STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecemasan matematika, faktor penyebabnya, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP berdasarkan tahapan Polya dan tingkat kecemasan matematika. Menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif, penelitian melibatkan 66 siswa kelas VIII di SMP Negeri 24 Padang, dengan 14 siswa terpilih mewakili tingkat kecemasan rendah, sedang, dan tinggi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kecemasan matematika, tes pemecahan masalah matematika, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% siswa mengalami kecemasan sedang, 18,2% rendah, dan 13,6% tinggi; kecemasan disebabkan oleh kesulitan memahami rumus, tekanan ujian, rendahnya kepercayaan diri, dan keraguan terhadap kemampuan yang memengaruhi motivasi dan performa; kemampuan siswa pada tahapan Polya bervariasi, dengan 61% siswa mampu memahami masalah, 44% merancang rencana, 8% melaksanakan rencana, dan 6% meninjau kembali; siswa dengan kecemasan rendah mampu mengikuti semua tahapan Polya secara optimal, sedangkan siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan kendala pada penerapan strategi, gangguan somatik, serta sikap ragu atau takut gagal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatan kecemasan matematika yang lebih tinggi berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah yang lebih rendah pada setiap tahapan Polya.Siswa dengan kecemasan rendah menunjukkan rasa percaya diri, konsentrasi, dan keberhasilan dalam seluruh tahapan, sementara siswa dengan kecemasan sedang mengalami kesalahan prosedural, gangguan fokus, dan keragu-raguan, serta siswa dengan kecemasan tinggi memiliki kesulitan kognitif, gejala fisik, dan ketakutan gagal.Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan pendekatan pembelajaran yang mendukung secara emosional dan sensitif terhadap kecemasan siswa.
Salah satu arah penelitian selanjutnya dapat berupa studi eksperimen kuantitatif yang membandingkan efektivitas berbagai model intervensi pembelajaran untuk menurunkan kecemasan matematika dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa SMP di berbagai konteks sekolah. Dengan memperluas sampel tidak hanya di satu sekolah, desain ini dapat menguji hipotesis bahwa variasi strategi penguatan konsep, seperti pembelajaran kontekstual atau penggunaan media visual, akan mempengaruhi tingkat kecemasan dan keberhasilan penyelesaian masalah sesuai tahapan Polya. Arah kedua adalah penelitian longitudinal yang mengikuti perkembangan kecemasan matematika serta kemampuan pemecahan masalah secara berkelanjutan dari kelas awal hingga kelas akhir SMP, sehingga dapat diidentifikasi pola fluktuasi kecemasan, faktor-faktor pemicu, dan momen krusial untuk intervensi sejak dini. Ketiga, diperlukan penelitian kualitatif mendalam yang mengeksplorasi peran guru serta praktik pedagogis dalam menanggapi sinyal kecemasan siswa, khususnya teknik komunikasi, dukungan emosional, dan pengaturan tekanan evaluasi, guna merancang pedoman pelatihan guru yang responsif terhadap kebutuhan afektif peserta didik.
