169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Film Monster (2023) karya Hirokazu Kore-eda merupakan visualisasi yang berisi eksplorasi mendalam terhadap dinamika keluarga dan hubungan interpersonal. Tema yang diangkat dalam film berupa kompleksitas emosi dan dampak prasangka sosial terhadap individu. Metode yang digunakan dalam analisis penelitian ini yaitu metode kualitatif melalui observasi karya dan wawancara. Selain itu, digunakan metode studi pustaka untuk menunjang teori-teori dalam pengkajian film. Dalam penganalisisan yang dilakukan pada film, terdapat temuan yaitu Kore-eda menggunakan tiga sudut pandang yang berbeda yaitu seorang ibu tunggal, seorang guru, dan dua anak laki-lakiuntuk menggambarkan bagaimana setiap karakter bisa menjadi monster di mata orang lain karena kurangnya pemahaman dan prasangka. Kore-eda juga menghadirkan kritik terhadap norma-norma heteronormatif dan homofobia dalam masyarakat Jepang melalui narasi yang berulang dan perubahan perspektif. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna keluarga, cinta, dan penerimaan dalam konteks hubungan manusia yang rumit, sehingga kita bisa belajar untuk tidak menjadi monster bagi orang lain.

Film Monster karya Hirokazu Kore-eda mengeksplorasi kompleksitas hubungan manusia dan dampak prasangka sosial.Melalui penggunaan sudut pandang yang berbeda, film ini menyoroti bagaimana setiap individu dapat menjadi monster di mata orang lain akibat kurangnya pemahaman.Kore-eda juga mengkritik norma-norma heteronormatif dan homofobia dalam masyarakat Jepang, mendorong refleksi tentang penerimaan dan cinta.Secara keseluruhan, film ini mengajak penonton untuk merenungkan makna keluarga dan belajar untuk menghindari prasangka.

Berdasarkan analisis film Monster, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak trauma masa kecil terhadap pembentukan identitas dan perilaku individu, khususnya dalam konteks kekerasan dan perundungan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada representasi isu LGBTQ dalam film-film Jepang dan bagaimana representasi tersebut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu tersebut. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas penggunaan sudut pandang ganda dalam film sebagai alat untuk membongkar prasangka dan meningkatkan empati penonton, serta bagaimana teknik ini dapat diterapkan dalam media lain untuk mencapai tujuan serupa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan manusia, dampak sosial dari prasangka, dan potensi media sebagai alat untuk perubahan sosial.

Read online
File size472.87 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test