IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamPenelitian ini menyelidiki implikasi semantik dari istilah basyar dalam kaitannya dengan konsep kemanusiaan dalam wacana Al-Quran. Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa Al-Quran menggunakan berbagai pilihan leksikal untuk menyebut manusia, seperti nās, al-insān, basyar, banī Ādam, al-insu, dan al-marʾu, yang masing-masing memiliki konotasi kontekstual dan konseptual yang berbeda. Keragaman istilah ini mencerminkan gambaran Al-Quran yang bernuansa tentang hakikat manusia dalam berbagai dimensi dan situasi. Dengan fokus khusus pada istilah basyar, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan aspek-aspek unik yang terkandung dalam istilah tersebut dan bagaimana hal itu membentuk pemahaman Islam tentang identitas manusia. Secara metodologis, penelitian ini adalah studi kualitatif berbasis literatur yang menggunakan analisis dokumenter terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Quran dan karya-karya tafsir klasik, termasuk Tafsīr al-Qurān al-Aẓīm oleh Ibnu Katsir, Tafsīr al-Marāghī oleh Ahmad bin Musthafa al-Marāghī, Mafātīḥ al-Ghayb oleh Fakhruddīn al-Rāzī, dan Rūḥ al-Maʿānī oleh Shihābuddīn al-Ālūsī, serta lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsep basyar sejalan dengan gagasan umum tentang kemanusiaan, istilah ini menyampaikan pemahaman yang lebih tinggi yang ditandai oleh kebajikan-kebajikan tertentu. Studi ini mengidentifikasi lima karakteristik utama manusia dalam kerangka basyar: (1) kenabian sebagai fungsi manusia, (2) penciptaan dari unsur-unsur bumi, (3) dimensi kognitif dan eksistensial basyariah, (4) interaksi sosial antara jenis kelamin, dan (5) kepastian kematian sebagai bagian dari ketetapan ilahi.
Studi ini telah mengeksplorasi konsep Al-Quran tentang basyar sebagai representasi yang khas dari manusia, mengungkapkan kekayaan semantik dan kedalaman teologisnya.Berbeda dengan istilah-istilah Al-Quran lainnya yang merujuk pada kemanusiaan, seperti nās, al-insān, atau banī ādam, basyar secara unik mampu mencakup dimensi biologis dan moral dari sifat manusia.Basyar sering muncul dalam konteks yang berkaitan dengan kenabian, yang tidak hanya menekankan bentuk manusia dari utusan ilahi, tetapi juga karakter moral teladan dan peran sosial mereka.Melalui analisis semantik dan tafsir yang mendetail, studi ini mengidentifikasi lima karakteristik kunci yang tertanam dalam konsep basyar.(1) sifat kenabian manusia, (2) penciptaan dari unsur-unsur bumi, (3) kapasitas rasional dan emosional yang membentuk basyariah, (4) hubungan sosial antara jenis kelamin, dan (5) kenyataan kematian sebagai bagian dari ketetapan ilahi.Karakteristik-karakteristik ini secara kolektif menawarkan pemahaman holistik tentang manusia dalam pandangan dunia Al-Quran.Mereka menekankan bahwa manusia bukan hanya entitas fisik, tetapi agen moral yang dipercayakan dengan tujuan ilahi dan tanggung jawab eksistensial.Istilah basyar berfungsi sebagai kategori deskriptif dan preskriptif, menggambarkan sifat manusia sambil menunjuk pada ideal etis dan spiritual yang seharusnya diwujudkan manusia.Selain itu, studi ini menekankan relevansi konsep basyar bagi pemikiran Islam kontemporer, khususnya di bidang pendidikan, antropologi, dan filsafat moral.Dengan kembali terhubung dengan kerangka Al-Quran, para sarjana dan pendidik dapat merumuskan kembali visi kemanusiaan yang berakar pada wahyu yang menyelaraskan realitas fisik dengan tujuan metafisik - akhirnya, memahami basyar sebagai makhluk biologis dan moral mengundang refleksi yang lebih mendalam tentang apa artinya menjadi manusia sehubungan dengan Tuhan, penciptaan, dan masyarakat - mengarahkan orang beriman menuju maʿrifah (pengakuan Tuhan) dan kepenuhan etis di dunia ini dan akhirat.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki penggunaan istilah-istilah lain dalam Al-Quran yang merujuk pada kemanusiaan, seperti nās, al-insān, dan banī ādam, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam pemahaman Islam tentang identitas manusia.. . 2. Melakukan analisis lebih mendalam tentang peran dan sifat kenabian dalam konteks basyar, termasuk bagaimana kenabian berkaitan dengan sifat moral dan tanggung jawab sosial manusia.. . 3. Menjelajahi hubungan antara konsep basyar dengan konsep-konsep lain dalam Al-Quran yang berkaitan dengan kemanusiaan, seperti fitrah (sifat alami manusia), akal (rasionalitas), dan ruh (jiwa).. . 4. Menganalisis lebih lanjut bagaimana konsep basyar mempengaruhi pemahaman Islam tentang hubungan antara manusia dan lingkungan, termasuk peran manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi.. . 5. Meneliti implikasi etis dan moral dari konsep basyar, khususnya dalam konteks interaksi sosial antara jenis kelamin dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam praktik-praktik sosial dan budaya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.. . 6. Mempertimbangkan studi interdisipliner yang menggabungkan perspektif antropologi, sosiologi, dan psikologi untuk memahami lebih dalam tentang sifat manusia dalam kerangka Al-Quran.. . 7. Melakukan penelitian empiris yang menyelidiki bagaimana pemahaman tentang basyar dapat diterapkan dalam pendidikan Islam, baik dalam kurikulum maupun praktik pembelajaran, untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang identitas dan tanggung jawab manusia.. . 8. Mengembangkan studi tentang bagaimana konsep basyar dapat diterapkan dalam praktik-praktik keagamaan sehari-hari, seperti ibadah, interaksi sosial, dan hubungan dengan lingkungan.. . 9. Menjelajahi hubungan antara konsep basyar dengan konsep-konsep etika dan moral dalam Islam, seperti adab (etika), akhlak (karakter), dan hikmah (kebijaksanaan).. . 10. Melakukan penelitian tentang bagaimana konsep basyar dapat digunakan untuk mempromosikan dialog antarumat beragama dan pemahaman antarbudaya, dengan menekankan pada kesamaan dan perbedaan dalam pemahaman tentang kemanusiaan di antara berbagai tradisi religius.
