UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Sistem aquaponic merupakan pendekatan pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem resirkulasi air. Kestabilan parameter kualitas air, khususnya pH dan suhu, menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sistem. Pengendalian secara manual seringkali kurang efisien dan berpotensi menimbulkan fluktuasi parameter. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan kontrol pH serta suhu air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem memanfaatkan sensor pH 4502C dan sensor suhu DS18B20 untuk pemantauan kondisi air secara real-time. Data diproses oleh ESP32 dan dikirim melalui jaringan internet, dilengkapi notifikasi Telegram serta kontrol otomatis menggunakan modul relay untuk mempertahankan pH pada rentang 6,5–7,5 dan suhu 24–28°C. Pengujian dilakukan selama tiga hari dengan interval pengambilan data setiap dua jam. Validasi sensor dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan sensor terhadap alat ukur digital terkalibrasi sebagai standar referensi, kemudian dihitung nilai error relatif dan persentase akurasi. Hasil penelitian menunjukkan sensor pH memiliki akurasi 92–95% dengan rata-rata error ±0,3 pH, sedangkan sensor suhu memiliki akurasi 98–99% dengan rata-rata error ±0,2°C. Sistem juga menunjukkan waktu respons kurang dari 5 detik dan keberhasilan pengiriman data sebesar 100%. Integrasi monitoring IoT dan kontrol otomatis berbasis ESP32 yang tervalidasi secara kuantitatif pada lingkungan Recirculating Aquaculture System (RAS) menjadi kontribusi utama penelitian ini.

Sistem kontrol dan monitoring pH serta suhu air pada sistem smart aquaponic berbasis ESP32 berhasil dirancang dan diimplementasikan dengan baik, mampu memantau kualitas air secara akurat menggunakan sensor pH 4502C dan sensor suhu DS18B20.Mikrokontroler ESP32 terbukti efektif dalam mengolah dan mengirimkan data secara real-time melalui IoT, dengan tingkat akurasi sensor pH di atas 90% dan sensor suhu mencapai 99,97% dibandingkan alat ukur referensi, serta mendukung kontrol otomatis berbasis relay.Sistem ini mampu menjaga kestabilan kualitas air dalam rentang optimal dan mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual, sehingga relevan untuk pengembangan pertanian cerdas berbasis IoT pada skala kecil hingga menengah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang kemampuan sistem dalam memprediksi perubahan kualitas air jangka panjang dengan menerapkan algoritma machine learning berdasarkan data historis pH dan suhu, agar sistem dapat memberikan peringatan dini sebelum parameter keluar dari batas optimal. Kedua, pengembangan sistem multi-parameter yang tidak hanya mengukur pH dan suhu, tetapi juga amonia, nitrit, dan oksigen terlarut, perlu dievaluasi untuk melihat pengaruh integrasi sensor tambahan terhadap akurasi dan stabilitas sistem secara keseluruhan. Ketiga, studi tentang ketahanan sensor dan elektronik dalam kondisi lembap jangka panjang perlu dilakukan untuk merancang sistem proteksi yang mampu meminimalkan dampak drift sensor dan kerusakan komponen akibat lingkungan budidaya, sehingga keandalan operasional sistem dapat dipertahankan selama periode budidaya penuh. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi keterbatasan studi saat ini yang hanya berfokus pada dua parameter dan durasi pengujian singkat, serta membuka jalan bagi pengembangan sistem aquaponik cerdas yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan.

  1. Login. kentangbet https medwinsoft skip main content navigation menu site footer universitas udayana... ojs.unud.ac.id/index.php/jte/article/view/93174Login kentangbet https medwinsoft skip main content navigation menu site footer universitas udayana ojs unud ac index php jte article view 93174
Read online
File size561.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test