JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Latar Belakang: Kehadiran dan kelimpahan fitoplankton sangat terkait erat dengan parameter fisika dan kimia air. Fitoplankton memainkan peran krusial dalam ekosistem akuatik sebagai produsen primer dan penyerap nutrien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kandungan nutrien nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Perairan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Metode: Penelitian ini menggunakan kombinasi pengukuran lapangan dan analisis laboratorium. Pengukuran langsung di perairan Arungkeke dilakukan untuk menilai parameter air permukaan, meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus, transparansi, dan pH. Sampel air dikumpulkan untuk analisis laboratorium komposisi dan kelimpahan fitoplankton, serta konsentrasi nitrat dan fosfat. Analisis regresi dilakukan untuk menentukan hubungan antara konsentrasi nutrien dan kelimpahan fitoplankton. Temuan: Penelitian ini mengidentifikasi dua kelas fitoplankton yang ada di perairan Arungkeke: Bacillariophyceae dan Dinophyceae. Parameter oseanografi diukur, dengan suhu berkisar antara 28.3°C hingga 29.7°C, kecepatan arus dari 0.039 m/s hingga 0.073 m/s, salinitas dari 29.3 ppt hingga 32 ppt, transparansi dari 1.9 m hingga 2.3 m, dan pH dari 7.3 hingga 7.4. Konsentrasi nitrat berkisar antara 0.042 mg/L hingga 0.076 mg/L, sedangkan konsentrasi fosfat berkisar antara 0.046 mg/L hingga 0.056 mg/L. Analisis regresi menunjukkan hubungan sedang antara kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi nutrien, dengan nilai R² sebesar 0.44. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelimpahan fitoplankton di Perairan Arungkeke dipengaruhi oleh konsentrasi nitrat dan fosfat, dengan korelasi sedang yang diamati. Kehadiran kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae menunjukkan signifikansi ekologis perairan ini sebagai area produksi primer. Kebaruan/Orisinalitas artikel ini: Studi ini memberikan wawasan berharga tentang interaksi antara dinamika nutrien dan kelimpahan fitoplankton di Perairan Arungkeke, yang merupakan area yang relatif kurang terjamah penelitian. Dengan mengidentifikasi kelas fitoplankton yang ada dan mengkuantifikasi hubungannya dengan nutrien utama, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang proses ekologis di perairan pesisir.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa komposisi dan kelimpahan fitoplankton di lokasi studi didominasi oleh kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae, menunjukkan peran penting mereka dalam ekosistem perairan.Ditemukan hubungan sedang antara kelimpahan fitoplankton dan kadar nutrien, di mana peningkatan fitoplankton menyebabkan penurunan kadar nutrien secara signifikan.Aktivitas penyerapan nutrien oleh fitoplankton berkontribusi pada keseimbangan ekosistem perairan, namun perlu diperhatikan lebih lanjut kaitannya dengan dampak pada aktivitas akuakultur.

Untuk penelitian lanjutan, sangat direkomendasikan untuk menggali lebih dalam mengenai kontribusi spesifik limbah akuakultur terhadap dinamika nutrien di perairan pesisir, khususnya jenis dan konsentrasi nutrien yang dilepaskan dari tambak udang super-intensif. Penelitian dapat menguji secara langsung bagaimana variasi konsentrasi limbah tersebut memengaruhi komposisi spesies fitoplankton, bukan hanya kelimpahan total, serta potensi dampaknya terhadap dominansi kelas fitoplankton tertentu seperti Bacillariophyceae atau Dinophyceae. Selanjutnya, penting juga untuk menyelidiki respons ekologis fitoplankton secara lebih rinci, misalnya dengan menganalisis indeks keanekaragaman spesies fitoplankton dan hubungannya dengan fluktuasi parameter fisika-kimia perairan secara musiman atau dalam jangka panjang. Pendekatan ini dapat melibatkan studi eksperimental terkontrol di laboratorium atau pemantauan lapangan yang berkelanjutan, untuk mengidentifikasi ambang batas nutrien yang memicu perubahan signifikan pada komunitas fitoplankton dan mengukur laju penyerapan nutrien oleh fitoplankton di bawah berbagai skenario beban limbah. Penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi kompleks antara aktivitas budidaya, kualitas air, dan kesehatan ekosistem laut, yang pada akhirnya dapat mendukung pengembangan strategi pengelolaan akuakultur yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan perairan.

  1. NITRATE AND PHOSPHATE DISTRIBUTION RELATED TO FITOPLANKTON ABUNDANCE IN EAST YAPEN COASTAL WATER | JFMR-Journal... jfmr.ub.ac.id/index.php/jfmr/article/view/26NITRATE AND PHOSPHATE DISTRIBUTION RELATED TO FITOPLANKTON ABUNDANCE IN EAST YAPEN COASTAL WATER JFMR Journal jfmr ub ac index php jfmr article view 26
  2. Abundance of Phytoplankton and Physical Chemical Parameters as Indicators of Water Fertility in Lekok... doi.org/10.1088/1755-1315/934/1/012060Abundance of Phytoplankton and Physical Chemical Parameters as Indicators of Water Fertility in Lekok doi 10 1088 1755 1315 934 1 012060
  3. Hubungan Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton dengan Kelimpahan dan Keanekaragaman Zooplankton... doi.org/10.24843/jmas.2018.v4.i02.324-335Hubungan Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton dengan Kelimpahan dan Keanekaragaman Zooplankton doi 10 24843 jmas 2018 v4 i02 324 335
Read online
File size575.77 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test