- Manusia dalam Al-Qur'an | Al-I’jaz: Jurnal Studi Al-Qur’an, Falsafah dan Keislaman.... doi.org/10.53563/ai.v1i2.27Manusia dalam Al Quran Al IAojaz Jurnal Studi Al QurAoan Falsafah dan Keislaman doi 10 53563 ai v1i2 27
- KONSEP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN | Muhlasin | Idarotuna. konsep manusia perspektif al... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/idarotuna/article/view/7025KONSEP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL QURAoAN Muhlasin Idarotuna konsep manusia perspektif al ejournal uin suska ac index php idarotuna article view 7025
| File size | 624.15 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UWMYUWMY Mayonnaise konvensional memiliki kandungan lemak dan kolesterol tinggi karena penggunaan minyak dan kuning telur sebagai emulsifier. Penelitian ini mengembangkanMayonnaise konvensional memiliki kandungan lemak dan kolesterol tinggi karena penggunaan minyak dan kuning telur sebagai emulsifier. Penelitian ini mengembangkan
UM SURABAYAUM SURABAYA Perubahan Plasticity Index (PI) dan California Bearing Ratio (CBR) sebelum dan sesudah penambahan bahan biochar adalah sebagai berikut. Nilai PI pada tanahPerubahan Plasticity Index (PI) dan California Bearing Ratio (CBR) sebelum dan sesudah penambahan bahan biochar adalah sebagai berikut. Nilai PI pada tanah
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Selain itu, terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik sediaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMCSelain itu, terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik sediaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC
UYPUYP Perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah pada perlakuanPerhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah pada perlakuan
ARITEKINARITEKIN Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan material daur ulang tidak hanya mendukung keberlanjutan (sustainability), tetapi juga mampu meningkatkan sifat mekanisHal ini membuktikan bahwa pemanfaatan material daur ulang tidak hanya mendukung keberlanjutan (sustainability), tetapi juga mampu meningkatkan sifat mekanis
POLITANI KOEPOLITANI KOE Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi perekat secara signifikan meningkatkan kuat tekan dan densitas briket, serta menurunkan kadarHasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi perekat secara signifikan meningkatkan kuat tekan dan densitas briket, serta menurunkan kadar
UnmulUnmul Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu hedonik (tekstur, rasa, dan kadar air) tidak memiliki pengaruh nyata, sementara pada uji kualitas fisik, nilaiHasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu hedonik (tekstur, rasa, dan kadar air) tidak memiliki pengaruh nyata, sementara pada uji kualitas fisik, nilai
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini menyimpulkan bahwa formulasi menggunakan HPMC 10% sebagai basis gel dan PVA sebagai backing menghasilkan plester yang baik. Penelitian iniPenelitian ini menyimpulkan bahwa formulasi menggunakan HPMC 10% sebagai basis gel dan PVA sebagai backing menghasilkan plester yang baik. Penelitian ini
Useful /
UWMYUWMY Terdapat 4 perlakuan dalam penelitian ini yaitu J0 (0 gr J), J1 (0,25 gr J), J2 (0,50 gr J), dan J3 (0,75 gr J). Perlakuan yang dibuat dilakukan beberapaTerdapat 4 perlakuan dalam penelitian ini yaitu J0 (0 gr J), J1 (0,25 gr J), J2 (0,50 gr J), dan J3 (0,75 gr J). Perlakuan yang dibuat dilakukan beberapa
UWMYUWMY Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan penambahan pure labu kuning dan terdiri dari empat taraf perlakuan: 10%, 20%,Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan penambahan pure labu kuning dan terdiri dari empat taraf perlakuan: 10%, 20%,
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI This research employs five steps of research and development methods: 1) the preliminary research stage, 2) the development stage, 3) the expert validationThis research employs five steps of research and development methods: 1) the preliminary research stage, 2) the development stage, 3) the expert validation
ISQIISQI Di masyarakat terdapat pandangan beragam: satu pihak menilai penegakan hukum membawa keadilan bagi semua, sementara pihak lain berpendapat sebaliknya.Di masyarakat terdapat pandangan beragam: satu pihak menilai penegakan hukum membawa keadilan bagi semua, sementara pihak lain berpendapat sebaliknya.