UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Ketidakseimbangan beban kerja bahwa wanita tani memiliki tanggung jawab ganda yang menyebabkan keterbatasan waktu yang dapat dialokasikan untuk usaha tani padi sehingga berpengaruh pada produktivitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan alokasi jam kerja petani perempuan dan petani pria, kontribusi petani perempuan pada kegiatan produktif dan domestik, serta faktor‑faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani pada usaha tani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi literatur, dan analisis regresi linier berganda Cobb‑Douglas menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan waktu kerja wanita tani pada usaha tani padi sebesar 14 HOK/musim, lebih rendah dibandingkan pria (17,3 HOK/musim); kontribusi pada kegiatan produktif sebesar 16,1 % dan pada kegiatan domestik sebesar 83,9 %. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap curahan waktu kerja wanita tani meliputi jumlah tanggungan keluarga, upah wanita tani, dan luas lahan, sedangkan umur memiliki pengaruh negatif.

Penelitian menunjukkan bahwa alokasi jam kerja petani perempuan pada usaha tani padi (14 HOK/musim) lebih rendah dibandingkan pria (17,3 HOK/musim), dengan kontribusi 16,1 % untuk kegiatan produktif dan 83,9 % untuk kegiatan domestik.Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap alokasi jam kerja meliputi jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, dan tingkat upah, sementara umur memiliki hubungan negatif.Disarankan untuk memperluas cakupan wilayah studi dan melakukan analisis antar musim guna meningkatkan validitas dan memahami perubahan curahan waktu kerja wanita tani.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan teknologi pertanian ramah gender, seperti alat mekanis ringan, mempengaruhi alokasi waktu kerja wanita tani dan produktivitas padi di desa‑desa dengan karakteristik lahan berbeda; pertanyaan penelitian yang dapat diajukan adalah, Apakah adopsi teknologi pertanian dapat mengurangi beban kerja domestik wanita tani dan meningkatkan kontribusi mereka pada kegiatan produktif?. Selanjutnya, perlu diteliti peran dinamika pengambilan keputusan dalam rumah tangga terhadap pembagian kerja antara suami dan istri, dengan fokus pada pertanyaan Bagaimana tingkat partisipasi wanita dalam keputusan ekonomi keluarga memengaruhi alokasi jam kerja mereka pada usaha tani padi?. Terakhir, studi komparatif antar wilayah yang mencakup beberapa desa dengan variasi tingkat pendidikan, kepadatan penduduk, dan kebijakan lokal dapat memberikan wawasan tentang faktor kontekstual yang memoderasi hubungan antara variabel‑variabel penentu alokasi kerja; misalnya, Apakah perbedaan kebijakan desa terkait dukungan gender menghasilkan variasi signifikan dalam curahan waktu kerja wanita tani?.

  1. Curahan Waktu Kerja Wanita Tani Pada Usaha tani Padi di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten... doi.org/10.28926/briliant.v11i1.2266Curahan Waktu Kerja Wanita Tani Pada Usaha tani Padi di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten doi 10 28926 briliant v11i1 2266
  2. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN JAM KERJA PEREMPUAN DI KOTA DENPASAR | E-Jurnal Ekonomi... ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view/76284ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN JAM KERJA PEREMPUAN DI KOTA DENPASAR E Jurnal Ekonomi ojs unud ac index php EEB article view 76284
Read online
File size310.04 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test