- Analysis of Students' Mathematical Problem-Solving Ability Based on Category Levels Through Polya... doi.org/10.22460/jiml.v4i2.p87-95Analysis of Students Mathematical Problem Solving Ability Based on Category Levels Through Polya doi 10 22460 jiml v4i2 p87 95
- Impact of Cognitive-Behavioral Intervention on Alleviating Depression and Anxiety in Mathematics: Enhancing... doi.org/10.4236/vp.2023.94020Impact of Cognitive Behavioral Intervention on Alleviating Depression and Anxiety in Mathematics Enhancing doi 10 4236 vp 2023 94020
- Tinjauan Pustaka Systematik: Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa... doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.870Tinjauan Pustaka Systematik Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa doi 10 37680 qalamuna v13i2 870
- ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA | INSPIRAMATIKA. analisis... doi.org/10.52166/inspiramatika.v8i2.3488ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA INSPIRAMATIKA analisis doi 10 52166 inspiramatika v8i2 3488
| File size | 315.61 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IJBLEIJBLE A survey was administered to 210 university students within a quantitative research framework. Findings reveal that perceived usefulness and ease of useA survey was administered to 210 university students within a quantitative research framework. Findings reveal that perceived usefulness and ease of use
IRPIIRPI Banyak pelanggan yang merasakan kemudahan dengan adanya aplikasi tersebut. Namun kini beberapa pelanggan mulai menjumpai permasalahan seperti gagal memuatBanyak pelanggan yang merasakan kemudahan dengan adanya aplikasi tersebut. Namun kini beberapa pelanggan mulai menjumpai permasalahan seperti gagal memuat
UNIPEMUNIPEM Geographically, research is still dominated by Anglo-Saxon countries, with relatively small contributions from developing countries. The results of thisGeographically, research is still dominated by Anglo-Saxon countries, with relatively small contributions from developing countries. The results of this
PresUnivPresUniv Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas, bersamaan dengan regresi linier sederhana, t‑test (uji parsial),Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas, bersamaan dengan regresi linier sederhana, t‑test (uji parsial),
IJBLEIJBLE Motivasi N berasal dari dalam, seperti keinginan untuk membahagiakan ibunya, mencapai kesuksesan, dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya, serta faktorMotivasi N berasal dari dalam, seperti keinginan untuk membahagiakan ibunya, mencapai kesuksesan, dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya, serta faktor
PAPANDAPAPANDA Tingkat self-efficacy matematis siswa masih tergolong rendah, terlihat dari kurangnya rasa percaya diri siswa dalam menyelesaikan soal matematika sertaTingkat self-efficacy matematis siswa masih tergolong rendah, terlihat dari kurangnya rasa percaya diri siswa dalam menyelesaikan soal matematika serta
UMPRUMPR Pendampingan memungkinkan perangkat desa menyusun RPJMDes, RKPDes, Design & RAB, serta APBDes. Kegiatan desa dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai denganPendampingan memungkinkan perangkat desa menyusun RPJMDes, RKPDes, Design & RAB, serta APBDes. Kegiatan desa dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan
UMPRUMPR Sinergi aktif antara penasihat, pengelola, pengawas, dan seluruh komponen masyarakat menjadi faktor pendorong kemajuan Bumdes. Selain itu, memperluas jaringanSinergi aktif antara penasihat, pengelola, pengawas, dan seluruh komponen masyarakat menjadi faktor pendorong kemajuan Bumdes. Selain itu, memperluas jaringan
Useful /
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Secara bersama-sama, ketiga variabel ini menjelaskan 88,6% varian keakuratan smash, sehingga peningkatan komponen fisik, khususnya kekuatan lengan, dapatSecara bersama-sama, ketiga variabel ini menjelaskan 88,6% varian keakuratan smash, sehingga peningkatan komponen fisik, khususnya kekuatan lengan, dapat
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem alternatif atau solusi alternatif atau tindakan dari beberapa alternatif guna menyelesaikan sebuah masalah,Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem alternatif atau solusi alternatif atau tindakan dari beberapa alternatif guna menyelesaikan sebuah masalah,
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Teorema Bayes menerangkan hubungan antara probabilitas terjadinya peristiwa A dengan syarat peristiwa B telah terjadi dan probabilitas terjadinya peristiwaTeorema Bayes menerangkan hubungan antara probabilitas terjadinya peristiwa A dengan syarat peristiwa B telah terjadi dan probabilitas terjadinya peristiwa
UNUSAUNUSA General Linear Model (GLM) menunjukkan usia (β = –0,15, p = 0,017), berat badan (β = 2,67, p = 0,05), dan tinggi badan (β = –1,97, p = 0,05) jugaGeneral Linear Model (GLM) menunjukkan usia (β = –0,15, p = 0,017), berat badan (β = 2,67, p = 0,05), dan tinggi badan (β = –1,97, p = 0,05) juga