UNWAHAUNWAHA

EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi

Penggunaan modul dengan integrasi kekhasan atau unggulan instansi masih sangat jarang dilakukan, padahal integrasi ini dibutuhkan agar kebermaknaan pembelajaran dapat tercapai. Modul gelombang dan optik berbasis lahan basah bertujuan agar mahasiswa dapat mengintegrasikan pengetahuannya tentang konsep gelombang dan optik dengan lingkungan sekitarnya yang sebagian besar adalah lingkungan lahan basah. Modul ini dikembangkan dengan model ADDIE dan diimplementasikan dengan case-based method pada 30 orang mahasiswa Pendidikan IPA. Hasil dari pengembangan modul ini berdasarkan validasi ahli adalah semua aspek terkategori layak, namun dengan sedikit revisi, dengan persentase kelayakan sebesar 97.06% (validitas tinggi); berdasarkan, hasil angket mahasiswa, satu aspek (desain modul) memiliki persentase di bawah 75% dan tujuh aspek lainnya melebihi 75%. Secara keseluruhan, persentase kepraktisan sebesar 78.60% (praktis). Hasil menunjukkan bahwa modul gelombang dan optik berbasis lahan basah praktis dan layak digunakan dalam perkuliahan.

Modul gelombang dan optik berbasis lahan basah yang diimplementasikan dengan case-based method dinyatakan layak digunakan dengan nilai rata-rata oleh ahli sebesar 3.Berdasarkan angket respon peserta didik, modul ini dinyatakan praktis digunakan dalam pembelajaran, dengan persentase sebesar 78.Perbaikan yang dilakukan pada modul adalah halaman sampul yang dibuat lebih representatif terhadap materi yang dimuat dalam modul dan penambahan sub-CPMK dalam modul.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada uji lapangan modul ini untuk menguji efektivitasnya secara lebih komprehensif dan memperluas manfaatnya bagi mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan modul berbasis lahan basah terhadap peningkatan pemahaman konsep gelombang dan optik pada mahasiswa dengan berbagai gaya belajar. Penelitian juga dapat diarahkan untuk mengembangkan variasi kasus yang lebih relevan dan kontekstual dengan permasalahan lingkungan lahan basah di berbagai daerah, sehingga modul dapat diadaptasi dan digunakan secara lebih luas. Terakhir, eksplorasi penggunaan teknologi augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) dalam modul ini dapat menjadi inovasi menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam gelombang dan optik secara lebih interaktif dan menarik, sehingga mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan retensi pengetahuan yang lebih baik.

Read online
File size591.32 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test