UNMUNM

Jurnal Psikologi Pendidikan dan KonselingJurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling

Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku penggunaan ChatGPT pada mahasiswa di era manfaat dan tantangan teknologi melalui Theory of Planned Behavior. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan sampel 729 responden. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil analisis tiga variabel utama attitude toward behavior (ATB), subjective norms (SN), dan perceived behavioral control (PBC) menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki sikap positif tinggi terhadap penggunaan ChatGPT (70,6%). Sebagian besar responden menilai norma sosial berada pada kategori sedang (66,0%), sementara persepsi kontrol perilaku tergolong tinggi (70,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa manfaat ChatGPT dan kemampuan mahasiswa mengendalikan penggunaannya lebih memengaruhi niat penggunaan dibandingkan norma sosial. Secara keseluruhan, mahasiswa mampu beradaptasi dalam penggunaan ChatGPT untuk tujuan akademik. Namun, diperlukan panduan etis yang lebih jelas agar penggunaan teknologi ini tetap selaras dengan integritas akademik perguruan tinggi.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki sikap positif terhadap penggunaan ChatGPT, norma sosial yang moderat, dan kontrol perilaku yang tinggi.Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan ChatGPT karena manfaat yang dirasakan dan kemampuan mereka dalam mengatur penggunaannya, bukan karena tekanan sosial.Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk memberikan panduan etis yang jelas agar penggunaan ChatGPT tetap selaras dengan integritas akademik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak penggunaan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran etika akademik terkait penggunaan ChatGPT. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana institusi pendidikan dapat merancang kebijakan yang mendukung penggunaan ChatGPT secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta memitigasi potensi risiko yang terkait dengan teknologi ini. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang implikasi penggunaan ChatGPT dalam pendidikan dapat diperoleh, sehingga dapat mendukung pengembangan strategi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatifnya.

Read online
File size567.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test