UKSWUKSW
Satya WidyaSatya WidyaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI sebanyak 5 peserta didik. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, dengan metode pengumpulan data penelitian melalui pre-test dan post-test. Peserta didik diberikan tontonan berupa media audio-visual Upin dan Ipin mengenai ekosistem yang sesuai dengan mata pembelajaran yang ditempuh. Membandingkan hasil penelitian peserta didik sebelum dan sesudah pemberian tontonan media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Penilaian pre-test dan post-test mengarah pada pemahaman dasar mengenai ekosistem yang meliputi: 1) peserta didik mampu mengetahui pemahaman dasar mengenai ekosistem, 2) peserta didik dapat membedakan benda mati dan benda hidup, 3) peserta didik dapat mengidentifikasi keterhubungan antara benda hidup dan benda mati yang ada di lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem memiliki manfaat dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar mengenai pengetahuan dasar materi ekosistem.
Media audio visual Upin & Ipin episode ekosistem terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta didik kelas VI SD tentang ekosistem, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata pre-test (40) ke post-test (92).Media ini membantu siswa memahami interaksi makhluk hidup dan benda mati, mekanisme kehidupan, serta faktor-faktor penunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam ekosistem.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel dan model penilaian yang sederhana, sehingga generalisasi hasilnya perlu dipertimbangkan untuk studi lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dan sampel yang lebih beragam.
Penelitian ini menunjukkan bahwa media audio visual Upin & Ipin episode ekosistem sangat berpotensi sebagai alat bantu pembelajaran. Namun, untuk menggali potensi tersebut lebih dalam, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dipertimbangkan. Pertama, mengingat keterbatasan sampel dan model penilaian sederhana pada studi ini, penelitian mendatang dapat memperluas cakupan dengan melibatkan jumlah peserta didik yang jauh lebih banyak, mungkin dari berbagai sekolah atau bahkan jenjang kelas yang berbeda, serta menggunakan metode kuantitatif yang lebih kompleks seperti analisis varian atau regresi untuk mengukur efektivitas secara statistik yang lebih robust. Selain itu, perlu juga dikembangkan instrumen penilaian yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pemahaman kognitif dasar, tetapi juga kemampuan berpikir kritis atau pemecahan masalah terkait ekosistem. Kedua, akan menarik untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari penggunaan media audio visual ini terhadap retensi pengetahuan dan minat belajar siswa. Apakah pemahaman yang diperoleh melalui media ini bertahan lama, atau apakah ada pengaruh terhadap motivasi siswa untuk belajar IPA secara keseluruhan? Penelitian lanjutan dapat menyertakan studi longitudinal untuk melacak perkembangan pemahaman dan sikap siswa dalam periode waktu yang lebih panjang. Terakhir, untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang membuat media Upin & Ipin efektif, studi kualitatif seperti wawancara mendalam atau fokus grup dengan peserta didik dapat dilakukan. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen spesifik dalam tayangan tersebut—misalnya gaya narasi, karakter, atau visualisasi—yang paling berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman, sehingga dapat memberikan panduan untuk pengembangan media pembelajaran audio visual lainnya di masa depan.
- PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA KELAS 4... doi.org/10.24246/j.sw.2019.v35.i2.p168-175PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA KELAS 4 doi 10 24246 j sw 2019 v35 i2 p168 175
- P PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKn UNTUK MENINGKATKAN HASIL... doi.org/10.24246/j.sw.2023.v39.i1.p76-86P PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKn UNTUK MENINGKATKAN HASIL doi 10 24246 j sw 2023 v39 i1 p76 86
- PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR... doi.org/10.24246/j.sw.2023.v39.i1.p21-30PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR doi 10 24246 j sw 2023 v39 i1 p21 30
| File size | 245.49 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Penelitian ini memberikan model scalable yang dapat diadaptasi pada konteks pendidikan lain untuk meningkatkan instruksi berbasis data. IdentifikU, sebuahPenelitian ini memberikan model scalable yang dapat diadaptasi pada konteks pendidikan lain untuk meningkatkan instruksi berbasis data. IdentifikU, sebuah
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa sangat penting dilaksanakan oleh seluruh sekolah, karena dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa menjadiPelaksanaan kegiatan keagamaan siswa sangat penting dilaksanakan oleh seluruh sekolah, karena dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa menjadi
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah terdiri dari faktor dalam diri siswa (internal) yaitu kemampuanFaktor-faktor penyebab kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SDIT Ummatan Wahidah terdiri dari faktor dalam diri siswa (internal) yaitu kemampuan
STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya elemen pendukung fisik, melainkan komponen fundamental dalam mewujudkanSecara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya elemen pendukung fisik, melainkan komponen fundamental dalam mewujudkan
UNDHARIUNDHARI Pada siklus II, ketuntasan klasikal mencapai 88,2% atau 15 dari 17 siswa, melampaui target 80%, setelah dilakukan perbaikan media visual dan strategi diskusi.Pada siklus II, ketuntasan klasikal mencapai 88,2% atau 15 dari 17 siswa, melampaui target 80%, setelah dilakukan perbaikan media visual dan strategi diskusi.
UNDHARIUNDHARI Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini bahwa skala kelayakan media pembelajaranInstrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini bahwa skala kelayakan media pembelajaran
UNESAUNESA Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima,Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima,
LAKASPIALAKASPIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang kreatif untuk merancang pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, namun jugaHasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang kreatif untuk merancang pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, namun juga
Useful /
BSIBSI Random Forest is recommended as the primary model to support more effective land management and crop cultivation strategies. The findings of this studyRandom Forest is recommended as the primary model to support more effective land management and crop cultivation strategies. The findings of this study
DOHARADOHARA Metode penelitian menggunakan desain eksperimental sederhana dengan pendekatan pre-post test pada dua subjek berbeda tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitianMetode penelitian menggunakan desain eksperimental sederhana dengan pendekatan pre-post test pada dua subjek berbeda tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitian
BSIBSI Penurunan integritas laporan keuangan akan mendorong kecurangan laporan keuangan. Untuk menjaga integritas laporan keuangan perusahaan, maka diperlukanPenurunan integritas laporan keuangan akan mendorong kecurangan laporan keuangan. Untuk menjaga integritas laporan keuangan perusahaan, maka diperlukan
DWCUDWCU Selain itu, ini juga menandakan kepada guru bahwa kemampuan siswa untuk menggunakan bahasa Inggris akademik perlu ditingkatkan. Mengamati fakta-fakta iniSelain itu, ini juga menandakan kepada guru bahwa kemampuan siswa untuk menggunakan bahasa Inggris akademik perlu ditingkatkan. Mengamati fakta-fakta ini