INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO
Absorbent MindAbsorbent MindPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap ketersediaan alat peraga dan Kit IPA di sekolah, penggunaan, dan kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga dan Kit IPA dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, terutama di kelas tinggi. Karena kebanyakan guru di sekolah dasar jarang menggunakan alat peraga dan Kit IPA dalam pembelajaran, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan dan ketersediaan alat peraga dan Kit IPA, serta kemampuan guru dalam menggunakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 55% guru menggunakan alat peraga dan 40% guru menggunakan Kit IPA dalam pembelajaran, dengan ketersediaan alat peraga dan Kit IPA di sekolah masing-masing sebesar 60% dan 52.5%. Rata-rata 55% guru mampu menggunakan alat peraga dan 42.5% guru mampu menggunakan Kit IPA. Disarankan agar sekolah memperbaharui dan melengkapi alat peraga dan Kit IPA, serta mengadakan pelatihan guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat peraga dan Kit IPA agar pembelajaran IPA menjadi lebih menarik dan menyenangkan, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat rata-rata 55% guru yang menggunakan alat peraga dan 40% guru yang menggunakan Kit IPA dalam pembelajaran di Kecamatan Padang Utara dan Nanggalo Kota Padang.Ketersediaan alat peraga dan Kit IPA di sekolah masing-masing sebesar 60% dan 52.Rata-rata 55% guru mampu menggunakan alat peraga dan 42.Disarankan agar guru-guru lebih banyak menggunakan alat peraga dan Kit IPA yang ada dalam pembelajaran, dan beberapa sekolah perlu memperbaharui dan melengkapi alat peraga dan Kit IPA dengan yang lebih baik.Selain itu, perlu diadakan pelatihan guru-guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat peraga dan Kit IPA.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar, disarankan agar sekolah memperbaharui dan melengkapi alat peraga dan Kit IPA dengan yang lebih baik dan tahan lama. Selain itu, pelatihan guru-guru dalam menggunakan alat peraga dan Kit IPA secara efektif sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Dengan demikian, pembelajaran IPA dapat menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
| File size | 429.97 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Piaget mengatakan bahwa guru matematika harus mengetahui perkembangan kognitif terhadap anak. Tingkat perkembangan intelektual yang dilakukan oleh setiapPiaget mengatakan bahwa guru matematika harus mengetahui perkembangan kognitif terhadap anak. Tingkat perkembangan intelektual yang dilakukan oleh setiap
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan Islam ke dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan melalui pendekatan holistik, yangPenelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan Islam ke dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan melalui pendekatan holistik, yang
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Di sektor pendidikan, Jepang memperkenalkan sistem baru yang lebih berorientasi pada indoktrinasi dan mobilisasi, sementara di bidang budaya, upaya dilakukanDi sektor pendidikan, Jepang memperkenalkan sistem baru yang lebih berorientasi pada indoktrinasi dan mobilisasi, sementara di bidang budaya, upaya dilakukan
UMSUMS Pendekatan yang digunakan seperti bercerita, dramatisasi, penggunaan media visual, dan alat peraga seperti boneka tangan terbukti lebih efektif dibandingkanPendekatan yang digunakan seperti bercerita, dramatisasi, penggunaan media visual, dan alat peraga seperti boneka tangan terbukti lebih efektif dibandingkan
UINSIUINSI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa biji-bijian dapat membantu anak usia dini untuk meningkatkan kapabilitas berhitungnya. Hal ini disebabkanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa biji-bijian dapat membantu anak usia dini untuk meningkatkan kapabilitas berhitungnya. Hal ini disebabkan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam memiliki tata tertib santri yang digunakan sebagai pembiasaan dalam jadwal santriwati berupa siklus kegiatan 24Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam memiliki tata tertib santri yang digunakan sebagai pembiasaan dalam jadwal santriwati berupa siklus kegiatan 24
PNLPNL Pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak sejakPelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak sejak
PNLPNL (3) drama mampu meningkatkan hubungan sosial, boneka tangan dan topeng telah digunakan digunakan untuk melindungi diri. (4) seni mengembangkan kreativitas(3) drama mampu meningkatkan hubungan sosial, boneka tangan dan topeng telah digunakan digunakan untuk melindungi diri. (4) seni mengembangkan kreativitas
Useful /
UNTAG SMDUNTAG SMD Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian implementasi sistem penjaminan mutu internal terhadap standar yang telah ditetapkan. Metode yang digunakanAudit ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian implementasi sistem penjaminan mutu internal terhadap standar yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan
UNTAG SMDUNTAG SMD Analisis ini menekankan peran penting SPMI yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memastikan kepatuhan, dan membangun reputasi institusi. SimpulanAnalisis ini menekankan peran penting SPMI yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memastikan kepatuhan, dan membangun reputasi institusi. Simpulan
PNLPNL Survey pemetaan partisipatif dilaksanakan bersama masyarakat Nagari Sungai Pinang di daratan pesisir dan laut. Hasil pemetaan partisipatif bersama masyarakatSurvey pemetaan partisipatif dilaksanakan bersama masyarakat Nagari Sungai Pinang di daratan pesisir dan laut. Hasil pemetaan partisipatif bersama masyarakat
PNLPNL (2) Memiliki kesadaran untuk memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. (3) Memiliki kesadaran untuk mencatat setiap transaksi keuangan(2) Memiliki kesadaran untuk memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. (3) Memiliki kesadaran untuk mencatat setiap transaksi keuangan