USMUSM

Information Science and LibraryInformation Science and Library

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dalam pengelolaan arsip inaktif di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIKD memberikan kontribusi positif terhadap proses temu kembali arsip dan kecepatan layanan administrasi, namun implementasinya belum optimal. Hambatan ditemukan pada keterlambatan pemindahan arsip, ketidaksesuaian metadata, ketidakpatuhan terhadap SOP, serta keterbatasan kompetensi SDM dalam mengoperasikan SIKD. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi SIKD membutuhkan peningkatan keterampilan pegawai, penegakan SOP, percepatan digitalisasi arsip, dan pemantauan berkala.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan kontribusi positif terhadap proses pengelolaan arsip inaktif, terutama dalam aspek percepatan temu kembali arsip, peningkatan keteraturan pencatatan, serta efisiensi pelacakan dokumen.Namun demikian, efektivitas SIKD belum optimal karena masih terdapat sejumlah hambatan yang berkaitan dengan tata kelola arsip, kesesuaian data, dan kompetensi sumber daya manusia.Secara keseluruhan, hambatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan implementasi SIKD tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada faktor manusia, prosedur, dan budaya kerja organisasi.Dengan demikian, optimalisasi pengelolaan arsip inaktif melalui SIKD memerlukan peningkatan keterampilan pegawai, penegakan acuan alur prosedur penataan Arsip Inaktif yang tercantum pada Peraturan Gubernur No.11 Tahun 2022 secara konsisten, standardisasi metadata, monitoring dan evaluasi berkala, serta percepatan digitalisasi arsip di seluruh biro.

Untuk meningkatkan efektivitas SIKD, perlu dilakukan pelatihan intensif bagi pegawai dalam mengoperasikan sistem dan memahami fitur-fitur lanjutan. Selain itu, penting untuk menegakkan acuan dan SOP secara konsisten, serta melakukan audit dan monitoring berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur. Standardisasi metadata juga perlu diterapkan untuk meningkatkan akurasi pencarian arsip. Percepatan digitalisasi arsip inaktif di seluruh biro dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas SDM dan infrastruktur teknologi. Dengan demikian, proses pengelolaan arsip inaktif melalui SIKD dapat menjadi lebih efisien, akuntabel, dan sesuai dengan standar kearsipan modern.

Read online
File size309.4 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test