KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian NusantaraThe millennial era, characterized by rapid access to information through technology and its positive and negative impacts, presents problems for character education in Indonesia. Therefore, character education is essential to overcome these negative impacts, with systematic intervention from the government. Indonesia is still lagging behind neighboring countries in terms of character education, focusing more on academic achievement. Education should not only provide knowledge, but also build character, in line with the national values enshrined in the 1945 Constitution. In the context of globalization, technology can socially isolate people, even though technology facilitates access to information. Teachers, especially those who teach character-centered subjects, must act as role models and facilitators for students who are heavily influenced by information from smartphones. Character encompasses behavior, personality, and the application of good values, so education should be geared towards forming responsible and socially engaged individuals.
Character education has a vital role in shaping adolescent morality in the millennial generation in Indonesia.In the midst of globalization and rapid technological development, millennials are faced with complex moral challenges, including the influence of foreign cultures and unfiltered access to information.Through character education, adolescents are not only trained to master academic knowledge, but also to understand and apply ethical values, social responsibility, and good leadership.Systematic character development in the family, school and community can help reduce deviant behavior and increase awareness of the importance of integrity and empathy for others.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai karakter dan moralitas generasi milenial. Pertama, penelitian kuantitatif dengan skala besar dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling berpengaruh terhadap pembentukan karakter milenial di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan sosial ekonomi. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas karakter generasi muda. Kedua, penelitian kualitatif mendalam melalui studi kasus dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana program-program pendidikan karakter yang inovatif, seperti integrasi teknologi dan pendekatan berbasis komunitas, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karakter. Studi ini dapat memberikan wawasan praktis bagi para pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang program yang lebih relevan dan adaptif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan karakter milenial dari masa remaja hingga dewasa, dengan fokus pada bagaimana pengalaman pendidikan, lingkungan sosial, dan penggunaan teknologi memengaruhi nilai-nilai moral dan perilaku mereka. Penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak jangka panjang dari pendidikan karakter terhadap pembentukan karakter yang tangguh dan berintegritas.
- Konsep Landasan Dasar Pendidikan Karakter di Indonesia | Journal on Education. konsep landasan pendidikan... jonedu.org/index.php/joe/article/view/3258Konsep Landasan Dasar Pendidikan Karakter di Indonesia Journal on Education konsep landasan pendidikan jonedu index php joe article view 3258
- Jurnal Pendidikan Karakter. degradasi moral siswa penerapan nilai pancasila ditinjau jurnal pendidikan... journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/57131Jurnal Pendidikan Karakter degradasi moral siswa penerapan nilai pancasila ditinjau jurnal pendidikan journal uny ac index php jpka article view 57131
- Gaya Kepemimpinan Yang Ideal Untuk Generasi Milineal | Saputro | Social, Humanities, and Educational... doi.org/10.20961/shes.v5i1.57799Gaya Kepemimpinan Yang Ideal Untuk Generasi Milineal Saputro Social Humanities and Educational doi 10 20961 shes v5i1 57799
- PENDIDIKAN AKHLAQ PADA GENERASI MILENIAL DI ERA DISRUPSI | AL AUFA: JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN KEISLAMAN.... journal.unugiri.ac.id/index.php/AL-AUFA/article/view/2022-06-14PENDIDIKAN AKHLAQ PADA GENERASI MILENIAL DI ERA DISRUPSI AL AUFA JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN KEISLAMAN journal unugiri ac index php AL AUFA article view 2022 06 14
| File size | 180.8 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Pendidikan berbasis pesantren mengajarkan nilai-nilai teladan baik melalui studi ilmiah berdasarkan kitab Salaf, rutinitas kegiatan sehari‑hari atauPendidikan berbasis pesantren mengajarkan nilai-nilai teladan baik melalui studi ilmiah berdasarkan kitab Salaf, rutinitas kegiatan sehari‑hari atau
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi terhadap delapan informan, termasukPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi terhadap delapan informan, termasuk
UMPPUMPP Studi ini memvalidasi bahwa lingkungan berbasis web secara efektif mendukung pendidikan bilingual sekaligus mendorong pengembangan karakter Islami, menyediakanStudi ini memvalidasi bahwa lingkungan berbasis web secara efektif mendukung pendidikan bilingual sekaligus mendorong pengembangan karakter Islami, menyediakan
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan karakter islami peserta didik melalui pembiasaan ubudiyah dan akhlakul karimah di mi maarifPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan karakter islami peserta didik melalui pembiasaan ubudiyah dan akhlakul karimah di mi maarif
YAYASANBHZYAYASANBHZ Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan serius yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik, terutama terkait penggunaan media sosial,Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan serius yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik, terutama terkait penggunaan media sosial,
STAI MIFDASTAI MIFDA Metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat membuka konten baik yang memotivasi akhlak terpuji maupunMetode penelitian kualitatif dengan studi pustaka menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat membuka konten baik yang memotivasi akhlak terpuji maupun
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik peran pendidik dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan sumber otoritatif Islam sertaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik peran pendidik dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan sumber otoritatif Islam serta
UACUAC Nahdlatul Ulama uses the values of ahlusunnah wal jamaah with values tasamuh, tawasuth, and tawazun that are implemented in various educational activitiesNahdlatul Ulama uses the values of ahlusunnah wal jamaah with values tasamuh, tawasuth, and tawazun that are implemented in various educational activities
Useful /
UINSAUINSA Oleh karena itu, penelitian ini memeriksa perwujudan religius dan budaya antara masyarakat asli dan komunitas Hadrami di Tanah Osing. Temuan penelitianOleh karena itu, penelitian ini memeriksa perwujudan religius dan budaya antara masyarakat asli dan komunitas Hadrami di Tanah Osing. Temuan penelitian
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Sikap zuhudnya, disertai keyakinan bahwa apa yang ada pada Allah lebih abadi dan baik, menjadikannya sosok yang tidak hanya dihormati sebagai pemimpin,Sikap zuhudnya, disertai keyakinan bahwa apa yang ada pada Allah lebih abadi dan baik, menjadikannya sosok yang tidak hanya dihormati sebagai pemimpin,
ILOMATAILOMATA Populasi penelitian adalah 170 perusahaan, dengan 86 sampel dipilih secara purposif untuk memperoleh 282 observasi setelah penghapusan outlier. AnalisisPopulasi penelitian adalah 170 perusahaan, dengan 86 sampel dipilih secara purposif untuk memperoleh 282 observasi setelah penghapusan outlier. Analisis
ILOMATAILOMATA Metode sampling purposif digunakan untuk mengamati 138 observasi dari 69 perusahaan. Penilaian tingkat pengungkapan akuntansi hijau dilakukan melalui 91Metode sampling purposif digunakan untuk mengamati 138 observasi dari 69 perusahaan. Penilaian tingkat pengungkapan akuntansi hijau dilakukan melalui 91