UNDIPUNDIP

Transient: Jurnal Ilmiah Teknik ElektroTransient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro

Motor induksi merupakan motor listrik yang sering digunakan di dunia industri. Permasalahan dalam penggunaan motor induksi adalah pada saat pengasutan, karena motor induksi memiliki arus pengasutan yang tinggi ketika dilakukan pengasutan secara Direct On Line (DOL), sekitar 4 sampai 7 kali arus nominalnya akibat kecilnya nilai impedansi dan Locked Rotor Current (LRC) yang besar. Selama pengasutan, tegangan terminal mengalami penurunan tegangan dengan durasi 0,5 siklus sampai 1 menit, yang disebut tegangan dip atau tegangan sag. Oleh karena itu, beberapa metode pengasutan tertentu dievaluasi untuk mengurangi tegangan dip. Penelitian ini menganalisis variasi metode pengasutan motor terhadap terjadinya tegangan dip pada PT Pertamina RU VI, dengan motor induksi sebagai penggerak mesin pompa air. Berdasarkan simulasi menggunakan ETAP 12.6, nilai terbesar tegangan dip dari metode Direct On Line adalah 17,19% dari tegangan kerja selama 0,26 detik, sedangkan metode bintang – delta menghasilkan tegangan dip 16,74% selama 0,14 detik. Penggunaan Variable Frequency Drive (VFD) menghasilkan tegangan dip terkecil yaitu 1,11% selama 2,02 detik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengasutan Direct On Line menghasilkan tegangan dip terbesar, yaitu 17,19%, sementara metode bintang-delta menghasilkan tegangan dip sebesar 16,74%.Metode Variable Frequency Drive (VFD) memberikan hasil terbaik dengan tegangan dip terendah, yaitu 1,11%.Oleh karena itu, penggunaan VFD direkomendasikan untuk meminimalkan dampak tegangan dip pada sistem kelistrikan PT Pertamina RU VI.Hasil ini mengindikasikan bahwa VFD merupakan metode pengasutan yang paling efektif dalam menjaga stabilitas tegangan sistem.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengujian implementasi metode VFD secara langsung di lapangan untuk memvalidasi hasil simulasi dan menganalisis efisiensi energi yang dihasilkan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh harmonisa yang dihasilkan oleh VFD terhadap kualitas daya sistem kelistrikan PT Pertamina RU VI. Pengembangan penelitian juga dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sistem proteksi yang adaptif terhadap kondisi tegangan dip, sehingga dapat meminimalkan dampak gangguan terhadap peralatan sensitif lainnya. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi penggunaan metode pengasutan yang lebih inovatif, seperti soft starter, dan membandingkan kinerja serta biaya implementasinya dengan metode yang telah diuji dalam penelitian ini, untuk mendapatkan solusi pengasutan motor yang paling optimal dan ekonomis bagi PT Pertamina RU VI.

Read online
File size565.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test