UMBUMB

Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)

Tembelekan (Lantana camara L) adalah salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan. Tumbuhan ini mengandung banyak senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan lainnya. Salah satu faktor yang memengaruhi kandungan fitokimia tanaman adalah intensitas cahaya karena dapat memengaruhi proses metabolisme tumbuhan hingga pembentukan senyawa metabolit sekunder. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menguji kandungan fitokimia yang terdapat di daun tembelekan (Lantana camara L) pada lokasi dengan intensitas cahaya yang berbeda yaitu sampel dari daerah yang gelap atau ternaungi dan sampel dari daerah yang terang atau terkena sinar matahari langsung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan uji kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan intensitas cahaya pada lokasi yang terang sebesar 9925 lux sedangkan daerah gelap sebesar 1500 lux. Ditemukan senyawa fitokimia tembelekan (Lantana camara L) pada sampel terang yaitu senyawa fenol, saponin dan flavonoid sedangkan pada sampel di daerah yang ternaungi atau gelap ditemukan senyawa fenol, flavonoid dan kuinon.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Telah diidentifikasi kandungan senyawa fitokimia pada tumbuhan Tembelekan (Lantana camara L) di daerah yang tidak ternaungi atau terkena sinar matahari langsung yaitu senyawa fenol, saponin dan flavonoid sedangkan pada sampel yang di daerah yang ternaungi atau lebih gelap ditemukan senyawa fenol, flavonoid dan kuinon.Perbedaan hasil pada kedua sampel dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan dan intensitas cahaya yang berbeda.Semakin optimal intensitas cahaya yang didapatkan maka semakin optimal kadar metabolit sekunder yang didapatkan karena intensitas cahaya berperan besar dalam proses metabolisme tumbuhan yaitu fotosintesis yang akan menghasilkan produk salah satunya senyawa – senyawa metabolit sekunder.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap produksi metabolit sekunder pada tumbuhan tembelekan. Penelitian ini dapat fokus pada mekanisme molekuler dan regulasi genetik yang terlibat dalam sintesis metabolit sekunder di bawah kondisi cahaya yang berbeda. Selain itu, dapat juga dieksplorasi potensi tembelekan sebagai sumber senyawa bioaktif dengan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa-senyawa spesifik yang dihasilkan di bawah kondisi cahaya tertentu. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan tembelekan sebagai sumber obat alami yang efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size493.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test