LITPAMLITPAM

International Journal of Linguistics and Indigenous CultureInternational Journal of Linguistics and Indigenous Culture

Penelitian ini mengeksplorasi fungsi dan makna salam bahasa Jepang tadaima dan okaerinasai yang digunakan di platform media sosial X. Secara tradisional, salam-salam ini memiliki fungsi spesifik: tadaima digunakan ketika seseorang kembali ke rumah, sedangkan okaerinasai digunakan untuk menyambut mereka kembali, biasanya dalam ruang hidup bersama. Namun, seiring evolusi bahasa, konteks dan penggunaan salam ini telah meluas melampaui makna aslinya, terutama di ruang digital di mana aturan formal penggunaan bahasa lebih cair. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode kualitatif dan teori sosiolinguistik yang membahas pergeseran fungsi dan makna tadaima dan okaerinasai ketika digunakan oleh pengguna media sosial di X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana salam-salam ini digunakan di platform media sosial X, mengeksplorasi perbedaan antara penggunaan tradisional dan kontemporer, serta bagaimana pergeseran ini memengaruhi fungsi dan maknanya dalam interaksi daring.

Terjadi pergeseran fungsi dan makna salam tadaima dan okaerinasai dalam penggunaannya di media sosial X oleh penutur Jepang, di mana keduanya tidak lagi merujuk pada rumah fisik melainkan pada lingkungan sosial atau komunitas virtual yang dianggap sebagai rumah.Ungkapan ini kini digunakan untuk menandai kembalinya seseorang ke aktivitas, komunitas penggemar, industri hiburan, atau bahkan gaya lama yang telah lama ditinggalkan.Pola interaksi tradisional yang saling bersinergi antara tadaima dan okaerinasai juga mengalami perubahan, di mana okaerinasai sering digunakan tanpa adanya respons langsung terhadap tadaima, menunjukkan fleksibilitas penggunaan dalam konteks digital.

Penelitian lanjutan perlu menggali faktor-faktor yang mendorong pergeseran fungsi dan makna tadaima serta okaerinasai di media sosial, seperti pengaruh budaya digital, identitas komunitas, atau dinamika hubungan antarpengguna. Selanjutnya, penting untuk membandingkan penggunaan salam ini antara generasi muda dan generasi sebelumnya di ranah daring, guna memahami bagaimana perubahan sosial dan teknologi memengaruhi evolusi bahasa secara lintas generasi. Selain itu, perlu dikaji bagaimana latar belakang sosial, pendidikan, dan lingkungan pengguna memengaruhi cara mereka menggunakan aisatsu di media sosial, sehingga dapat mengungkap hubungan antara konteks sosial individu dengan praktik linguistik digital yang semakin bebas dan kreatif.

  1. LANGUAGE VARIATION: AN ANALYSIS OF LANGUAGE VARIETIES USED BY EFL STUDENTS ON SOCIAL MEDIA CONTEXT |... ejournal.bbg.ac.id/geej/article/view/2758LANGUAGE VARIATION AN ANALYSIS OF LANGUAGE VARIETIES USED BY EFL STUDENTS ON SOCIAL MEDIA CONTEXT ejournal bbg ac geej article view 2758
  2. Function and Meaning of Japanese Greetings “Tadaima” and “Okaerinasai” on Social... doi.org/10.36312/ijlic.v3i1.2559Function and Meaning of Japanese Greetings AuTadaimaAy and AuOkaerinasaiAy on Social doi 10 36312 ijlic v3i1 2559
  3. A Brief Analysis of Culture of Japan in Japanese Greetings — First Meeting as the Center-EnPress... doi.org/10.24294/ijmss.v6i4.3132A Brief Analysis of Culture of Japan in Japanese Greetings Ai First Meeting as the Center EnPress doi 10 24294 ijmss v6i4 3132
  4. Aisatsu as Phatic Communion (Tatemae) in the Daily Life of Japanese People | Atlantis Press. aisatsu... atlantis-press.com/proceedings/soshec-18/25903362Aisatsu as Phatic Communion Tatemae in the Daily Life of Japanese People Atlantis Press aisatsu atlantis press proceedings soshec 18 25903362
Read online
File size731.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test