IJHPIJHP
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)Tuberculosis (TB) remains a significant global health problem, with Indonesia ranking second in the world for the highest number of cases. This study aims to analyze the relationship between various risk factors and the incidence of primary and post-primary tuberculosis in the Merdeka Public Health Center working area in 2025. Based on preliminary data, there are 122 TB patients in the region diagnosed using the Molecular Rapid Test (TCM). Identified risk factors include host factors such as male gender, productive age (15–64 years), low education, and low economic status. Additionally, home environmental factors play a crucial role in increasing transmission risk, including inadequate residential density (<9m²/person), poor ventilation, lack of natural lighting, and suboptimal air humidity. Negative preventive behaviors and exposure to cigarette smoke are also significant contributors to the incidence of the disease. Mitigation efforts require comprehensive interventions. These must focus not only on medical treatment but also on improving residential environmental conditions and educating the community on healthy behaviors.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien TB berada dalam kelompok usia produktif, laki-laki, dan memiliki tingkat pendidikan yang rendah.Mereka tinggal di rumah dengan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi standar, terpapar asap rokok aktif atau pasif di rumah, dan sebagian memiliki diabetes mellitus sebagai komorbiditas.Selain itu, sebagian besar pasien TB memiliki status gizi yang normal.Penelitian ini juga menemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, kondisi lingkungan rumah (kepadatan hunian, ukuran ventilasi, dan ukuran jendela), status merokok, dan diabetes mellitus dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Merdeka pada tahun 2025.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian TB dan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang ditargetkan.
Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara lebih mendalam hubungan antara kondisi lingkungan rumah, seperti ventilasi dan pencahayaan, dengan perkembangan penyakit TB, dengan mempertimbangkan faktor-faktor perancu seperti status sosial ekonomi dan perilaku merokok. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk memahami pengalaman dan persepsi masyarakat terkait faktor-faktor risiko TB, khususnya yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta akses terhadap layanan kesehatan. Ketiga, penelitian intervensi komunitas yang melibatkan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan kualitas ventilasi rumah, dan penyediaan akses ke layanan kesehatan yang terjangkau dapat dievaluasi efektivitasnya dalam mengurangi angka kejadian TB di wilayah Merdeka Public Health Center.
| File size | 352.29 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Tingkat pengetahuan pasien menjadi faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pasienTingkat pengetahuan pasien menjadi faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pasien
UNIBIUNIBI Kecurangan laporan keuangan semakin meningkat dibandingkan jenis kecurangan lainnya, seperti korupsi dan penggelapan aset, yang menimbulkan risiko signifikanKecurangan laporan keuangan semakin meningkat dibandingkan jenis kecurangan lainnya, seperti korupsi dan penggelapan aset, yang menimbulkan risiko signifikan
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Ketidaksignifikan penggunaan kelambu mengonfirmasi bahwa penularan pada remaja terjadi lebih melalui interaksi dengan habitat vektor di luar ruangan atauKetidaksignifikan penggunaan kelambu mengonfirmasi bahwa penularan pada remaja terjadi lebih melalui interaksi dengan habitat vektor di luar ruangan atau
UMKUUMKU Direkomendasikan agar program ini diintegrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler sekolah dan dikembangkan lebih lanjut ke dalam format aplikasi digitalDirekomendasikan agar program ini diintegrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler sekolah dan dikembangkan lebih lanjut ke dalam format aplikasi digital
UNRAMUNRAM Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyiapan alur layanan (registrasi–skrining tanda vital–anamnesis–pemeriksaan fisikMetode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyiapan alur layanan (registrasi–skrining tanda vital–anamnesis–pemeriksaan fisik
USBUSB Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 dari 18 item memenuhi kriteria validitas, satu item dieliminasi karena nilai factor loading yang rendah. Indeks kecocokanHasil penelitian menunjukkan bahwa 17 dari 18 item memenuhi kriteria validitas, satu item dieliminasi karena nilai factor loading yang rendah. Indeks kecocokan
UNUHAUNUHA Sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan masyarakat tergolong rendah (64%), cukup (24%), dan tinggi (11%). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan:Sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan masyarakat tergolong rendah (64%), cukup (24%), dan tinggi (11%). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan:
IJRETINAIJRETINA Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ketebalan Lapisan Serat Saraf Retina (Retinal Nerve Fiber Layer/RNFL) bermanfaatLatar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ketebalan Lapisan Serat Saraf Retina (Retinal Nerve Fiber Layer/RNFL) bermanfaat
Useful /
IJHPIJHP Keparahan mayoritas efek samping berada dalam kategori ringan (88%). Tingkat kepatuhan pasien relatif tinggi, yaitu 92,3% patuh dalam menjalani terapi,Keparahan mayoritas efek samping berada dalam kategori ringan (88%). Tingkat kepatuhan pasien relatif tinggi, yaitu 92,3% patuh dalam menjalani terapi,
IJHPIJHP Therefore, hospitals must prioritize developing nurses competence, fostering a motivating work environment, and effectively managing workload to ensureTherefore, hospitals must prioritize developing nurses competence, fostering a motivating work environment, and effectively managing workload to ensure
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS MAN 1 Plus Keterampilan Bengkalis merupakan salah satu lembaga pendidikan yang melaksanakan program berwirausaha kepada para wirausaha. Kegiatan pembinaanMAN 1 Plus Keterampilan Bengkalis merupakan salah satu lembaga pendidikan yang melaksanakan program berwirausaha kepada para wirausaha. Kegiatan pembinaan
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Bros jilbab, kotak tisu, hiasan dinding, hadiah, dan mahar pernikahan adalah produk akhir dari pelatihan ini. Produk ini akan menjadi modal usaha pemudaBros jilbab, kotak tisu, hiasan dinding, hadiah, dan mahar pernikahan adalah produk akhir dari pelatihan ini. Produk ini akan menjadi modal usaha pemuda