LPKIALPKIA

Jurnal Digitalisasi AkuntansiJurnal Digitalisasi Akuntansi

Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) guna meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun, rendahnya literasi keuangan digital menjadi kendala dalam pemanfaatan fintech secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan penggunaan fintech terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 60 pelaku UMKM pengguna fintech, yang selanjutnya diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM (p = 0,009). Penggunaan fintech juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 77,8% variasi dalam kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dan optimalisasi pemanfaatan fintech sebagai strategi mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan UMKM di era digital. Implikasi penelitian ini mengarahkan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan penyedia layanan fintech untuk berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif.

Literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung.Penggunaan fintech juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM.Secara bersamaan, kedua faktor tersebut mampu menjelaskan sekitar 77,8% variasi dalam kinerja keuangan UMKM.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh budaya digital terhadap adopsi fintech oleh pelaku UMKM, terutama dalam konteks kepercayaan terhadap teknologi dan keamanan data. Kedua, penting untuk mengkaji peran dukungan keluarga usaha dalam memperkuat literasi keuangan digital, mengingat banyak UMKM dikelola secara keluarga dan keterlibatan anggota keluarga dapat memengaruhi keputusan keuangan. Ketiga, diperlukan studi mendalam tentang efektivitas model pelatihan literasi digital berbasis daring yang disesuaikan dengan karakteristik sektoral UMKM, seperti perdagangan, fashion, dan jasa, untuk mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan keuangan digital secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor non-teknis yang turut menentukan keberhasilan digitalisasi UMKM. Dengan memahami dimensi sosial, keluarga, dan pendidikan dalam adopsi fintech, kebijakan dan program pendampingan dapat dirancang lebih tepat sasaran. Selain itu, pendekatan berbasis sektor dapat membantu penyedia layanan fintech dalam menyediakan fitur yang lebih relevan. Hasilnya, ekosistem digital untuk UMKM tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi integrasi antara pelatihan literasi dengan pengembangan produk fintech berbasis kebutuhan mikro. Temuan dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam membangun strategi pemberdayaan UMKM yang holistik di era digital.

Read online
File size253.92 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test