USMUSM

TEMATIKTEMATIK

Guru memegang peran penting dalam pendidikan anak usia dini sebagai pendidik, pengasuh, teladan, dan fasilitator perkembangan anak. Kompleksitas peran ini menuntut kesiapan psikologis guru, khususnya pemahaman konsep diri yang positif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep diri guru TK Cahaya Ilmu Semarang guna menunjang profesionalisme dan kinerja mengajar. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif, dan latihan praktis yang mencakup materi konsep diri, kepercayaan diri, dan pengelolaan emosi. Peserta kegiatan berjumlah 69 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman guru dari 55,04 menjadi 59,39, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Secara kualitatif, guru menunjukkan perubahan cara pandang terhadap peran sebagai pendidik, meningkatnya kesadaran diri, serta pemahaman pentingnya regulasi emosi. Kegiatan PkM ini terbukti efektif dalam memperkuat aspek psikologis guru dan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran.

Program peningkatan pemahaman konsep diri bagi guru TK Cahaya Ilmu Semarang terbukti efektif dan memberikan dampak positif terhadap peserta.Guru menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep diri, kepercayaan diri, dan pentingnya regulasi emosi dalam mendukung profesionalisme serta kinerja mengajar.Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang signifikan antara pre-test dan post-test, mengindikasikan efektivitas kegiatan PkM dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas interaksi pembelajaran.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh peningkatan konsep diri guru terhadap perilaku dan perkembangan emosional anak didik dalam jangka panjang, apakah perubahan psikologis guru memberikan dampak riil pada suasana kelas dan kesejahteraan anak. Kedua, perlu dikembangkan model pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan pendekatan psikoedukasi dengan bimbingan kelompok secara rutin, untuk melihat efektivitas pemeliharaan konsep diri positif guru dalam menghadapi stres kerja sehari-hari. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lingkungan sekolah, seperti budaya organisasi dan dukungan kepala sekolah, yang memengaruhi penguatan konsep diri guru, agar dapat dirancang intervensi sistemik yang tidak hanya menyasar individu tetapi juga struktur organisasi sekolah. Penelitian lanjutan sebaiknya menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh. Fokus pada aspek berkelanjutan intervensi sangat penting agar manfaat program tidak hanya bersifat sementara. Selain itu, variasi konteks sekolah perlu dipertimbangkan untuk melihat perbedaan respons guru di berbagai jenis lembaga. Model yang efektif dapat diadaptasi ke sekolah lain dengan kondisi serupa. Penelitian juga bisa mengevaluasi efisiensi biaya dan sumber daya dari program semacam ini. Temuan dari studi lanjutan dapat menjadi dasar kebijakan pengembangan guru di tingkat lembaga maupun dinas pendidikan.

Read online
File size373.42 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test