of Instilling... journal.uii.ac.id/IJCER/article/view/33445Increasing the Effectiveness of the Implementation of the Green School Program in the Context of Instilling journal uii ac IJCER article view 33445
| File size | 528.98 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IIESECOREIIESECORE Penerapan gradual chunking dirasakan membantu mahasiswa memulai tugas, mengurangi perasaan kewalahan, meningkatkan fokus, dan memperkuat pengaturan diri.Penerapan gradual chunking dirasakan membantu mahasiswa memulai tugas, mengurangi perasaan kewalahan, meningkatkan fokus, dan memperkuat pengaturan diri.
IIESECOREIIESECORE Dampak utama meliputi kecemasan, depresi, penurunan harga diri, penarikan sosial, dan penurunan kinerja akademik. Temuan menunjukkan bahwa pencegahan cyberbullyingDampak utama meliputi kecemasan, depresi, penurunan harga diri, penarikan sosial, dan penurunan kinerja akademik. Temuan menunjukkan bahwa pencegahan cyberbullying
UTSUTS Therefore, universities should capitalize on these similarities in literacy levels by encouraging collaboration between FEB and non-FEB students on finance-relatedTherefore, universities should capitalize on these similarities in literacy levels by encouraging collaboration between FEB and non-FEB students on finance-related
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR Furthermore, the research identified three factors contributing to impoliteness. social status, gender differences, and social distance or familiarity.Furthermore, the research identified three factors contributing to impoliteness. social status, gender differences, and social distance or familiarity.
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR This research aims to analyze and interpret the types of figurative language used in the poem My Mistress Eyes Are Nothing Like the Sun. The study addressesThis research aims to analyze and interpret the types of figurative language used in the poem My Mistress Eyes Are Nothing Like the Sun. The study addresses
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR Setelah menganalisis novel The Midnight Library, penulis menemukan enam jenis nilai moral, yaitu keberanian, kejujuran, keteguhan, rasa syukur, kebaikan,Setelah menganalisis novel The Midnight Library, penulis menemukan enam jenis nilai moral, yaitu keberanian, kejujuran, keteguhan, rasa syukur, kebaikan,
UNMUNM Data dianalisis dengan menggunakan metode statistik inferensial, yaitu menggunakan analisis koefisien korelasi product moment. Populasi dalam penelitianData dianalisis dengan menggunakan metode statistik inferensial, yaitu menggunakan analisis koefisien korelasi product moment. Populasi dalam penelitian
UNMUNM Sirkumstan yang ditemukan sebanyak lima jenis, jadi ada sirkumstan yang tidak ditemukan. Sirkumstan yang ditemukan yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab,Sirkumstan yang ditemukan sebanyak lima jenis, jadi ada sirkumstan yang tidak ditemukan. Sirkumstan yang ditemukan yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab,
Useful /
UTSUTS Ada perbedaan signifikan dalam kompetensi yang dibutuhkan antara sektor industri tradisional dan digital. Sektor digital menuntut lebih banyak keterampilanAda perbedaan signifikan dalam kompetensi yang dibutuhkan antara sektor industri tradisional dan digital. Sektor digital menuntut lebih banyak keterampilan
IIESECOREIIESECORE Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menerapkan sosialisasi melalui kombinasi saluran digital dan tatap muka, termasuk media sosial, brosur, kunjunganHasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menerapkan sosialisasi melalui kombinasi saluran digital dan tatap muka, termasuk media sosial, brosur, kunjungan
IIESECOREIIESECORE Studi ini menggunakan desain pre-eksperimen satu kelompok pretest-posttest yang melibatkan 15 siswa kelas sembilan di SMP Negeri 41 Semarang, Indonesia.Studi ini menggunakan desain pre-eksperimen satu kelompok pretest-posttest yang melibatkan 15 siswa kelas sembilan di SMP Negeri 41 Semarang, Indonesia.
UNNESUNNES Di Indonesia, penerapan prinsip Miranda tercermin dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana melalui dua prinsip utama, yaitu hak tersangka atas bantuanDi Indonesia, penerapan prinsip Miranda tercermin dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana melalui dua prinsip utama, yaitu hak tersangka atas bantuan