FIB UNMULFIB UNMUL

Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan MusikJurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik

Penelitian ini menganalisis bagaimana teknologi digital membentuk ulang media, bentuk penyajian, dan nilai estetika karawitan Sunda dalam praktik kontemporer. Analisis difokuskan pada tiga tema utama, yaitu transformasi media digital, bentuk pertunjukan hybrid, dan estetika performatif. Dengan menggunakan pendekatan narrative review, penelitian ini mensintesis literatur akses terbuka terbitan 2020–2025 untuk menelaah pengaruh platform digital, produksi musik jarak jauh, dan distribusi daring terhadap transformasi ekspresi musikal tradisi. Hasil penelitian menunjukkan tiga perubahan utama. Pertama, media digital memperluas fungsi dokumentasi, distribusi, dan interaksi sehingga akses terhadap karawitan semakin terbuka. Kedua, eksperimen berbasis teknologi memunculkan pertunjukan hybrid yang memadukan struktur musikal Sunda dengan pemrosesan bunyi elektronik, instrumen virtual, dan desain panggung multisensorik. Ketiga, pengalaman estetis bergeser menuju bentuk interaktif dan partisipatif melalui respons langsung, visualisasi digital, dan manipulasi suara waktu nyata. Di balik peluang tersebut, muncul tantangan berupa homogenisasi bunyi dan risiko komodifikasi tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreator karawitan Sunda berperan sebagai mediator budaya yang menavigasi nilai tradisi dan inovasi teknologi. Penguatan literasi digital, sensitivitas budaya, dan etika produksi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan karawitan pada era digital.

Digitalisasi membawa perubahan mendasar pada karawitan Sunda dalam tiga aspek utama.Media digital memperluas dokumentasi, distribusi, dan interaksi, sementara bentuk pertunjukan hybrid muncul melalui integrasi teknologi dan tradisi.Pengalaman estetika menjadi lebih interaktif dan partisipatif, meski diiringi tantangan seperti homogenisasi bunyi dan komodifikasi budaya.Oleh karena itu, kreator perlu memperkuat literasi digital, sensitivitas budaya, dan etika produksi untuk menjaga keberlanjutan karawitan dalam era digital.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut tentang bagaimana generasi muda pengguna media sosial menafsirkan dan terlibat secara estetis dengan konten karawitan Sunda digital, untuk memahami pergeseran makna budaya dalam konteks partisipasi daring. Kedua, penting untuk mengkaji dampak penggunaan instrumen virtual terhadap pemeliharaan teknik bermain tradisional, agar dapat dirancang pendekatan pembelajaran yang memadukan keakuratan budaya dengan inovasi digital. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang model produksi etis yang melindungi nilai-nilai spiritual dan filosofis karawitan dari komodifikasi, dengan melibatkan komunitas seniman dalam merumuskan pedoman digital bersama. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pelestarian yang adaptif, di mana teknologi tidak menggerus identitas budaya melainkan memperkaya ekspresinya secara bermakna dan inklusif. Dengan demikian, karawitan Sunda dapat tetap relevan tanpa kehilangan akar tradisinya dalam arus digital yang terus berkembang.

  1. Hybrid Instrumentation Strategy in Balinese Gamelan Performances: The Challenge of Retaining Sonic Identity... ejournal.upsi.edu.my/index.php/MJM/article/view/10928Hybrid Instrumentation Strategy in Balinese Gamelan Performances The Challenge of Retaining Sonic Identity ejournal upsi edu my index php MJM article view 10928
  2. Digitalisasi Musik Industri: Bagaimana Teknologi Informasi Mempengaruhi Industri Musik di Indonesia |... doi.org/10.47709/jpsk.v2i01.1395Digitalisasi Musik Industri Bagaimana Teknologi Informasi Mempengaruhi Industri Musik di Indonesia doi 10 47709 jpsk v2i01 1395
Read online
File size505.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test